Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Memaknai Idulfitri Adalah Kembali ke Fitrah, Aktivis Ini Ajak Muslim Jaga Istikomah


Topswara.com -- Memaknai Idul Fitri sebagai momentum kembali kepada fitrah, Aktivis Muslimah Ustazah Zulfa, S.pd., mengajak kaum muslimah untuk menjaga istiqamah dalam ketaatan kepada Allah SWT. Yang disampaikan dalam kajian rutin Komunitas Bidadari Surga bertemakan Merawat Fitrah Menjaga Istiqomah di Masjid Cinere Insani Residence, Depok, Rabu (15/4).

“Memaknai Idul Fitri adalah kembali fitrah, yakni kembali menjadi muslim sejati seperti anak yang dilahirkan kembali dalam keadaan fitrah,” ujar Zulfa.

Ia juga mengutip hadis Nabi SAW, “Barangsiapa berpuasa Ramadhan dengan iman dan mengharapkan pahala, maka ia akan kembali seperti bayi yang baru lahir (bersih dari dosa).”

Menurutnya, makna kembali fitrah tidak cukup hanya dimaknai secara simbolik, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan secara menyeluruh. “Seorang muslim sejati itu berislam secara kaffah, tidak hanya dalam ibadah, tetapi juga dalam kehidupan, termasuk bermuamalah sesuai syariat dan menjalankan seluruh perintah Allah,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan pentingnya menjaga ketakwaan dengan sebenar-benarnya dan dilakukan secara konsisten. “Bertakwa kepada Allah harus dengan sebenar-benarnya takwa, dan itu harus dijaga dengan istiqomah,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa istiqamah merupakan usaha yang terus menerus dalam mewujudkan ketaatan kepada Allah. “Istiqamah adalah keinginan dan usaha yang konsisten untuk tetap berada dalam ketaatan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Zulfa memaparkan sejumlah tahapan dalam meraih istiqamah.
Pertama, bangun iman yang kokoh agar jiwa mudah tunduk. Kedua, memperdalam tsaqafah Islam. Ketiga, memahami keutamaan dari setiap amal. Keempat, menghadirkan rasa takut terhadap ancaman Allah jika meninggalkan ketaatan. Kelima, kuatkan dengan doa. Keenam, miliki lingkungan pergaulan yang saling menguatkan dalam kebaikan. Ketujuh, terlibat dalam dakwah untuk mewujudkan sistem yang menjaga ketaatan.

Ia juga mengingatkan bahwa berbagai amal yang telah dilakukan selama Ramadhan seharusnya menjadi bekal untuk terus beramal setelahnya.

“Sepanjang Ramadhan kita telah menyirami jiwa dengan amal saleh, puasa, shalat malam, dan sedekah. Itu semua seharusnya terus dijaga karena mengharap ridha Allah,” ungkapnya.

Di akhir kajian, ia menyampaikan janji Allah bagi orang-orang yang istiqomah.
“Allah menjanjikan bagi orang-orang yang istiqamah balasan berupa surga,” ujarnya merujuk pada QS. Fussilat ayat 30.[]Sri Wulandari
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar