Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Hari Tahanan Palestina Adalah Pengingat Bukan Sekedar Peringatan Tahunan


Topswara.com -- Masyarakat di berbagai negara melakukan aksi protes menuntut kemerdekaan atas Palestina, sekaligus pembebasan tahanan Palestina. Bertepatan dengan Hari Tahanan Palestina pada 17 April, massa berkumpul di persimpangan East 42nd Street dan Madison Avenue, New York, Amerika Serikat, untuk menyuarakan dukungan bagi para tahanan Palestina. 

Aksi ini bukan sekadar barisan orang yang berkumpul, melainkan pengingat bagi dunia tentang ribuan nyawa yang tertahan di balik jeruji besi tanpa keadilan yang jelas. (Republikaonline.com/19-4-2026) Kejahatan Zionis Israel makin diperlihatkan terutama setelah mereka mengesahkan UU hukuman mati bagi tahanan Palestina.

Penahanan terhadap rakyat Palestina sudah lama terjadi, sejak 1967. Bahkan diperkirakan satu juta (sekitar 20%) warga Palestina pernah ditahan Zionis Israel. 

Awal 2026 organisasi advokasi tahanan Palestina memperkirakan terdapat sekitar 9.000 warga Palestina yang ditahan di penjara Israel. Sebagian dari mereka ditahan melalui mekanisme “administrative detention”, yaitu penahanan tanpa proses pengadilan atau tanpa dakwaan resmi untuk jangka waktu yang dapat diperpanjang berulang kali. (www.alqudsvolunteers.id) 

Zionis Israel tidak hanya menahan para tahanan di balik jeruji saja, namun banyak dari tahanan yang diperlakukan tidak manusiawi. Mereka diperkosa, dipukuli, disiksa, dilaparkan, hingga dibiarkan meninggal dunia. 

Penjajahan dan kekejaman Zionis atas Palestina yang terus berlangsung ini adalah proyek imperialisme global. Israel dengan sombong dan kepercayaan tingkat tingginya masih terus menjajah karena mereka ditopang penuh oleh negara Kapitalisme Barat. 

Israel tidak hanya ditopang finansialnya saja namun juga dilindungi secara hukum. Sistem hukum internasional dan lembaga-lembaga seperti PBB hanyalah instrumen yang tidak mampu dan tidak mau melindungi negeri lain terkhusus umat Islam yang terus menerus dijajah. 

Kita telah menyaksikan bagaimana manuver lembaga-lembaga internasional buatan Barat, aksi mereka hanya berhenti pada kecaman dan ancaman. HAM yang selalu dinarasikan Barat tidak memiliki standar yang jelas, HAM hanya berlaku bagi Barat dan sekutunya namun tidak berlaku untuk rakyat Palestina. 

Perlu kita ketahui bersama bahwa akar masalah Palestina bukan sekadar pelanggaran HAM. Akar masalahnya adalah ketiadaan pelindung (junnah) bagi umat Islam yaitu ketiadaaan institusi Khilafah Islamiah. 

Khilafah tidak hanya akan melindungi Palestina namun juga negeri Islam lainnya, Suriah, Afghanistan, Sudan, Rohingnya yang sedang dijajah. Selama umat Islam tidak memiliki pelindung maka selama itulah akan ada penjajahan oleh negara kafir diatas negeri-negeri kaum muslim.  

Untuk itu mengembalikan khilafah menjadi hal urgen dan utama yang harus diprioritaskan umat Islam. Wajib bagi umat Islam membangun kesadaran ini. Sebuah kesadaran ideologis bahwa persoalan Palestina adalah qadhiyah islamiyah (persoalan Islam) dan qadhiyah masiriyah (persoalan utama), bukan sekadar isu kemanusiaan atau nasionalisme palestina saja. 

Sehingga kepedulian terhadap Palestina harus didasari dengan ikatan akidah, bukan sekadar empati sesaat.

Umat Islam tidak boleh berdiam diri, mencukupkan dengan diplomasi, atau menyerahkan masalah ini pada PBB dan mengharapkan solusi dari negara kafir. 

Akar masalah ketiadaan khilafah pun muncul karena keruntuhan khilafah yang direncanakan dan dieksekusi oleh Barat, maka sangat tidak mungkin jika umat Islam mengharapkan solusi dari mereka yang menciptakan masalah. 

Umat Islam harus mengambil solusi dari syariat yang telah Allah tetapkan yaitu menyuarakan solusi jihad. Israel dan sekutunya tidak akan berhenti hanya dengan diplomasi, mereka hanya akan berhenti jika ada sebuah kekuatan yang mampu menandingi mereka. 

Pembebasan dan kemerdekaan Palestina hanya akan terwujud dengan tegaknya Khilafah Islamiah. Bersatunya umat Islam dari seluruh negeri muslim dan diutusnya tentara militer untuk berjihad akan mampu mengungguli kekuatan Israel. 

Khilafah satu-satunya institusi yang memiliki kewenangan, kekuatan, dan kewajiban syar'i untuk mengerahkan pasukan jihad membebaskan Palestina.[]

Wallahu wa a’lam


Oleh: Nugraha F. Andani
Aktivis Muslimah
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar