Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Tidak Semua Orang Harus Menyukaimu


Topswara.com -- Ada fase dalam hidup di mana kamu mulai sadar satu hal yang cukup menyakitkan, yaitu tidak semua orang akan menyukaimu.

Tidak peduli seberapa baik kamu bersikap. Tidak peduli seberapa tulus kamu memperlakukan mereka. Tetap saja ada yang memilih membencimu.

Awalnya kamu bertanya-tanya, “Aku salah apa?” “Aku kurang baik di mana?” “Apa yang harus aku perbaiki lagi?”

Kamu mencoba menjelaskan. Kamu mencoba memperbaiki. Kamu mencoba menjadi versi terbaik dari dirimu. Tetapi semakin kamu berusaha, semakin kamu sadar satu hal bahwa tidak semua kebencian butuh alasan.

Ada orang yang tidak nyaman melihatmu tenang. Ada yang tidak suka melihatmu bertumbuh. Ada yang diam-diam merasa terganggu hanya karena kamu tidak lagi sama seperti dulu dan di titik itu, kamu mulai lelah. Sampai akhirnya kamu belajar satu kalimat sederhana, tetapi mengubah segalanya. “Tidak semua orang harus tinggal dalam hidupku.”

Ibnu Muflih rahimahullah meriwayatkan, ketika seseorang berkata kepada Al-Muzanni, “Fulan membencimu,”
maka beliau menjawab, “Dekat dengannya tidak membuat senang, dan jauh darinya pun tidak membuat kesepian.”

Kalimat itu terlihat sederhana, tetapi dalam sekali. Artinya apa? Kehadirannya tidak menambah bahagia. Kepergiannya tidak mengurangi apa-apa.

Di sinilah kamu mulai paham bahwa hidup tidak harus diisi oleh semua orang dan tidak semua hubungan harus dipertahankan.

Syaikh Ibnu Atha’illah pernah berkata, “Istirahatkan dirimu dari mengatur urusan manusia.”

Karena tidak semua hati bisa kamu luruskan. Tidak semua persepsi bisa kamu ubah dan tidak semua kebencian bisa kamu sembuhkan.

Dengarkan ini baik-baik, "Kamu tidak dilahirkan untuk menyenangkan semua orang. Kalau kamu sibuk mengejar penerimaan manusia, kamu akan kehilangan dirimu sendiri."

Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani menjelaskan bahwa standar hidup seorang Muslim bukanlah penilaian manusia, tetapi keridhaan Allah. Maka ketika ukuran hidupmu sudah benar, maka kamu tidak akan goyah hanya karena ada yang tidak menyukaimu.

Kamu akan tenang. Tidak reaktif. Tidak perlu menjelaskan diri berulang-ulang. Karena kamu tahu yang kamu jaga bukan citra di mata manusia, tetapi nilai di hadapan Allah.

Jadi kalau hari ini kamu merasa dibenci dengarkan ini pelan-pelan. Tidak apa-apa. Tidak semua orang harus mengerti kamu. Tidak semua orang harus dekat denganmu dan yang paling penting tidak semua orang layak kamu perjuangkan.

Karena hidup ini terlalu singkat untuk dihabiskan menjelaskan diri kepada orang yang memang tidak ingin memahami.

Biarkan mereka dengan penilaian mereka.
Biarkan mereka dengan persepsi mereka dan kamu tetaplah berjalan, tetaplah bertumbuh dan tetaplah menjadi dirimu yang Allah ridhai.

Karena pada akhirnya hidup ini bukan tentang siapa yang paling banyak disukai manusia. Tetapi tentang siapa yang paling tenang meski tidak disukai oleh banyak orang. []


Oleh: Nabila Zidane
(Jurnalis)
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar