Topswara.com -- Ternyata syafa'at Al-Qur'an itu derajatnya lebih tinggi dari nabi, malaikat dan lainnya. Ini dalilnya:
Rasulullah ﷺ bersabda :
مَا مِنْ شَفِيعٍ أَفْضَلُ مَنْزِلَةً عِنْدَ اللَّهِ تَعَالَى مِنَ الْقُرْآنِ، لَا نَبِيٌّ وَلَا مَلَكٌ وَلَا غَيْرُهُ."
"Tidak ada pemberi syafa'at yang memiliki kedudukan lebih tinggi di sisi Allah ta'ala melebihi Al-Qur'an, baik itu nabi, malaikat, maupun yang lainnya."
Hadis ini bersumber dari kitab Ihya Ulumuddin karya imam Ghazali bab membaca Al-Qur'an.
Al ‘Iraqi memberi komentar tentang hadis tersebut sebagai berikut:
قَالَ العِرَاقِيُّ: رَوَاهُ عَبْدُ المَلِكِ بْنُ حَبِيبٍ مِنْ رِوَايَةِ سَعِيدِ بْنِ سُلَيْمٍ مُرْسَلًا، وَلِلطَّبَرَانِيِّ مِنْ حَدِيثِ ابْنِ مَسْعُودٍ.
Al-'Iraqi berkata: "Hadis ini diriwayatkan oleh ‘Abdul Malik bin Habib dari riwayat Sa‘id bin Sulaim secara mursal, dan oleh At-Tabarani dari hadis Ibnu Mas‘ud."
Di hari kiamat semua makhluk memikirkan nasib diri masing-masing, semua menghadapi hisab amal masing-masing. Apakah amal shalihnya cukup sebagai bekal keselamatan menuju surga atau justru berkurang dibandingkan dengan amal buruknya.
Disitulah syafa'at sangat dibutuhkan manusia agar nasibnya selamat. Saat itu tidak ada yang dapat memberikan syafa'at kecuali atas izin Allah Tuhan Yang Maha Kuasa. Karena itu Al-Quran Kalamullah menghadap Allah Ta'ala untuk memberi syafa'at kepada 'ahli al-Quran' sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ :
مسند أحمد - (ج 14 / ص 314)
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « الصِّيَامُ وَالْقُرْآنُ يَشْفَعَانِ لِلْعَبْدِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَقُولُ الصِّيَامُ أَىْ رَبِّ مَنَعْتُهُ الطَّعَامَ وَالشَّهَوَاتِ بِالنَّهَارِ فَشَفِّعْنِى فِيهِ.
وَيَقُولُ الْقُرْآنُ مَنَعْتُهُ النَّوْمَ بِاللَّيْلِ فَشَفِّعْنِى فِيهِ. قَالَ فَيُشَفَّعَانِ
Dari Abdullah bin Amr, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
Puasa dan Al-Qur'an akan memberi syafa'at bagi seorang hamba pada hari kiamat. Puasa berkata: ‘Wahai Rabbku, aku telah mencegahnya dari makan dan syahwat di siang hari, maka izinkan aku memberi syafa'at untuknya.’
Dan Al-Qur'an berkata: ‘Aku telah mencegahnya dari tidur di malam hari, maka izinkan aku memberi syafa'at untuknya.’
Beliau bersabda: Maka keduanya pun diberi izin untuk memberi syafa'at. (HR. Ahmad)
Al-Qur’an itu bacaan, bukan mushafnya. Sesuatu yang non fisik nanti di akhirat akan menjadi fisik. Sehingga bisa bicara layaknya manusia. Maka kesempatan itu dipakai untuk membela orang-orang yang meluangkan diri untuk membaca Al-Qur'an.
Hadis tersebut dikuatkan lagi dengan sabda Rasulullah berikut:
مستخرج أبي عوانة - مشكول - (ج 4 / ص 481)
حَدَّثَنِي أَبُو أُمَامَةَ الْبَاهِلِيُّ، قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - يَقُولُ: اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِصَاحِبِهِ
Abu Umamah Al-Bahili meriwayatkan: Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: "Bacalah Al-Qur'an, karena sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafa'at bagi pembacanya." (HR. Abu Awanah)
Kemampuan Al-Qur’an untuk memberi syafaat bagi ahli Al-Qur'an adalah nyata. Diriwayatkan di banyak hadis. Bahkan Imam Ghazali menyebutkan adanya satu hadis yang menyatakan bahwa syafa'at Al-Qur'an itu lebih tinggi derajatnya dari syafa'at Nabi Muhammad dan malaikat sekalipun.
Kenaapa? Karena malaikat itu makhluk nabi Muhammad ﷺ juga makhluk. Sementara Al-Qur'an adalah kalamullah. Yaitu firman Allah. Maka jika kalamullah lebih tinggi kedudukannya dalam memberi syafa'at dari makhluk masuk di nalar.
Ini bulan Ramadhan. Bulan Al-Qur’an. Di bulan Ramdhan lah Al-Qur'an diturunkan. Karena itu memperbanyak membaca Al-Qur'an menjadi sangat penting. Dulu Rasulullah ﷺ selalu tadarus Al-Qur'an dengan malaikat Jibril datang setiap bulan Ramadhan.
Imam Malik selalu menutup majelis ilmuya di bulan Ramadhan. Padahal majelis ilmu itu sangat mulia. Tetapi tetap tidak semulia membaca Al-Qur'an. Yang lebih top, walaupun imam Malik itu hafal Al-Qur'an tetapi ketika bulan ramadhan beliau membacanya pakai mushaf. Karena interaksi dengan mushaf itu jauh lebih baik daripada hafalan.
Keutamaan Membaca Al-Qur'an selain akan menjadi pemberi syafa'at tertinggi kepada pembacanya di hari kiamat juga masih banyak lagi keutamaannya, antara lain:
1. Menjadi Sebaik-baiknya Manusia
عن عثمانَ بن عفانَ رضيَ اللَّه عنهُ قال : قالَ رسولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « خَيركُم مَنْ تَعَلَّمَ القُرْآنَ
وَعلَّمهُ » رواه البخاري
Dari Usman bin Affan ra, Rasulullah saw. bersabda, "Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Qur'an dan mengajarkannya." (HR. Tirmidzi)
2. Bersama Para Malaikat
Untuk orang-orang yang mahir membaca Al-Qur'an, maka ia kelak akan bersama para malaikat-Nya.
عن عائشة رضي اللَّه عنها قالتْ : قال رسولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « الَّذِي يَقرَأُ القُرْآنَ وَهُو ماهِرٌ بِهِ
معَ السَّفَرةِ الكرَامِ البررَةِ » متفقٌ عليه .
Dari Aisyah ra, berkata; bahwa Rasulullah SAW. bersabda, "Orang yang membaca Al-Qur'an dan ia mahir membacanya, maka kelak ia akan bersama para malaikat yang mulia lagi taat kepada Allah." (HR. Bukhari Muslim)
3. Mendapatkan Jaminan Surga dari Allah
Orang yang membaca Al-Qur'an akan mendapat jaminan ditempatkan oleh Allah SWT di surga. Seperti diterangkan dalam hadis riwayat Imam Ibnu Majah sebagai berikut:
أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: "من قرأ القرآن واستظهره وحفظه أدخله الله الجنة وشفعه في عشرة
من أهل بيته كلهم قد وجبت لهم النار
"Sesungguhnya Nabi SAW bersabda, barangsiapa membaca Al-Qur'an, menampakkannya dan menghafalnya, maka Allah akan memasukkannya ke surga dan memberikan syafaat sepuluh penghuni rumahnya sekaligus melindungi mereka dari neraka." (HR Ibnu Majah).
Harus Konsisten
Agar benar-benar Al-Qur'an memberikan syafaat kepada para pembacanya, maka sebagai 'pembaca Al-Qur'an' harus konsisten mengamalkan apa yang dibacanya. Berikut ada 'tahdzir' atau wanti-wanti yang disampaikan ulama salaf. Ini tahdzirnya ;
رب قارئ للقرآن والقرآن يلعنه
"Banyak orang yang membaca Al-Quran tetapi justru Al-Qur'an melaknatinya,"
Tahdzir tersebut dari ulama salaf yaitu dari Maimun bin Mahran (Fatawa Lajnah Daimah 213/3)
Hampir senada juga Imam Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin menukil ucapan Anas bin Malik :
رب تال للقرآن والقرآن يلعنه
"Banyak orang yang membaca Al-Qur'an tapi justru Al-Qur'an melaknatinya"( Ihya Ulumuddin/274/1).
Mereka wanti-wanti kepada para 'qariul-quran' yakni pembaca Al-Qur'an justru mendapat laknat dari Al-Qur'an yang tidak konsisten melaksanakan perintah-perintahnya dan melanggar hal-hal yang dilarangnya. Membaca ayat keharaman riba atau ayat tentang kezaliman tapi dia sendiri berbuat riba atau zalim.
Maka profil qari' Al-Qur'an semacam ini, alih-alih akan mendapat syafa'at dari Al-Qur'an tetapi justru mendapat laknat dari Al-Qur'an itu sendiri. Karena tidak konsisten mengamalkan sesuai yang dibacanya.
Yuk kita intensifkan membaca, memahami makna Al-Qur'an dan mengamalkannya dengan niat ikhlas karena Allah Ta'ala. Semoga kita mendapat syafaat Al-Qur'an.
Wallahu a'lam.
Oleh: Abdul Mukti
Pemerhati Kehidupan Beragama

0 Komentar