Topswara.com -- Pemerhati Remaja, Kak Azka menegaskan sesungguhnya puasa itu bukan hanya sekadar menahan diri dari dahaga dan lapar, tetapi juga menahan diri dari hawa nafsu.
“Puasa itu bukan cuma menahan diri dari dahaga dan lapar, tapi juga menahan diri dari berbagai hawa nafsu duniawi, “ ungkapnya dalam acara Sanlat Ramadhan, Saatnya Introspeksi Memperbaiki Diri dan Hati, (Sabtu, 21/2/26) di Depok.
Sesungguhnya, lanjutnya, puasa mengajarkan diri punya kendali atas diri sendiri. Dalam berpuasa diajarkan bagaimana indahnya bersabar. “Bukan hanya sekedar bersabar menahan diri dari hal yang membatalkan puasa, melainkan bersabar dari berbagai macam godaan yang dapat mengurangi nilai pahala ibadah kita di bulan Ramadhan. Seperti halnya sabar menahan diri dari amarah dan sabar ketika menghadapi masalah,” bebernya di hadapan puluhan remaja putri.
Ia juga menjelaskan sabar yang sebenarnya itu dengan memberikan contoh melalui kisah Rasulullah SAW.
"Lihatlah bagaimana Rasulullah bersabar dalam berdakwah. Ketika dakwahnya ditolak dan menerima perlakuan kasar dari orang-orang kafir, hingga kaki Rasulullah berdarah karena dilempari batu oleh mereka. Namun Rasulullah tidak marah dan tidak pula membalasnya, akan tetapi justru memaafkan mereka,” jelasnya.
Kak Azka juga menambahkan beberapa contoh sebagai penguat para peserta yang hadir, betapa indahnya bersabar dan menjaga keimanan melalui kisah pra Rasul dan Nabi.
"Banyak kisah Nabi dan Rasul yang mengajarkan kita untuk bersabar menahan diri dan tetap pada keimanannya. Contohnya seperti Nabi Nuh as, yang selalu sabar saat kaumnya menolak dakwah beliau, lalu melempari kotoran kedalam kapal besar yang dibuatnya. Begitu pun Nabi Ayyub as, yang tak pernah mengeluh atas penyakit yang menimpanya bertahun-tahun,” tambahnya.
Menurutnya, kesabaran yang mereka lakukan tentu mengantarkan mereka pada kemenangan. Maka dari itu, sabar menahan diri dan keimanan pasti akan mengantarkan kita pada keberhasilan dan kemenangan juga.
“Allah SWT menghadirkan bulan Ramadhan sebagai bulan untuk membentuk manusia menjadi taat. Allah SWT menunjukkan sifat Rahmah dan Rahim-Nya di bulan Ramadhan ini dengan memberikan balasan pahala ibadah yang begitu besar. Di bulan ini juga Allah SWT menutup pintu-pintu neraka,” tegasnya.
Dengan berlatih menahan diri dan menjaga keimanan di bulan Ramadhan, terangnya, akan menghasilkan konsistensi keimanan dan ketenangan hati di bulan setelahnya. Ini merupa, akan bukti keberhasilan dan kemenangan yang diraih dalam bulan Ramadhan.
“Oleh karenanya, kaum Muslimin tidak perlu takut jika dianggap berbeda ketika tetap memilih menjaga nilai Islam pasca-Ramadhan,” pungkasnya.[] Tami

0 Komentar