Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Desakan Keluar BoP dan Sikap Politik Umat Islam terhadap Palestina


Topswara.com -- Serangan Amerika Serikat terhadap Iran kembali memicu ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Di tengah situasi tersebut, desakan agar Indonesia keluar dari BoP (Board of Partners) makin menguat dari berbagai elemen masyarakat.

Namun pemerintah menyatakan tidak ingin gegabah mengambil keputusan dan memilih menunda pembahasan mengenai keanggotaan Indonesia dalam forum tersebut.

Situasi ini memunculkan pertanyaan besar di tengah masyarakat: apakah keikutsertaan Indonesia dalam BoP benar-benar membawa manfaat bagi perjuangan kemanusiaan dan perdamaian dunia, khususnya dalam konflik Palestina?

Kegagalan BoP Mewujudkan Perdamaian

Sejak awal pembentukannya, BoP diklaim sebagai forum internasional yang bertujuan mendukung stabilitas kawasan Timur Tengah dan mencari solusi konflik.

Namun kenyataannya, konflik di kawasan tersebut justru semakin meluas. Perang dan ketegangan terus terjadi tanpa adanya penyelesaian yang adil.

Ironisnya, pihak yang sering menjadi pelaku utama agresi militer justru merupakan negara yang memiliki pengaruh besar dalam forum internasional tersebut.

Hal ini menunjukkan bahwa forum internasional yang didominasi negara besar sering kali tidak benar-benar netral. Kepentingan geopolitik dan ekonomi lebih dominan dibandingkan kepentingan kemanusiaan.

Dalam perspektif politik internasional, kondisi ini menunjukkan adanya dominasi negara kuat terhadap negara yang lebih lemah.

Palestina dalam Perspektif Islam

Bagi umat Islam, Palestina bukan sekadar wilayah konflik biasa. Tanah Palestina memiliki kedudukan penting dalam sejarah dan akidah Islam. Di sana terdapat Masjid Al-Aqsa yang merupakan salah satu tempat suci umat Islam.

Allah SWT berfirman: "Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya." (QS Al-Isra: 1)

Ayat ini menunjukkan bahwa Masjid Al-Aqsa memiliki kedudukan yang sangat mulia dalam Islam. Karena itu penjajahan terhadap Palestina bukan hanya masalah politik, tetapi juga masalah kehormatan umat Islam.

Larangan Bersekutu dengan Penjajah

Islam memberikan pedoman yang jelas dalam hubungan politik dengan pihak yang melakukan kezaliman terhadap umat Islam.

Allah SWT berfirman: "Dan janganlah kalian cenderung kepada orang-orang yang zalim yang menyebabkan kalian disentuh api neraka." (QS Hud: 113)

Ayat ini mengingatkan umat Islam agar tidak memberikan dukungan kepada pihak yang melakukan kezaliman. Jika suatu forum internasional justru menjadi alat bagi kepentingan negara yang menindas rakyat Palestina, maka keikutsertaan dalam forum tersebut patut dipertanyakan.

Jalan Pembebasan Palestina

Selama puluhan tahun berbagai perundingan dan forum internasional telah dilakukan untuk menyelesaikan konflik Palestina. Namun hingga hari ini penjajahan masih terus berlangsung.

Hal ini menunjukkan bahwa solusi diplomasi yang berada di bawah pengaruh negara besar tidak mampu menyelesaikan masalah secara adil.

Dalam sejarah Islam, wilayah yang dijajah hanya dapat dibebaskan melalui kekuatan politik dan militer yang dipimpin oleh kepemimpinan umat Islam.

Konsep ini dikenal dalam Islam sebagai jihad untuk membebaskan wilayah yang diduduki oleh penjajah.

Allah SWT berfirman: "Dan perangilah mereka hingga tidak ada lagi fitnah dan agama seluruhnya hanya untuk Allah."
(QS Al-Anfal: 39)

Ayat ini menunjukkan bahwa jihad memiliki tujuan untuk menghilangkan penindasan dan menegakkan keadilan.

Pentingnya Persatuan Umat Islam

Hari ini umat Islam tersebar dalam berbagai negara yang terpisah secara politik. Kondisi ini membuat kekuatan umat menjadi lemah dan sulit menghadapi dominasi negara besar.

Padahal jika umat Islam bersatu dalam satu kepemimpinan politik yang kuat, potensi kekuatan ekonomi, militer, dan sumber daya alam yang dimiliki umat Islam sangat besar.

Persatuan umat inilah yang dalam sejarah diwujudkan melalui institusi khilafah. Dalam sistem khilafah, kepentingan umat Islam akan menjadi prioritas utama dalam kebijakan politik internasional.

Dengan kepemimpinan yang kuat, umat Islam memiliki kemampuan untuk melindungi wilayahnya dan membela rakyat yang tertindas.

Agenda Besar Umat

Peristiwa konflik yang terus terjadi di Palestina seharusnya menyadarkan umat Islam bahwa solusi yang ada saat ini belum mampu mengakhiri penjajahan.

Karena itu umat Islam perlu kembali memikirkan solusi yang bersifat mendasar, yaitu membangun kembali persatuan politik umat yang berlandaskan syariat Islam.

Dengan persatuan tersebut, umat Islam dapat memiliki kekuatan yang cukup untuk membela saudara-saudaranya yang tertindas.

Pembebasan Palestina bukan hanya tugas rakyat Palestina semata, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh umat Islam.

Dan jalan menuju pembebasan itu hanya dapat terwujud ketika umat Islam kembali menjadikan Islam sebagai sistem kehidupan yang mengatur politik, ekonomi, dan hubungan internasional.


Oleh: Ema Darmawaty 
Praktisi Pendidikan 
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar