Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Wanita Shalihah: Siap Bahagia dan Siap Sabar


Topswara.com -- Wanita shalihah bukan hanya wanita yang pandai tersenyum pada suaminya saat hidup berjalan sesuai harapan. Ia adalah wanita yang tetap tenang ketika hidup tidak ramah, ketika doa belum juga dijawab, dan ketika ujian datang bertubi-tubi.

Karena kebahagiaan bisa dinikmati siapa saja. Namun kesabaran hanya dimiliki oleh jiwa yang matang. Wanita yang hanya siap bahagia akan runtuh ketika diuji. Tapi wanita yang siap sabar akan tetap utuh meski hatinya terluka.

Syaikh Ibnu ‘Atha’illah As-Sakandari berkata dalam Al-Hikam, “Jika Allah ingin memuliakan seorang hamba, Dia mengujinya terlebih dahulu.”

Ujian bukan tanda dibenci. Ujian adalah tanda bahwa seseorang sedang dipersiapkan untuk kemuliaan.
Bahagia Itu nikmat, sabar itu kedewasaan. Allah memberi nikmat sebagai bentuk kasih sayang dan Allah memberi kesabaran sebagai bentuk pemuliaan

Imam Al-Ghazali berkata, “Kesabaran adalah separuh dari iman.” Artinya, iman tanpa sabar akan selalu goyah. Wanita shalihah memahami bahwa hidup tidak selalu berjalan lurus. Namun ia tidak menggugat takdir. Ia menyikapinya dengan lapang dan tawakal.

Ia tidak mudah marah kepada keadaan. Ia tidak menuduh Allah saat hidup terasa berat. Ia tahu, setiap kesulitan membawa makna yang belum tentu langsung terlihat.

Kesabaran Wanita: Penyangga Keluarga

Dalam rumah tangga, wanita shalihah sering menjadi peneduh. Bukan karena ia lemah, tetapi karena ia kuat dalam menahan diri.

Ia tidak mengumbar keluh kesah.Ia tidak memperkeruh suasana saat masalah datang. Ia memilih menjaga adab kepada Allah dan kepada pasangannya.

Rasulullah SAW bersabda: “Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah.”

Wanita shalihah bukan yang sempurna, tetapi yang selalu kembali kepada Allah ketika lelah, dan tetap menjaga akhlak ketika hatinya diuji. Sabar bukan berarti pasrah tanpa usaha. Sabar adalah tetap ikhtiar mencari jalan keluar dan percaya bahwa Allah sedang bekerja.

Syaikh Ibnu ‘Atha’illah berkata, “Jangan biarkan tertundanya pertolongan membuatmu putus asa, karena Allah mengetahui waktu yang paling tepat untuk memberimu.”

Wanita shalihah tidak berhenti berharap hanya karena waktunya panjang. Ia tidak berhenti berdoa hanya karena jalannya sulit. Ia tahu bahwa Allah tidak pernah lalai.

Jadi Sob, wanita shalihah bukan hanya siap bahagia, ia juga siap sabar. Karena ia paham bahwa cinta sejati tidak hanya tumbuh di saat senang, tetapi menguat di saat ujian.

Oleh karena itu, pilihlah wanita shalihah. Selain dia adalah seindah-indah perhiasan dunia, dia juga membuatmu menjadi laki-laki beruntung dunia akhirat.

Rasulullah SAW bersabda, “Wanita itu dinikahi karena empat perkara: karena hartanya, keturunannya, kecantikannya,
dan karena agamanya. Maka pilihlah yang beragama, niscaya engkau beruntung.” (HR. Bukhari Muslim)

Wanita shalihah bukan hanya memanjakan di saat lapang, tetapi juga menguatkanmu di saat sempit, dan tetap setia ketika takdir sedang menguji. Barakallahufikum. []


Oleh: Nabila Zidane 
(Jurnalis)
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar