Topswara.com -- Rajab merupakan salah satu bulan yang dimuliakan oleh Allah. Pada bulan ini, kita dianjurkan untuk banyak beramal saleh karena setiap amalan akan dilipatgandakan pahalanya.
Rajab juga menjadi bulan istimewa karena berbagai peristiwa penting yang terjadi di dalamnya. Ada peristiwa Israk Mikraj yang terjadi pada tahun ke-10 kenabian. Saat itu, Rasulullah diperjalankan Allah dari Baituk Maqdis di Palestina menuju langit ketujuh untuk menerima perintah salat lima waktu.
Ada pula peristiwa Perang Tabuk yang terjadi pada Rajab 9 H (630 M) menghadapi Romawi Timur. Ini adalah perang yang sangat berat dikarenakan kondisinya yang berat saat akhir musim panas yang terik dan perbekalan yang tidak banyak. Namun, keteguhan iman kaum muslim mampu melewati masa itu.
Perang Yarmuk juga terjadi pada Rajab 15 H (636 M) di bawah pimpinan Khalid bin Walid. Perang enam hari ini berakhir dengan kemenangan telak pasukan muslim dan menjadi jalan penaklukan Palestina, Mesir, dan wilayah sekitarnya. Perang ini juga melemahkan kekuasaan Romawi di Syam.
Pembebasan Baitulmaqdis pertama dan kedua juga terjadi pada bulan Rajab. Lalu, yang paling menyesakkan adalah runtuhnya Khilafah Utsmaniyah pada 27 Rajab 1342 H (3 Maret 1924 M). Peristiwa inilah yang menjadi awal malapetaka besar bagi umat Islam. Ketiadaan Khilafah telah membawa umat Islam pada kehancuran dan kerusakan di segala sisi kehidupan
Sejak runtuhnya khilafah tersebut, umat kehilangan pelindungnya. Kesatuan umat Islam terkoyak. Umat Islam tercerai-berai dan terjajah. Umat Islam penindasan dan penderitaan luar biasa.
Ketiadaan khilafah juga menjadikan umat Islam harus hidup dalam sistem kapitalisme sekularisme. Pada awalnya, umat terpaksa, tetapi lama kelamaan umat sendiri yang sukarela menanggalkan Islam dan menerapkan sistem kapitalisme sebagai aturan kehidupannya.
Ini merupakan bentuk penentangan yang nyata atas hukum Allah. Hukum langit dicampakkan dan digantikan dengan sistem buatan manusia. Akibatnya, bencana besar pun menimpa umat Islam.
Negeri-negeri muslim terjajah dan mengalami penderitaan luar biasa seperti yang terjadi di Palestina, Rohingya, Xinjiang. Belum lagi penjajahan pemikiran dan budaya asing telah merusak generasi muslim begitu parahnya di segala sisi. Umat Islam juga terjajah secara ekonomi hingga kekayaannya pun dirampok oleh penjajah kafir.
Bencana tak hanya menimpa umat Islam akibat dicampaknya aturan Sang Pencipta, tetapi juga diderita oleh seluruh umat manusia di dunia. Kapitalisme global telah menimbulkan kekacauan dan kerusakan di mana-mana. Kekuasaan kapitalisme membuat manusia tega berbuat jahat kepada sesamanya.
Kejahatan merajalela. Ketidakadilan menimpa mereka yang lemah. Kesenjangan ekonomi terus melebar. Keserakahan merebak hingga merusakkan alam. Krisis lingkungan global terjadi dan mengancam kehidupan seluruh makhluk hidup.
Inilah akibat diabaikannya hukum langit, aturan Allah taala. Selama hukum manusia yang ditegakkan, maka selama itu pula bencana tak berhenti. Karena itu, menghentikannya dengan kembali menerapkan hukum langit menjadi sebuah keniscayaan.
Hendaklah kita mengambil pelajaran dari berbagai peristiwa penting di bulan Rajab sebagai momentum untuk membumikan hukum langit. Menjadikannya sebagai pendorong untuk bersegera kembali pada aturan-Nya. Perintah salat bukan sekadar untuk menegakkan ibadah mahdah, tetapi juga beribadah secara totalitas dengan menerapkan seluruh aturan Islam.
Perang yang terjadi pada bulan Rajab juga dapat diambil spirit perjuangannya dalam menegakkan kembali khilafah yang akan menerapkan hukum-hukum Allah.
Pembebasan Baitulmaqdis menjadi sangat relate dengan kondisi saat ini di mana banyak negeri muslim yang terjajah. Umat Islam mestinya menjadikan peristiwa tersebut untuk makin melecut semangat juang membebaskan diri dari sistem kufur buatan manusia.
Keruntuhan khilafah telah menjadi sumber penderitaan umat Islam yang hanya dapat dihentikan dengan tegaknya kembali. Hanya dengan tegaknya khilafah, penjajahan atas negeri-negeri muslim dapat dihapuskan.
Umat Islam akan bersatu dan kuat dalam naungan Khilafah Rasyidah. Umat ini akan kembali menjadi yang terbaik di muka bumi dan syariat Islam menjadi rahmat bagi seluruh alam.
Tegaknya khilafah adalah pasti karena ia janji Allah. Umat Islam mampu menegakkannya kembali sebagaimana sabda Rasulullah. Umat Islam mampu melakukannya karena punya teladan dari sahabat mulia Khulafaur Rasyiddin.
Umat Islam mampu karena di dalam darahnya mengalir spirit perjuangan yang diwarisi dari pahlawan besar seperti Khalid bin Walid, Sholahuddin Al-Ayyubi, Muhammad Al-Fatih, Al-Mu’tashim, Khalifah Salim III, Sultan Abdul Hamid, dan para khalifah lainnya.
Dengan adanya partai Islam ideologis yang mempersiapkan sekaligus mengawal perjuangan umat melanjutkan kembali kehidupan Islam. Bersama seluruh umat memperjuangkan tegaknya kembali khilafah. Ini adalah perjuangan agung dan pokok yang haruslah disambut dengan segenap jiwa raga.
Oleh: Nurcahyani
Aktivis Muslimah

0 Komentar