Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Palestina Masih Menangis: Kapan Penderitaan Mereka Berakhir?


Topswara.com -- Situasi kemanusiaan di Gaza, Palestina, kembali memburuk dan sangat mengkhawatirkan. Situasi Gaza yang disebut mengkhawatirkan ini sebagaimana pernyataan bersama Inggris, Kanada, Prancis, dan negara-negara lain pada Selasa (30/12/2025).

Negara-negara tersebut juga menyerukan Israel untuk mengambil tindakan mendesak. Namun, lembaga-lembaga kemanusiaan mengatakan bahwa jauh lebih banyak bantuan perlu masuk ke wilayah kecil dan padat penduduk tersebut dan bahwa Israel menghalangi masuknya barang-barang yang dibutuhkan
(tribunnews.com, 31/12/2025). 

Penderitaan rakyat Palestina niscaya akan terus berlangsung selama negara Israel tetap eksis, baik diakui ataupun tidak oleh dunia. Meminta Israel mengambil tindakan sama saja dengan mengizinkan Israel sebagai penjajah melakukan apa yang mereka inginkan selama ini. Yakni ingin mengambil alih Palestina.

Seperti apa yang telah terjadi saat ini dimana ekspansi permukiman ilegal Israel di wilayah pendudukan Tepi Barat, Palestina, mencapai tingkat tertinggi sepanjang sejarah pada 2025.

Koalisi sayap kanan Israel menyetujui jumlah permukiman dan proyek perumahan terbanyak, yang menurut kelompok hak asasi manusia (HAM) ditujukan untuk menganeksasi wilayah tersebut dan menghalangi pembentukan negara Palestina.

Pada Mei, Kabinet Keamanan Israel menyetujui pembangunan 22 permukiman ilegal baru di atas tanah Palestina di Tepi Barat, yang merupakan ekspansi terbesar dalam beberapa dekade terakhir
(antaranews.com, 2/1/2026). 

Israel akan terus mewujudkan cita-cita mereka yakni mendirikan Israel Raya dan menguasai politik ekonomi dunia dengan segala cara. Sungguh, membiarkan negara Israel tetap eksis sama dengan membiarkan Palestina menderita selamanya. 

Begitupun dengan berbagai tawaran penyelesaian yang dipimpin AS justru akan memosisikan Palestina ke dalam jurang penderitaan yang semakin dalam. 

Walaupun banyak pihak yang mengutuk dan memohon kebaikan Israel membuka bantuan kemanusiaan, tentu saja tak cukup untuk membebaskan penderitaan Palestina. Solusi satu-satunya untuk membebaskan Palestina adalah dengan memerangi Israel dan mengusir mereka dengan jihad.

Namun saat ini jihad tidak mungkin bisa dilakukan, karena para penguasa muslim telah melakukan pengkhianatan kepada Palestina dan kaum muslimin yang mereka pimpin. 

Pengkhianatan ini harus dihentikan dan kesadaran kaum muslimin untuk bangkit dan bersatu dalam naungan khilafah harus terus dikobarkan.

Harus ada upaya untuk meyakinkan umat Islam bahwa penderitaan Palestina baru akan berakhir jika ada negara adidaya khilafah yang menjadi junnah atau pelindung bagi rakyat nya. Termasuk melindungi dari segala bentuk ancaman dan penjajahan seperti apa yang dilakukan Israel kepada Palestina.

Juga harus mendorong dan menguatkan perjuangan menegakkan Khilafah Islam di tengah umat dan dunia internasional. Mengingatkan kembali status Palestina sebagai tanah milik umat Islam (kharajiyah). []


Oleh: Nita Nur Elipah
(Penulis lepas)
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar