Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Kekejian Akibat Salah Guna Media


Topswara.com -- Hingga hari ini game online masih menjadi sorotan membawa dampak buruk bagi anak-anak maupun remaja, mulai dari bullying, kekerasan bahkan sampai pembunuhan. Peristiwa semacam ini harusnya menjadi perhatian khusus bagi orangtua, masyarakat maupun pemimpin.

Berdasarkan Kompas.com, seorang ibu meregang nyawa ditangan anaknya yang berinisial AL usia 12tahun. Menggunakan pisau yang ada dirumahnya, dalam laporan tersebut kondisi keluarga sedang tertidur dan pelaku memulai aksinya dengan menusukan pisau ke tubuh ibunya. Kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 04.00 WIB rabu, (10/12/2025).

Menurut calvin, AL melukai ibunya menggunakan 2 pisau. Pisau pertama sempat di rampas sang kakak yang mengakibatkan tanggan kakaknya terluka, lalu AL kembali mengambil pisau kecil di dapur dan kakak berupaya menutup pintu kamar. Awalnya korban masih bernyawa, tetapi ketika mobil ambulan sampai kerumahnya kondisi ibunya sudah tidak lagi bernyawa.

Ada apa dengan game online?

Platform digital tidak netral termasuklah game online yang dengan mudah diakses oleh anak-anak. Banyak nilai dan ajaran yang merusak emosional, pola berpikir, maupun kesehatan mental. 

Semuanya dikemas dalam game yang seolah membawa kesenangan tetapi ketika ditelusuri mampu membawa dampak yang sangat merugikan bagi penggunanya.

Hari ini ruang digital sangat dimanfaatkan oleh kapitalisme global untuk meraup keuntungan tanpa memperdulikan kerusakan generasi dan kehidupan manusia. Game online sendiri tidak hanya diminati oleh anak-anak, dan remaja, bahkan orang dewasa pun banyak yang masih rela menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk berada di platform tersebut.

Alhasil, banyak waktu produktif yang terbuang bahkan sampai menjadikan game tersebut prioritas utama, dan lebih parahnya lagi tidak cukup merugikan diri sendiri tetapi bisa merugikan orang disekitarnya.

Terdapat konten-konten yang buruk di dalamnya baik berupa kekerasan maupun pornografi. Dalam platform tersebut juga disediakan ruang untuk berkomunikasi secara pribadi, sehingga tidak sedikit juga pengguna yang awalnya hanya mengenal dari suara kini bisa bertemu di dunia nyata. 

Akhirnya datang masalah baru lagi baik penculikan, penipuan maupun kekerasan seksual. Inilah bukti nyata negara tidak mampu melindungi generasi dari berbagai bahaya kerusakan yang ada di era digital hari ini.

Peran Negara dalam Menjaga Generasi

Islam mewajibkan negara menjaga dan melindungi generasi dari berbagai kerusakan, baik di dunia nyata maupun di dunia digitalisasi. Sebab hari ini kerusakan sudah merambah ke berbagai lini kehidupan. 

Generasi yang dibiarkan berlama-lama dalam pola hidup yang rusak tidak akan menciptakan sebuah peradaban yang gemilang.

Hari ini generasi dibuat tidur nyenyak dengan fasilitas yang ada, sehingga mereka tidak sadar sedang dijajah secara pemikiran.

Negara harusnya melawan hegemoni ruang digital yang dibuat oleh kapitalisme global dengan kekuatan dan kedaulatan digital. Negara juga yang memiliki wewenang dalam membatasi konten-konten atau aplikasi apa saja yang bisa diakses oleh masyarakat.

Negara harus memiliki peran dalam menjaga sistem pergaulan manusia dan senantiasa jadi pengontrol agar masyarakat tetap menjalankan kehidupannya sesuai dengan syariat Islam. 

Negara tidak boleh menerapkan sistem sekulerisme yang memisahkan agama dari kehidupan, sebab hal semacam ini lah yang membuat masyarakat bebas berperilaku.

Inilah bukti kerusakan sistem saat ini, berbeda dengan sistem Islam yang sudah dicontohkan oleh Rasulullah. Di dalam sistem Islam, kerusakan generasi bisa diatasi dengan tiga pilar yaitu ketakwaan individu, kontrol masyarakat dan perlindungan dari negara.

Maka dari itu di samping individu harus menjaga keimanannya, perlu juga masyarakat bahkan negara sebagai penjaganya. 

Dengan diterapkannya sistem Islam yang meliputi sistem sosial, ekonomi, pendidikan bahkan politik, negara akan mampu menjaga generasi untuk menjadi generasi penerus dalam peradaban Islam dan menjauhkan generasi dari kerusakan di era digital hari ini.

Sudah saatnya negara mengambil Islam sebagai sistem atau ideologi yang digunakan dalam mengatur urusan negara sebagaimana yang pernah dilakukan Rasulullah SAW ketika memimpin Daulah Islam di Madinah. 

Wallahu’alam bishawab.


Oleh: Dinar Kusrini
Aktivis Remaja
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar