Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Ilusi Penyelesaian Palestina di Bawah Bayang Zionis Yahudi


Topswara.com -- Serangan, pembunuhan, dan pengambilan wilayah Palestina oleh rezim Israel laknatullah terus berlangsung tanpa henti. Dari Gaza hingga Tepi Barat, rakyat Palestina hidup dalam kepungan senjata, blokade, dan teror yang dilegalkan oleh kekuatan militer Israel. 

Ironisnya, kejahatan ini dilakukan secara terang-terangan di hadapan dunia internasional yang mengaku menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan hak asasi manusia. 

Data terbaru, Israel melarang 37 organisasi kemanusiaan beroperasi di Palestina, sebuah langkah brutal yang secara nyata memperparah penderitaan rakyat sipil dan menutup akses bantuan bagi mereka yang terancam kelaparan, sakit, dan kematian.

Fakta-fakta ini menegaskan satu hal penting: penderitaan rakyat Palestina niscaya akan terus berlangsung selama negara Israel tetap ada dan berdiri, baik diakui maupun tidak oleh dunia. Keberadaan Israel sejak awal berdiri di atas penjajahan dan pengusiran, dan hingga hari ini watak tersebut tidak pernah berubah. 

Israel akan terus mewujudkan cita-cita mendirikan Israel Raya serta memperluas pengaruh politik dan ekonomi globalnya dengan segala cara, termasuk genosida, propaganda, dan manipulasi hukum internasional. Maka, membiarkan Israel tetap eksis sama dengan membiarkan Palestina menderita selamanya.

Berbagai tawaran penyelesaian konflik yang dipimpin Amerika Serikat dan sekutunya sejatinya hanyalah ilusi. Solusi dua negara, gencatan senjata sementara, hingga jalur diplomasi yang digadang-gadang justru memosisikan Palestina ke dalam jurang penderitaan yang makin dalam. 

Semua skema itu tidak pernah menyentuh akar masalah, yakni penjajahan itu sendiri. Mengutuk Israel, mengirim resolusi PBB, atau memohon agar bantuan kemanusiaan dibuka pun tidak cukup untuk membebaskan Palestina dari penindasan sistematis yang mereka alami.

Di sinilah konstruksi solusi sejati harus ditegakkan. Pengkhianatan para penguasa Muslim yang diam, berkompromi, bahkan bersekutu dengan penjajah harus dihentikan. Kesadaran kaum Muslimin untuk bangkit dan bersatu dalam naungan khilafah wajib terus dikobarkan. 

Umat Islam perlu diyakinkan bahwa penderitaan Palestina baru akan benar-benar berakhir jika ada negara adidaya khilafah yang berfungsi sebagai junnah yakni pelindung umat yang memiliki kekuatan politik dan militer untuk menghentikan agresi penjajah.

Perjuangan menegakkan khilafah Islam harus terus didorong dan dikuatkan, baik di tengah umat maupun di panggung internasional. Sebab Palestina bukan sekadar isu kemanusiaan, melainkan tanah milik umat Islam yang wajib dibebaskan. 

Selama umat tercerai-berai dan tunduk pada sistem dunia yang zalim, selama itu pula darah dan air mata Palestina akan terus mengalir.

Wallahu'alam bii sawaab.


Oleh: Siti Nurhasanah Fauziah, S.Ag.
Aktivis Muslimah
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar