Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Dua Sisi Wajah Gen Z di Era Digital


Topswara.com -- Di hadapan 74 peserta, tokoh Muslimah Kota Depok, Ustadzah Rushmilawati S.Pd., mengungkapkan ada dua sisi wajah Gen Z di era digital.

“Ada dua sisi wajah Gen Z di Era Digital,” terangnya dalam kajian bulanan Majelis Qur’an Ummahat, Generasi Muslim Pelopor Perubahan dan Tantangan di Era Digital, Ahad (21/12/2025) di Depok.

Ia pun mengibaratkan penggunaan gadget atau media sosial bagi Gen Z di era digital seperti pisau bermata dua. 

Pertama, sisi positif. “Jika digunakan ke hal yang positif bisa menjadi kebangkitan. Seperti muncul gerakan cepat berbasis media sosial (Arab Spring, BLM, #MeToo, Pro Palestina, demo 25 Agustus 2025),” imbuhnya.

Namun, terangnya, Gen Z bisa menjadi harapan kebangkitan jika disentuh mabda, karena generasi muda Muslim adalah aset umat dan agama, mereka harapan kebangkitan Islam. 

Kedua, sisi salah. “Jika penggunaan gadget pada hal yang salah akan memperburuk kahidupan anak-anak di masa yang akan datang. “Seperti meningkatnya masalah pinjol, judol, kekerasan seksual, perundungan dan kesehatan mental,” ujarnya.

Pasalnya, sebutnya, panggung digital merupakan standar moral platform yang mengikuti nilai Barat sekuler, konten sekuler hiburan diprioritaskan, konten idologis ditekan, larangan terselubung secara otomatis pada konten politik Islam, dan terbentuk filter gelembung sekuler di kehidupan Gen Z.

Lanjutnya, Gen Z juga bisa menjadi aktor politik yang kuat. “Influencer sebagai agen ideologis, dijadikan panutan model baru menggantikan ulama atau orang tua. Namun, grand global mensponsori mereka untuk memasarkan gaya hidup kapitalis. Tanpa panduan Islam aktivisme dapat meleset dari perjuangan hakiki umat,” sebutnya.

Ia pun mengajak untuk sama-sama selamatkan generasi Muslim dari sisi negatif penggunaan gadget atau media sosial. 

“Marilah kita selamatkan generasi Muslim dengan membangun kembali profil generasi Muslim dan memandu aktivisme agar diarahkan perjuangan Islam yang benar, sebagaimana firman Allah SWT dalam surah an-Nisa ayat 9 yang artinya, “Hendaklah merasa takut orang-orang yang seandainya (mati) meninggalkan setelah mereka, keturunan yang lemah (yang) mereka khawatir terhadapnya. Maka bertakwalah kepada Allah dan berbicaralah dengan tutur kata yang benar, dalam hal menjaga hak-hak keturunannya”,” pungkasnya.[] Nusroh
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar