Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Bencana di Aceh, Lewat Sebulan Belum Tuntas Penanganan


Topswara.com -- Sebulan lebih bencana alam di Sumatra dan aceh, namun tidak semua wilayah sudah terakses bantuan dan penanganan. Menurut detiknews (15/01/2026) masih ada 24 desa/Gampong yang ada wilayah Aceh Tengah yang belum tersentuh bantuan. Masih banyak pula jembatan dan jalan yang putus dan rusak berat. 

Anehnya negara tidak juga turun tangan untuk menyelesaikan sarana pendukung bencana, seperti alat berat dan kebutuhan pokok pada penduduk. Supaya penduduk terdampak bencana dapat bertahan hidup dan para relawan bisa menyingkirkan kayu kayu besar dan lumpur yang merendam rumah warga. 

Agar akses jalan yang rusak bisa di perbaiki, mirisnya negara tidak segera memberikan bantuan itu bahkan negara menolak bantuan yang di tawarkan oleh asing hanya demi harga diri semata.

Sampai saat ini penduduk yang terkena bencana masih kesulitan untuk hidup dengan baik, mereka belum mendapatkan tempat tinggal yang layak huni, bahkan air bersih dan makanan sehari hari masih sulit untuk mereka dapatkan. 

Ini di karenakan akses jalan yang masih terendam lumpur dan jembatan yang putus. Warga harus berjalan pulang pergi sehari untuk menukar barang yang masih dipunyai dengan beras.

Di sisi lain, kebutuhan sembako naik bahkan sulit untuk di dapatkan kaya BBM dan gas, sejak bencana terjadi ke butuhan pokok sulit di dapati. Kalau ada harganya sangat mahal, entak pengusaha mana yang tidak punya hati nurani yang mengambil keuntungan di tengah musih yang di alamat warga setempat.

Kalau saja penguasa sekarang mengerti bahwa kekuasaanya saat ini, nantinya akan ditanyak oleh Allah. Apakah mereka sudah menjalankan amanahnya sebagai pemimpin rakyat pasti mereka tidak akan lamban bahkan lalai dalam menyelesaikan bencana yang menimpah rakyat hanya untuk ego semata.

Pemimpin negeri ini tidak faham, bahwa rakyat yang terkena musibah nanti akan minta pertanggung jawaban di hadapan Allah, gimana bisa seorang pemimpin bisa tidur di kasur yang empuk dan setiap hari makan enak, tetapi mereka sanggup melihat rakyatnya tidur kedinginan dan dalam keadaan lapar. Di mana perasaan dan hati nurani para pemimpin negeri ini.

Sistem saat ini, mengajarkan para pemimpin berlomba lomba untuk membohongi rakyat lewat pemilihan umum yang makan biyaya tinggi. Ketika meminta suara rakyat, degan slogan pilih saya nanti kalau saya menang akan menjadikan rakyat seperti inii dan itu. 

Itu sudah terbiasa terjadi di negeri ini jika menjelang pemilu nyatanya tidak ada satu pun dari wakil rakyat itu yang menyuarakan ke inginan rakyat. Karena mereka bisa menang saat pemilu itu karena modal yang besar bukan karena pemahaman politiknya benar.

Di sisi lain, orang orang yang memiliki kemampuan untuk memimpin tidak di beri ke sempatan. Karena sudah di curigai bahwa mereka membawa aturan Islam dari arab, Dalam pandangan pendukung demokrasi itu akan memecah persatuan NKRI.

Sistem demokrasi yang di terapkan saat ini sudah terbukti membuat rakyat negeri ini sangat menderita seperti, pendidikan, kesehatan mahal, ekonomi sulit, pergaulan rusak, akidah lemah, politik dan tidak ada yang menjamin ke amanan rakyat. 

Tetapi dari fakta ini tidak ada orang yang mau mengganti sistem saat ini, pada hal orang orang yang berkuasa saat ini yang membuat hidup rakyat susah. Karena mereka yang membuat kebijakan dan menerapkannya 

Dari aturan yang penguasa keluarkan akhirnya sumber daya alam di jarah habis habisan oleh pengusaha seperti, penjarahan hutan dengan alasan investasi. Yang menguntungkan elit politik dan pengusaha saja, pada dal mereka sesungguhnya yang bertanggung jawab atas kerusakan alam dan bencana yang menimpah rakyat Sumatra dan Aceh saat ini

Dengan berbagai contoh peguasah saat ini rakyat sendiri juga sulit untuk di ajak keluar dari sistem demokrasi, setiap lima tahun sekali rakyat masih menjalankan pemilihan umum dan berharap pemimpin berikutnya mampu membawah perubahan yang baik pada hidupnya. Apa dasarnya Ada sistem yang lain yang mampu menjamin kesejahteraan buat rakyat yaitu sistem islam.

Lambatnya mengatasi musibah yang terjadi di Aceh dan Sumatra, karena tidak ada tanggung jawab dari pemimpin negeri ini, seharusnya seorang pemimpin itu mengurusi dan melindungi rakyatnya, tetapi pemimpin dalam sistem demokrasi kapitalis saat ini tidak bisa melakukan pemulihan pasca bencana.

Sikap pemimpin kapitalis berbeda jauh dengan sistem Islam, karena para pemimpin dalam sistem Islam mereka mengambil contoh dari Rasulullah ketika menjadi seorang khalifah.sebagaimana Rasulullah sampaikan, Imam (khalifah) adalah pengurus rakyat dan ia bertanggung jawab atas pengurusan rakyatnya.” (HR Bukhari).

Maka dengan sikap pemimpin sebagai pelindung bagi rakyatnya, Maka dia akan melindungi seluruh rakyat yang terkena bencana alam dan menyelesaikan masalah pasca bencana, semua itu di lakukan dengan tanggap dan terorganisasi dengan baik. 

Karena mereka sadar keterlambatan dari pemimpin dalam mengatasi bencana akan ada balasannya di hadapan Allah nantinya.

Maka negara, berusaha semaksimal mungkin untuk melakukan pemulihan bencana tanpa memperhitungkan untung ruginya. Negara akan membenahi jalan yang rusak, jembatan yang terputus supaya bantuan makanan bisa di salurkan ke tempat bencana.

Negara juga akan menyediakan berbagai peralatan berat untuk memulihkan wilayah yang terkena bencana dan mengutus para ahli yang di butuhkan seperti tim kesehatan dan berbagai logistik lain yang di perlukan serta kendaraan yang mampu mencapai seluruh wilayah yang terkena bencana.

Dalam sistem Islam negara bertanggung jawab penuh kepada semua orang yang terkena musibah dari segi makanya, tempat tinggalnya, keamanan dan kesehatannya semua di cukupi oleh negara. 

Dengan penerapan aturan ekonomi Islam. Pemimpin negara atau khalifah menyiapkan dana yang ada di baitul mal untuk menangani masalah bencana alam.

Jika khas negara kosong, maka Kholifah akan meminta sumbangan khususnya pada kaum muslimin yang kaya saja untuk menangani bencana dan dananya di kumpulkan di Baitulmaal. Jika bencana sudah bisa di atasi sumbangan di hentikan atas perintah khalifah.

Maka supaya bencana alam tidak terulang lagi, negara menjalankan berbagai progam berjenjang seperti melakukan penghijauan hutan, menamam pohon di tanah yang memiliki resapan air mengolah sumber alam dengan baik untuk kepentingan rakyatnya. Karena aturan dalam Islam hutan, air, api atau batu bara itu milik umum. 

Maka swasta dan asing tidak di beri ijin untuk mendapatkan hasil alam tersebut. Negara akan mengolah secara penuh dan hasilnya di kembalikan untuk memenuhi kebutuhan rakyatnya seperti pendidikan, kesehatan dan keamanan.

Itulah yang akan terjadi jika sistem Islam yang di terapkan, karena Islam datang untuk menjaga kehormatan, nyawa dan harta semua orang lewat syariat Islam. Maka pemimpin dalam sistem Islam akan menjaga amanah yang di berikan padanya dengan baik dan benar demi kemaslahatan manusia. mari kita kembali pada aturan Islam.


Oleh: Kanti Rahayu 
(Aliansi Penulis Rindu Islam)
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar