Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Akidah dan Bonding Itu Paket Kombo


Topswara.com -- Kadang kita terlalu sibuk
memikirkan masa depan anak, sampai lupa membangun kedekatan dengan anak hari ini. Padahal bonding itu bukan bonus. Bonding itu investasi masa tua.

Anak yang hari ini sering dipeluk, didengar ceritanya, dan ditemani recehnya, besok bukan cuma jadi orang sukses, tetapi jadi orang yang ingin pulang. Kalau sejak kecil anak merasa rumah itu aman, ibu dan ayah itu nyaman, maka saat dewasa dunia memanggilnya pergi, hatinya tetap tahu ke mana harus kembali.

Anak Itu Bukan Proyek, tetapi Amanah

Islam memandang anak bukan sekadar “hasil pernikahan”, tetapi amanah dari Allah. Rasulullah SAW bersabda, “Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Artinya, anak bukan cuma ditanya nilainya di rapor, tapi juga bagaimana hatinya, imannya, dan jiwanya.

Imam Al-Ghazali berkata, “anak adalah permata yang masih mentah. Orang tuanya yang membentuknya menjadi berharga atau sebaliknya.”

Kalau sejak kecil ia dibesarkan dengan kasih sayang, tauhid, dan teladan, maka ia akan tumbuh dengan hati yang hidup. Kalau dibesarkan dengan bentakan, abai, sibuk kegiatan sendiri dan sibuk gawai, maka ia tumbuh dengan hati yang jauh.

Bonding itu bukan soal mewah. Bonding bukan soal jalan-jalan mahal. Kadang bonding itu cuma makan bareng, ditemani ngerjain PR, dengerin cerita anak yang muter-muter, atau sekadar ngobrol receh sambil minum teh. Tetapi dari situlah anak belajar, “oh, aku penting di hidup orang tuaku.” Dan anak yang merasa penting, tidak akan mencari pengakuan di tempat yang salah.

Akidah dan Bonding Itu Paket Kombo

Bonding tanpa akidah bisa melahirkan anak manja. Akidah tanpa bonding bisa melahirkan anak kaku. Tetapi kalau bonding plus akidah, lahirlah anak yang:
mencintai orang tuanya, menghormati nasihat, dan takut menyakiti hati mereka karena takut pada Allah.

Imam Ibnul Qayyim berkata, “barangsiapa menanamkan iman pada anaknya sejak kecil, maka iman itu akan menjadi penjaga saat orang tuanya telah lemah.”

Nah ini bagian pentingnya, Sob. Sekarang kita masih kuat. Masih bisa jalan, kerja, dan mengurus segalanya sendirian.
Tetapi nanti, ada fase kita mulai lambat, pelupa, dan butuh ditemani. Di saat itulah hasil bonding dan penanaman akidah diuji.

Anak yang dulu dekat dan dibina dengan iman, tidak akan melihat orang tuanya sebagai beban. Ia akan melihatnya sebagai ladang pahala.

Rasulullah SAW bersabda, “jika manusia meninggal, terputus amalnya kecuali tiga: sedekah jariyah, ilmu bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.”

Anak salih itu bukan muncul tiba-tiba. Ia dibentuk dari rumah yang hangat, hati yang terikat, dan iman yang ditanam sejak kecil.

Jadi Sob, kalau hari ini anak rewel, minta ditemani, atau cerewet tidak jelas, jangan buru-buru capek. Itu bukan gangguan. Itu sedang menabung kebahagiaan untuk masa tua kita.

Bonding hari ini, doa anak besok, dan pahala yang terus mengalir sampai kita sudah tak bisa apa-apa. Lumayan kan, investasi yang hasilnya sampai akhirat.
Barakallahufikum. []


Oleh: Nabila Zidane
(Jurnalis)
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar