Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Narkoba Dibiarkan, Generasi Terpuruk


Topswara.com -- Jalan Kunti yang berada di Kecamatan Semampir Kota Surabaya seolah menjadi saksi bisu peredaran narkoba. Sudah sejak lama jalan ini dijadikan tempat untuk bertransaksi narkoba dimana bedeng-bedeng kecil yang terbuat dari kayu kerap digunakan untuk transaksi dan pesta sabu.

Hal ini diperkuat dengan temuan aparat ketika mendapati beberapa kasus penggrebekan peredaran narkoba di wilayah ini. Tak heran jika jalan Kunti ini diberikan julukan Kampung Narkoba.

Badan Narkotika Nasional Propinsi (BNNP) Jawa Timur juga telah melakukan tes urine pada 50 siswa SMP disekitar jalan Kunti untuk mengecek apakah para pelajar ini mengkonsumsi narkoba. Hasilnya sangat mencengangkan 15 dari 50 pelajar yang dilakukan tes ternyata positif pengguna narkoba aktif (kumparannews/14/11/25)

Untuk menangani kasus ini pemerintah bukan tanpa upaya yaitu dengan menggandeng aparat dan BNNP Jawa Timur untuk menanggulangi hal tersebut.
Namun sayangnya solusi yang ditawarkan tidaklah sampai ke akar permasalahan hingga kasus narkoba ini justru dipupuk karena aparat hanya menanggulangi masalah yang ada di permukaannya saja. 

Bagaimanapun juga ketika transaksi jual beli narkoba sudah diupayakan untuk dicegah, individu diperbaiki dan orang tua telah mendapatkan bimbingan untuk mendidik anaknya namun para produsen tetap memproduksi narkoba maka peredarannya sulit untuk diberantas secara tuntas.

Maraknya kasus peredaran narkoba yang membuat generasi semakin terpuruk juga tak lepas dari hilangnya nilai keimanan dalam diri remaja dan hilangnya makna kebahagiaan hakiki sehingga mudah terjebak narkoba.

Rapuhnya keimanan berlandaskan akidah Islam membuat remaja semakin hilang kendali tentang apa hakekat kehidupan.
Tanpa keyakinan yang benar akan sangat mudah bagi mereka mencari kebahagiaan semu yang justru merusak diri mereka sendiri.

Banyaknya kasus peredaran narkoba juga karena terjadi secara sistemis dan terstruktur akibat dari adanya peran para oknum aparat yang ikut melindungi produksi serta peredaran narkoba untuk mencari keuntungan pribadi.

Jika kampung narkoba ini dibiarkan maka akan menjadi malapetaka bagi para remaja bahkan seluruh generasi. 
Beredarnya narkoba yang makin dipupuk oleh sistem yang terstruktur akan membuat generasi terpuruk karena mereka sebagai target pemasaran narkoba hingga membuat masa depan hancur.

Generasi Harus Bangkit dengan Peran Negara yang Melindungi

Sudah saatnya generasi bangkit, dimulai dari penguatan diri dan keluarga serta sistem pendidikan. Memperkuat akidah para remaja yaitu keyakinan menyeluruh dalam Islam. Menyadarkan generasi melalui proses berpikir menemukan pondasi dasar keimanan yang hakiki bukan sekedar doktrin.

Proses berpikir dari mana manusia, alam semesta dan kehidupan ini berasal, untuk apa sejatinya kita diciptakan oleh Sang Pencipta serta akan kemana kita setelah kematian. Ketiga pertanyaan mendasar ini jika ditelaah dari proses berpikir akan menemukan jawaban yang membawa pada perubahan. 

Sejatinya kita berasal dari Zat yang menciptakan dan mengatur dialah Allah. Kita diciptakan oleh Allah tak lain untuk beribadah yaitu menjalankan seluruh perintah dan menjauhi laranganNya sesuai dengan Al Qur'an surat Ad Dzariat ayat 56 yang artinya "Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku."

Pemahaman tentang setelah kematian kita akan kembali kepada Allah dan kelak akan mempertanggungjawabkan seluruh amal perbuatan kita juga akan didapatkan oleh para remaja.

Dengan bermodal pemahaman dan keyakinan dari proses berpikir tersebut maka akan yakin bahwa konsekuensi dari keimanan adalah menjalankan syariat Islam secara kaffah. 

Termasuk perintahNya untuk menjauhi segala hal yang memabukkan dan merusak karena hukum narkoba disamakan dengan khamr yang memabukkan dan menghilangkan akal sehat.

Islam juga mengajarkan bahwa hakekat kebahagiaan seorang muslim adalah ketika mampu meraih ridho Allah. Cara agar Allah ridho dengan taat menjalankan perintah dan menjauhi laranganNya
bukan dengan kebahagiaan semu yang ditawarkan oleh efek narkoba yaitu kebahagiaan sesaat namun merusak tubuh.

Upaya selanjutnya untuk mencegah generasi dari kerapuhan akibat merajalelanya narkoba adalah peran negara yang melindungi remaja dari bahaya narkoba.

Negara seharusnya berperan sebagai perisai melindungi dari pengaruh buruk apapun termasuk akibat buruk narkoba. Negara akan mampu memberantas narkoba sampai ke akarnya dengan menerapkan sanksi yang berat sesuai hukum Islam bagi para produsen maupun para pengedar narkoba serta oknum aparat yang ikut memuluskan praktek peredaran narkoba.

Karena negara punya wewenang penuh untuk menjalankannya. Bagaimanapun juga kemungkaran tidak boleh dibiarkan merajalela. Dan sesungguhnya hanya sistem Islam yang mampu merealisasikan hukum Islam untuk diterapkan dalam bingkai Daulah Khilafah guna meraih kesejahteraan dan keselamatan seluruh umat.

Wallahu alam bissawab.


Oleh: Sri Fatona Wijayanti
Pemerhati Sosial
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar