Topswara.com -- Maraknya penculikan anak akhir-akhir ini menjadi momok yang menakutkan bagi masyarakat, khususnya para orang tua yang mempunyai balita. Tidak sedikit kasus yang terkuak dan menjadi terbuka dengan diawali kasus penculikan anak yang terjadi di Makasar.
Seperti dilansir di Tribunnews, Peristiwa penculikan Bilqis Ramdhani (4) masih menjadi perbincangan publik.
Bilqis Ramdhani menjadi korban penculikan di Taman Pakui Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Tribunnews, (2, November 2025)
Dari kasus yang terjadi pada Bilqis di Makasar, tentu saja ada motif yang melatar belakanginya. Apapun yang menjadi latar belakang berbagai kasus penculikan tersebut tentu sebagai orang tua wajib waspada terhadap hal tersebut.
Untuk itulah perlu adanya kerja sama antara masyarakat dan negara dalam upaya melindungi anak-anak yang notabene sebagai warga negara.
Peran negara disini sangatlah penting dalam menciptakan suasana lingkungan yang aman dan tentram, sehingga masyarakat tidak dihantui dengan kasus-kasus penculikan. Adanya jaminan keamanan bagi warga menjadi tugas utama dari pemerintah sebagai penguasa dan Institusi tertinggi di negeri ini.
Dari kasus-kasus penculikan yang terjadi rata-rata motif penculik adalah uang, hal ini membuktikan bahwa saat ini negara abai terhadap warganya, terutama dalam hal menjamin kesejahteraan ekonomi masyarakat.
Sehingga saat ini banyak orang yang nekat melakukan berbagai cara untuk mendapatkan uang dengan cara-cara keji, karena kebutuhan hidup yang semakin sulit dipenuhi.
Bukan hanya kasus penculikan yang bikin ngeri saat ini, barbagai kasus kejahatan juga terjadi akibat himpitan ekonomi yang semakin sulit, susahnya mencari lapangan pekerjaan, maraknya PHK dan tentunya hal tersebut memicu tindakan-tindakan kriminal.
Jadi wajar jika saat ini makin banyak orang yang putus asa dan melakukan hal-hal nekat yang membahayakan dirinya dan orang lain.
Negara Wajib Melindungi Rakyatnya
Seperti sebuah mata rantai yang tersambung, peristiwa kehidupan saat ini tidak terlepas dari tanggung jawab seorang pemimpin. Negara tentu saja bertanggung jawab penuh akan adanya rasa ketenangan hidup rakyatnya.
Negara tidak boleh egois yang hanya memperhatikan kesejahteraan jajaran pemerintahannya saja, namun perlu diingat ada ratusan juta rakyat dibawahnya yang wajib dilindungi dan diurus, diperhatikan kebutuhan hidupnya, dipenuhi segala sesuatunya, baik dari kebutuhan sandang, pangan maupun papan, kesehatan, pendidikan, terlebih kebutuhan akan rasa aman dalam berinteraksi sosial dengan masyarakat lainnya.
Islam Menjamin Ketenangan Hidup
Ketenangan hidup hanya akan diperoleh jika negara saat ini betul-betul meriayah rakyatnya dengan hukum yang bersumber dari Sang Khaliq, aturan yang menentramkan hati, melindungi darah dan hartanya.
Negara tidak akan membiarkan rakyatnya hidup dalam ketakutan, baik karena faktor ekonomi ataupun faktor keamanan dalam negerinya. Pemimpin sejati akan selalu berada digarda terdepan dalam melindungi rakyatnya, sehingga rakyat akan merasa aman dalam menjalani kehidupannya.
Dalam Islam tindak kejahatan akan dihukum sesuai kejahatannya, hukum Islam bukan hanya sebagai penebus dosa di akhirat kelak, namun akan membuat jera para pelaku, sehingga mereka akan berpikir ribuan kali untuk melakukan tindakan kriminal. Dan hanya dalam Islamlah kehidupan aman, tentram dan nyaman akan terwujud.
"Barang siapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya." (Q.S Al Maidah : 32)
Wallahu'alam.
Oleh: Haryati, S.Pd.I.
Pendidik di Kota Bogor

0 Komentar