Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Derita Gaza Belum Berakhir


Topswara.com -- Musim dingin telah tiba di Gaza Palestina. Hujan musim dingin di Gaza membuat kondisi semakin memprihatinkan. Badan PBB untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat (UNRWA) mengatakan hujan yang mengguyur Jalur Gaza memperburuk situasi sudah sangat mengkhawatirkan di wilayah tersebut.

Dilaporkan bahwa keluarga di Jalur Gaza terpaksa mencari pengungsian, termasuk di tenda-tenda darurat. Dalam pernyataan yang dirilis pada Sabtu, UNRWA menegaskan bahwa bantuan peralatan untuk tempat tinggal sangat dibutuhkan di Gaza (antaranews.com,15/11/2025).

Derita di Gaza benar-benar belum berakhir, kini ditambah memasuki musim hujan dan seringkali tenda mereka dibanjiri oleh air. Untuk istirahat pun mereka tak bisa. Sungguh ini menambah penderitaan yang selama ini mereka rasakan. 

Krisis yang terjadi di Gaza ini menunjukkan bahwa  gencatan senjata yang berulang kali dilakukan oleh Yahudi Zionis bukan solusi, karena akar masalahnya adalah penjajahan. Penjajah Zionis harus di usir dari tanah Palestina dan di perangi oleh tentara kaum muslimin.

Namun semua itu tak mungkin dilakukan oleh para penguasa muslim hari ini, karena mereka dibelenggu oleh perjanjian dan kepentingan masing-masing. Kepentingan mereka telah mengalahkan ikatan akidah saudara sesama muslim. 

Bahkan mereka justru mendukung Yahudi zionis dengan menyepakati solusi dua negara. Atau yang baru-baru ini terkait persetujuan adanya militer internasional untuk melucuti senjata para mujahidin. Sungguh ini adalah pengkianatan yang sangat nyata.

Begitupun dunia yang kini mulai menganggap bahwa Gaza sudah baik-baik saja. Padahal krisis semakin memburuk karena berada di bawah kendali AS. AS secara terang-terangan ingin mengambil alih Gaza demi kepentingan mereka.

Barat dan sekutunya seolah memberikan solusi bagi penderitaan masyarakat Gaza. Namun sejatinya solusi Barat ini telah terbukti tidak akan pernah menyelesaikan masalah Palestina, justru mereka ingin melanggengkan penjajahan di sana. Menancapkan dan melanggengkan hegemoni kapitalisme di Palestina.

Solusi hakiki bagi permasalahan Palestina adalah dengan menjadikan Islam sebagai pegangan para pemimpin negeri-negeri Muslim. Para pemimpin negeri muslim tidak boleh bergantung kepada negara Barat seperti AS yang sudah jelas musuh bagi Islam dan kaum muslimin.

Jika negeri-negeri muslim bersatu maka percayalah bahwa Yahudi Zionis dan para pendukung nya akan mampu di kalahkan. Para pemimpin muslim harus yakin dan percaya diri bahwa jika mereka memegang teguh Islam, mereka akan menjadi kuat dan tak terkalahkan oleh siapapun. Maka persatuan inilah yang harus disadari oleh para pemimpin muslim.

Dalam persatuan itulah Gaza bisa di bebaskan. Yakni dengan jihad dan khilafah. Khilafah adalah junnah (perisai) yang akan menghapus segala bentuk penjajahan atas warganya. Solusi hakiki ini harus terus dan semakin dikeraskan melalui dakwah Islam ideologis. []


Oleh: Nita Nur Elipah
(Penulis Lepas)
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar