Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Tersenyum dan Berwajah Ceria: Bagian dari Syariat Islam

Topswara.com -- Sebagai umat Islam, terlebih jika dirimu adalah seorang pengemban dakwah maka jangan pernah keluar rumah dalam suasana muka sedih dan cemberut, usahakan selalu ceria. Karena dia tahu, apapun yang sedang menimpa dia apakah itu nikmat dan cobaan semuanya dari Allah SWT. 

Bersyukur jika diberi nikmat dan bersabar saat diuji. Sehingga hidup di segala kondisi tidak menjadi masalah bagi dia. 

Ingat, tersenyum dan berwajah ceria adalah bagian dari syariat Islam. Jangan menuruti hawa nafsu setan karena sebagian ulama mengatakan bahwa setan akan selalu membesar-besarkan permasalahan. Baru buka mata mulai berpikir kembali ibadah tiba-tiba setan sudah membisikkan berbagai macam beban hidup, itu harus segera membaca ta'awudz dan istighfar. 

Sebenarnya masalah yang sedang dihadapi itu adalah masalah kecil, tapi karena bisikan setan mulai dibesar-besarkan, seakan-akan akan hancur, enggak. Segera tenangkan diri.

Makanya Allah SWT sebutkan orang yang masuk surga nanti jiwa yang mutmainah,

يٰٓاَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَىِٕنَّةُۙ ارْجِعِيْٓ اِلٰى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً ۚ فَادْخُلِيْ فِيْ عِبٰدِيْۙ وَادْخُلِيْ جَنَّتِيْ 

"Wahai jiwa yang tenang! Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridha dan diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku" (QS. Al-Fajr [89]: 27-30).

Jiwa yang tenang, jiwa yang selalu tenang, dewasa, tidak tergesa-gesa. Jalani hidup ini dengan penuh kegembiraan. Jangan memperbandingkan hidup kita dengan orang lain. Sebab hidup adalah perjalanan memperbanyak amal salih kita sendiri, bukan pertandingan dunia.

So, sebagai seorang Muslim harus ceria. Tunjukkan kegembiraan karena Allah masih memberi kita kesempatan bisa bernafas gratis, masih bisa melihat kebesaran Allah, masih bisa ngobrol, masih bisa beraktivitas dakwah dan lain-lain. 

Memperlihatkan nikmat-nikmat tersebut dengan ceria adalah bagian dari mensyukuri nikmat, tidak boleh memperlihatkan muka selalu cemberut, keluh kesah itu tidak perlu.

Kuncinya lapang dada, fokus kepada nikmat bukan kepada musibah. Nikmat iman, nikmat sehat, nikmat tenang, nikmat sabar, nikmat ilmu dan masih banyak lagi. Masya Allah tabarakallah. Alhamdulillah, senyum dan cerialah kembali saudaraku di mana pun kalian berada. []


Oleh: Nabila Zidane
(Jurnalis)
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar