Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Sibukkan Diri dengan Sesuatu yang Bermanfaat


Topswara.com -- Tentu, ada banyak cara untuk sibukkan diri dengan aktivitas yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Berikut adalah beberapa ide:

1. Sukarelawan di Organisasi Amal: Bergabung dengan organisasi amal lokal atau lembaga sukarelawan yang bekerja untuk menyokong masyarakat yang membutuhkan. Anda bisa membantu di dapur makanan, tempat penampungan, atau mengajar anak-anak.

2. Belajar dan Berbagi Pengetahuan: Manfaatkan waktu untuk belajar hal-hal baru yang bisa Anda bagikan dengan orang lain. Misalnya, Anda bisa belajar keterampilan baru seperti memasak, memperbaiki barang elektronik, atau mempelajari bahasa asing, lalu mengajarkan kepada orang lain yang membutuhkan.

3. Mentor atau Bimbingan: Jika Anda memiliki pengetahuan atau keterampilan khusus dalam bidang tertentu, Anda bisa menjadi mentor bagi seseorang yang ingin belajar. Ini bisa menjadi peluang yang sangat bermanfaat bagi kedua belah pihak.

4. Dukung Usaha Kecil: Beli barang atau layanan dari usaha kecil di komunitas Anda, atau bantu promosikan produk mereka melalui media sosial atau mulut ke mulut.

5. Donasi: Jika memungkinkan, berikan sumbangan kepada organisasi atau lembaga amal yang mendukung tujuan yang Anda pedulikan, seperti pendidikan, kesehatan, lingkungan, atau bantuan bencana.

6. Aktivitas Kreatif: Gunakan waktu luang Anda untuk melakukan aktivitas kreatif yang bisa memberikan inspirasi atau hiburan bagi orang lain, seperti menulis cerita atau puisi, membuat seni visual, atau merekam musik.

7. Pelajari Keterampilan Baru: Manfaatkan waktu Anda untuk meningkatkan keterampilan Anda dalam bidang tertentu yang bisa bermanfaat bagi karier atau kehidupan sehari-hari Anda.

8. Berkomunikasi dengan Keluarga dan Teman: Sibukkan diri Anda dengan menjaga hubungan yang baik dengan keluarga dan teman-teman Anda. Waktu yang dihabiskan bersama mereka bisa memberikan dukungan dan kebahagiaan bagi semua pihak.

Yang penting adalah menemukan cara untuk menggunakan waktu dan energi Anda dengan cara yang positif dan memberi dampak baik bagi diri sendiri dan orang lain.

Jika Allah menghendaki kebaikan bagi seorang hamba, maka dia memperbaikinya, menjadikannya bertanya tentang sesuatu yang penting baginya dan mengajarkan apa yang bermanfaat Demikian kata Ibnu Masúd

Istilah yang disebutkan adalah sebuah hadis yang terkenal yang disebutkan oleh Ibnu Mas'ud, salah satu sahabat Nabi Muhammad ﷺ. Hadis ini menggambarkan konsep bahwa Allah SWT membimbing hamba-Nya menuju kebaikan dan kebenaran dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan mengarahkan mereka untuk bertanya tentang hal-hal yang penting dan memberikan pemahaman yang bermanfaat.

Ini menunjukkan bahwa dalam pencarian pengetahuan dan kebijaksanaan, seorang hamba harus aktif dalam mencari petunjuk dan belajar dari yang terbaik. Allah SWT akan memberikan bimbingan kepada hamba-Nya yang mencari kebaikan dan meminta petunjuk-Nya. Dengan demikian, penting bagi kita untuk terus belajar, bertanya, dan memperbaiki diri kita sendiri agar kita dapat menjadi hamba yang lebih baik dan lebih bijaksana dalam menjalani kehidupan ini.

Hasan al-Bashri berkata, "Di antara tanda keberpalingan Allah dari seorang hamba adalah menjadikan seorang hamba sibuk dengan sesuatu yang tidak bermanfaat baginya." 

Benar, pernyataan tersebut berasal dari Hasan al-Bashri, seorang ulama terkenal dari masa Salaf yang merupakan periode awal Islam. Pernyataannya menggarisbawahi pentingnya menggunakan waktu dan energi dengan bijaksana. Hasan al-Bashri menyoroti bahwa salah satu tanda bahwa seseorang telah menjauh dari rahmat Allah adalah ketika dia sibuk dengan hal-hal yang tidak memberikan manfaat baginya, baik di dunia maupun di akhirat.

Pernyataan ini menekankan pentingnya kesadaran dalam memilih aktivitas yang dilakukan setiap hari. Seorang hamba seharusnya berusaha untuk menggunakan waktu, energi, dan bakatnya untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat bagi dirinya sendiri dan orang lain, serta yang mendekatkannya kepada Allah SWT. 

Menghabiskan waktu dengan kegiatan yang tidak bermanfaat atau bahkan merugikan bisa menjadi pertanda bahwa seseorang telah menyia-nyiakan nikmat yang diberikan oleh Allah dan tidak memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya. Oleh karena itu, penting bagi setiap individu untuk selalu memeriksa dan mengevaluasi bagaimana mereka menggunakan waktu mereka, dan berusaha untuk menjalani hidup dengan tujuan yang jelas dan bermanfaat.

Sibukkan diri kita tiap hari melakukan yang wajib dan sunnah, kalau ada yang mubah cari mana yang bermanfaat dan menunjang visi akherat, tinggalkan yang makhruh, campakkan yang haram.

Pendekatan yang Anda sebutkan adalah suatu prinsip yang sangat penting dalam menjalani kehidupan sehari-hari sesuai dengan ajaran Islam. Berikut adalah poin-poin utama dari pendekatan tersebut:

1. Melakukan yang Wajib dan Sunnah: Prioritaskan kewajiban dan sunnah dalam ibadah sehari-hari Anda. Wajib adalah hal-hal yang Allah SWT perintahkan dalam Al-Qur'an dan hadis, sedangkan sunnah adalah tindakan yang dianjurkan dan dicontohkan oleh Nabi Muhammad ﷺ. Melakukan keduanya dengan konsisten membawa berkah dalam kehidupan kita.

2. Memilih yang Bermanfaat dan Menunjang Visi Akhirat: Saat dihadapkan dengan pilihan-pilihan mubah (yang tidak diperintahkan atau dilarang secara khusus), carilah yang memberikan manfaat bagi diri Anda dan membawa Anda lebih dekat kepada visi Anda untuk mencapai keberhasilan di akhirat. Misalnya, menggunakan waktu luang untuk belajar, beribadah, atau melakukan amal kebaikan.

3. Meninggalkan yang Makhruh: Meskipun mungkin hal itu tidak dilarang secara tegas, namun dianjurkan untuk meninggalkan tindakan-tindakan yang makhruh (tidak disukai). Ini termasuk tindakan-tindakan yang tidak membawa manfaat yang jelas atau yang dapat membawa kepada tindakan yang dilarang. Contoh makhruh adalah makan berlebihan atau tidur berlebihan.

4. Menolak yang Haram: Tindakan-tindakan yang diharamkan dalam Islam harus dihindari sepenuhnya. Ini termasuk perbuatan dosa besar seperti menyakiti orang lain, mengambil riba, dan minum alkohol. Menjauhi hal-hal yang haram adalah kunci untuk menjaga keberkahan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Dengan mempraktikkan pendekatan ini dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan spiritual dan membantu kita mengarahkan fokus kita pada tujuan akhir kita, yaitu meraih keridhaan Allah SWT dan kesuksesan di akhirat.

Sobat. Jika ingin hidup bahagia dan bertemu Allah dengan amal mulia maka, janganlah bersahabat selain dengan orang-orang pilihan dan habiskanlah waktumu untuk mempelajari ilmu.

Dr. Nasrul Syarif, M.Si.
Penulis 30 Buku mengenai motivasi dan pengembangan diri. Dosen Psikologi Komunikasi Pascasarjana UIT Lirboyo
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar