Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Peristiwa Penting di Bulan Ramadhan (Bagian 19) Wafatnya Ibnu Khaldun

Topswara.com -- Di antara peristiwa pada tanggal 24 Ramadan tahun 808 H, bertepatan dengan Maret 1.460 M, ulama besar Ibnu Khaldun --bernama lengkap Abdurrahman Muhammad Ibn Khaldun-- wafat. Ia lahir dan tumbuh di Tunisia dan belajar sastra kepada ayahnya. 

Kemudian selagi masih kecil ia mendaftar sebagai juru tulis Amir Tunisia Abu Ishaq Al Hafsyi. Tugasnya adalah menulis logo pemerintah, antara lafaz basmallah dan redaksi pokok. Namun ia kurang puas dengan pekerjaan ini.  Ia pun pergi ke Marakisy dan menemui sultan yang berkuasa, Abu Anas Al Marini. Ia dipercaya sebagai pemegang rahasia Sultan pada tahun 1.356 H.

Ibnu Khaldun sering berpindah-pindah negara. Pada akhir hidupnya ia pindah ke Kairo. Masa ketenarannya telah berlalu, maka ia mengajar di Universitas Al Azhar.
Lalu ditunjuk sebagai guru besar dalam bidang fiqih mazhab Maliki.

Kemudian Ibnu Khaldun ditunjuk sebagai qodhi untuk mazhab Maliki ini. Akan tetapi sikap keras ekstrim dalam menetapkan hukum tentang banyak orang maka ia dicopot dari jabatannya.

Ibnu Khaldun lalu mengunjungi tempat-tempat suci dan kembali menduduki jabatan qadhi, tetapi akhirnya juga dicopot. Pada tahun 400 ha Ibnu Khaldun mendampingi pasukan Mesir untuk memerangi Timur Lank di Syam. Dia bertemu dengan Al-Ghazi yang mengagumi ilmu pengetahuannya dan kelihaiannya dalam tawar-menawar soal perjanjian damai.

Setelah menjadi tamu Al-Ghazi selama 25 hari, Ibnu Khaldun kembali ke Mesir dan menduduki jabatan qadhi Mazhab Maliki tahun 401 H. Akan tetapi Ibnu Khaldun melihat persaingan dengan qadhi Al-Bassathi. Maka masing-masing keduanya menduduki jabatan qadhi hanya beberapa bulan hingga Ibnu Khaldun meninggal pada 406 H, ketika ia menduduki jabatannya untuk keenam kalinya.

Sejarah politik Arab tidak mengenal sosok yang kehidupannya penuh intrik seperti halnya Ibnu Khaldun. Sampai-sampai  dikatakan bahwa karakter paling menonjol pada diri Ibnu Khaldun adalah berubah-ubah, percaya diri, cerdas, mencintai pekerjaan dan "petualang" politik.

Lisanuddin bin Khattib menyebutkan sejumlah kitab karya Ibnu Khaldun, akan tetapi tidak ada yang sampai kepada kita, kecuali kitab besarnya dalam bidang sejarah. Terdiri dari 7 jilid, tersusun sesuai metode Ibnu Khaldun sendiri

Di sadur dari buku Berjudul Peristiwa-peristiwa Penting di Bulan Ramadan karya DR Abdurrahman Al-Baghdady.


Oleh: Kholda Najiyah
Founder Salehah Institute
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar