Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Perhatikan 3B Sebelum Kita Bicara!





Topswara.com -- Sebelum kita bicara. Kita perlu memperhatikan 3B yakni: Apakah yang kita sampaikan benar? Apakah yang kita sampaikan baik? Apakah yang kita sampaikan bermanfaat?

Betul sekali! Prinsip 3B yang Anda sebutkan adalah panduan yang sangat baik sebelum kita berbicara atau menyampaikan sesuatu kepada orang lain. Mari kita bahas satu per satu:

1. Benar: Sebelum berbicara atau menyampaikan informasi, penting untuk memastikan bahwa apa yang kita sampaikan adalah akurat dan benar. Menyebarkan informasi yang salah atau tidak benar bisa menyebabkan kesalahpahaman, konflik, atau kerugian bagi orang lain.

2. Baik: Selain itu, kita juga harus mempertimbangkan apakah apa yang kita sampaikan bersifat baik atau positif. Ini melibatkan cara kita menyampaikan pesan, termasuk nada suara, bahasa tubuh, dan kata-kata yang digunakan. Berbicara dengan sopan, penuh penghargaan, dan tanpa menyakiti perasaan orang lain adalah prinsip yang penting.

3. Bermanfaat: Yang ketiga, kita perlu memikirkan apakah apa yang kita sampaikan akan bermanfaat bagi pendengar atau penerima pesan. Ini berarti memikirkan dampak dari informasi atau pesan yang disampaikan dan apakah itu akan membantu orang lain memahami sesuatu, memecahkan masalah, atau meningkatkan keadaan mereka.

Dengan memperhatikan prinsip 3B ini sebelum berbicara, kita dapat memastikan bahwa kita memberikan kontribusi yang positif dalam interaksi kita dengan orang lain, membangun hubungan yang baik, dan membantu menciptakan lingkungan yang saling mendukung dan memajukan.

Bagaimana agar yang Kita Sampaikan Adalah Benar?

Untuk memastikan apa yang kita sampaikan adalah benar, ada beberapa langkah yang dapat kita ambil:

1. Verifikasi Informasi: Sebelum menyampaikan informasi kepada orang lain, penting untuk memverifikasi kebenaran informasi tersebut. Hal ini dapat dilakukan dengan mencari sumber yang dapat dipercaya, seperti melalui penelitian, pengujian fakta, atau memeriksa beberapa sumber yang berbeda.

2. Gunakan Sumber Terpercaya: Memilih sumber informasi yang dapat dipercaya adalah kunci untuk memastikan kebenaran apa yang kita sampaikan. Cari informasi dari sumber yang memiliki reputasi baik dan terkenal akan kehandalan dan akurasi informasinya.

3. Bertanya kepada Ahli: Jika kita tidak yakin tentang kebenaran suatu informasi, lebih baik bertanya kepada ahli atau orang yang memiliki pengetahuan yang lebih baik tentang topik tersebut. Mereka bisa memberikan wawasan dan perspektif yang lebih dalam.

4. Hindari Penyebaran Gossip atau Desas-desus: Sebelum menyampaikan informasi kepada orang lain, pastikan itu bukan rumor atau gosip yang belum terverifikasi. Penyebaran informasi palsu dapat merusak reputasi dan kepercayaan.

5. Jujur dan Transparan: Jika kita tidak yakin tentang kebenaran suatu informasi, lebih baik mengakui ketidakpastian kita daripada menyampaikan informasi yang tidak benar. Menjadi jujur dan transparan tentang ketidakpastian kita adalah tanda kedewasaan dan integritas.

6. Perbarui Informasi: Terkadang informasi dapat berubah seiring waktu, oleh karena itu penting untuk memperbarui informasi yang kita sampaikan secara berkala. Hal ini memastikan bahwa kita menyampaikan informasi yang paling akurat dan relevan.

Dengan mengikuti langkah-langkah ini, kita dapat memastikan bahwa apa yang kita sampaikan adalah benar dan dapat dipercaya, sehingga kita dapat berkontribusi pada pertukaran informasi yang positif dan produktif.

Bagaimana agar yang Kita Sampaikan Adalah Sesuatu yang Baik?

Agar apa yang kita sampaikan menjadi sesuatu yang baik, ada beberapa prinsip yang dapat kita ikuti:

1. Gunakan Bahasa yang Santun dan Hormat: Penting untuk menggunakan kata-kata yang sopan, menghormati, dan tidak merendahkan saat berbicara dengan orang lain. Hindari penggunaan bahasa kasar atau menghina yang dapat menyakiti perasaan orang lain.

2. Pikirkan Dampaknya: Sebelum berbicara, pertimbangkan bagaimana kata-kata atau pesan yang akan kita sampaikan akan mempengaruhi pendengar atau penerima pesan. Pastikan bahwa apa yang kita katakan tidak akan menyakiti perasaan orang lain atau menyebabkan konflik.

3. Berempati dan Mengerti Pendengar: Cobalah untuk melihat situasi dari sudut pandang pendengar dan berempati terhadap perasaan dan pengalaman mereka. Hal ini dapat membantu kita menyampaikan pesan dengan lebih sensitif dan menghindari menyakiti perasaan orang lain.

4. Beri Pujian dan Dukungan: Salah satu cara untuk membuat apa yang kita sampaikan menjadi baik adalah dengan memberikan pujian dan dukungan kepada orang lain. Mengakui prestasi mereka atau memberikan dorongan positif dapat meningkatkan semangat dan motivasi mereka.

5. Hindari Gosip atau Fitnah: Hindari menyebarkan gosip atau menyebarkan informasi yang tidak diketahui kebenarannya. Menyebarkan informasi palsu atau mencemarkan reputasi orang lain hanya akan menciptakan ketidakpercayaan dan konflik.

6. Fokus pada Solusi: Ketika kita menghadapi masalah atau konflik, penting untuk fokus pada solusi daripada menyalahkan atau mengkritik orang lain. Menawarkan bantuan atau saran konstruktif dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih positif dan mendukung.

7. Berkomunikasi dengan Jujur: Selalu berkomunikasi dengan jujur dan terbuka. Jangan menyembunyikan informasi penting atau berbohong kepada orang lain, karena hal ini dapat merusak kepercayaan dan hubungan.

Dengan mempraktikkan prinsip-prinsip ini dalam komunikasi kita sehari-hari, kita dapat memastikan bahwa apa yang kita sampaikan adalah sesuatu yang baik dan positif, yang dapat membangun hubungan yang sehat dan saling mendukung dengan orang lain.

Bagaimana agar yang Kita Sampaikan Bermanfaat atau Berguna bagi Orang Lain?

Agar apa yang kita sampaikan berguna atau bermanfaat bagi orang lain, kita perlu memperhatikan konteks dan kebutuhan pendengar atau penerima pesan. Berikut beberapa langkah yang dapat kita ambil untuk memastikan bahwa apa yang kita sampaikan memiliki manfaat:

1. Kenali Audiens Anda: Ketahui siapa yang akan menerima pesan atau informasi yang kita sampaikan. Pahami kebutuhan, minat, dan latar belakang mereka sehingga kita bisa menyampaikan pesan dengan cara yang paling relevan dan bermanfaat bagi mereka.

2. Sesuaikan Pesan dengan Kebutuhan: Sesuaikan pesan atau informasi yang kita sampaikan dengan kebutuhan dan minat audiens. Pastikan bahwa pesan kita relevan dan dapat memberikan solusi atau informasi yang berguna bagi mereka.

3. Sediakan Informasi yang Berharga: Pastikan bahwa informasi yang kita sampaikan memiliki nilai atau manfaat yang jelas bagi pendengar. Berikan fakta, tips, atau saran yang dapat membantu mereka memecahkan masalah, mengambil keputusan, atau meningkatkan kualitas hidup mereka.

4. Beri Inspirasi atau Motivasi: Sampaikan pesan dengan cara yang menginspirasi atau memberikan motivasi kepada pendengar. Berbagi cerita sukses, kutipan inspiratif, atau pengalaman pribadi yang relevan dapat membantu memotivasi dan menggerakkan orang lain untuk bertindak.

5. Jadi Pembawa Perubahan Positif: Berbicaralah tentang hal-hal yang dapat merangsang pemikiran kritis, memperluas pemahaman, atau merangsang pertumbuhan pribadi. Tujuannya adalah untuk memberikan dorongan yang positif bagi pendengar untuk berkembang dan meningkatkan diri mereka sendiri.

6. Mendengarkan dengan Aktif: Sebagai komunikator, penting untuk tidak hanya berbicara, tetapi juga mendengarkan dengan baik. Dengarkan kebutuhan dan masalah pendengar, dan sesuaikan pesan Anda sesuai dengan informasi yang Anda terima dari mereka.

7. Ajukan Pertanyaan dan Beri Ruang untuk Refleksi: Tidak semua pesan harus berupa informasi langsung. Seringkali, mengajukan pertanyaan atau memberikan ruang untuk refleksi dapat membantu orang lain memikirkan solusi atau pemahaman yang lebih dalam tentang suatu topik.

Dengan memperhatikan kebutuhan dan minat audiens serta menyampaikan pesan yang relevan dan bermanfaat, kita dapat memastikan bahwa apa yang kita sampaikan memiliki dampak yang positif dan bermanfaat bagi orang lain.
Salam Dahsyat dan Luar Biasa !

Dr. Nasrul Syarif, M.Si. 
Penulis 30 Buku mengenai Motivasi dan Pengembangan diri, Dosen Pascasarjana UIT Lirboyo, Wakil Ketua Komnas Pendidikan Jawa Timur
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar