Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Pemikiran Mendasar Perlu Ditulis dan Didakwahkan

Topswara.com -- Pemikiran membawa perubahan yang signifikan didalam dunia peradaban. karena pemikiran membawa radikalisme (perubahan sosial) peradaban. Pemikiran radikal (perubahan sosial) sekulerisme (pemisahan agama dengan kehidupan) membawa dampak dunia dibagi dua kubu besar, dunia Arab dan jazirah Arab menjadi pusat moral religius fiqih Islam peradaban. 

Sementara Barat menjadi pusat sains dan teknologi. Dunia Islam minim sains dan teknologi, sedangkan Barat minim moral dan religius, adalah fakta yang tidak terbantahkan. Maka menjadi keharusan radikalisme (perubahan sosial) secara islami apapun itu harus dituliskan walaupun melelahkan, karena tulisan itu akan menjadi sumber peradaban Islam yang kelak akan lahir ditengah-tengah umat manusia sekalipun penulis pemikiran itu telah mati menghadap Ilahi Rabbi. Maka walaupun melelahkan pemikiran wajib dituliskan.

Kendala umum yang terjadi pada diri manusia ketika ingin menulis pemikiran adalah rasa lelah serta kemalasan yang menimpa dalam diri manusia. Maka lelah adalah aktifitas yang paling dominan ketika manusia ingin menulis. 

Di tengah kesibukannya sebagai seorang mahasiswa, seorang ayah, seorang ibu, seorang karyawan bahkan seorang pengangguran, lelah menjadi alasan klasik yang selalu diungkapkan dalam diri manusia maka Ketika dia merasa malas melakukan sesuatu cukup satu alasan lelah.

Lelah adalah aktifitas dunia yang pasti akan dialami manusia saat ini. Apapun aktifitas manusia pasti akan lelah, kerja lelah, pengangguran lelah, tidak menulis lelah, menulis lelah, tidur lelah, duduk lelah, bahkan tidak melakukan apapun lelah. Karena karakter dunia adalah berisi tentang kelelahan tiada henti sampai nanti masuk ke alam keabadian. 

Berbeda dengan surga yang semuanya serba mudah tanpa merasa lelah bisa mendapatkan sesuatu tanpa susah payah.
Menulis adalah aktifitas melelahkan yang mencurahkan segala problematika pemikiran yang kelak akan mejadi tonggak peradaban baru, yang kelak akan menjadi tunas bagi institusi sebuah ideologi, dan yang akan menjadi mercusuar lintas peradaban. 

Maka pemikiran yang benar hanya akan menjudi ilusi pepesan kosong ketika tidak disampaikan dan ditulis. Maka aktifitas menulis menjadi kewajiban bagi yang ingin mendobrak peradaban kufur dan menyesatkan, karena seorang pengemban pemikiran itu pasti akan mati, sementara tulisan itu abadi sampai hari kiamat nanti jika Allah SWT menghendaki.

Maka pemikiran memiliki dampak yang signifikan bagi perubahan besar yang terjadi didunia ini. Mengembangkan pemikiran adalah bagian dari pengembangkan diri (self development) yang menjadi turunan (terintergral). 

Maka harapanya pengembangkan diri (self development) yang akan menjadi fokus menulis. Pengembangan diri (self development) diri seseorang akan mengubah pola pikir dan pola sikap terhadap sesuatu. 

Apabila pola pikir itu diarahkan dengan benar, dipastikan akan mampu merobohkan benteng kokoh kesesatan (kekufuran) sistem, yang insyaallah akan hancur sampai seakar-akarnya. 

Maka pengembangan diri (self devolopment) yang dimaksud adalah akidah Islam yang yang akan ditanamkan secara permanen dalam otak manusia sebagai proccesor otak manusia, yang kedepannya agar terinstal secara utuh dan kuat. Sehingga seorang manusia memiliki sikap yang islami dalam level kehidupan sebagai pribadi, masyarakat maupun negara.

Maka menulis yang benar, pasti merepotkan, melelahkan, tetapi lelah yang didapat akan mengantarkan ke tempat yang jauh melebihi langit angkasa. Karena lelah menulis pemikiran yang benar akan mengantarkan ke tempat keabadian yang tidak mampu dibayangkan oleh pemikiran manusia itu sendiri. Karena surga adalah tempat di mana lelah sudah hilang. 

Sebuah kenikmatan yang tidak akan sanggup digambarkan oleh kejeniusan pemikiran itu sendiri. Sebuah kenikmatan abadi yang dijanjikan oleh penguasa langit dan bumi Ilahi Rabbi. Maka, menulislah jika merasa amalmu saat ini tidak cukup untuk mendapatkan surga yang abadi.

Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, “Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu kelelahan, atau penyakit, atau kehawatiran, atau kesedihan, atau gangguan, bahkan duri yang melukainya melainkan Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya karenanya” (HR. Al-Bukhari no. 5642 dan Muslim no. 2573)


Oleh: Aris Mayhendra 
Aktivis Muda Karawang
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar