Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Kemenangan Kecil Perang Melawan Israel


TopSwara.com – Saya sudah katakan jauh sebelum Israel setuju dengan Gencatan Senjata, sebagaimana yang disyaratkan oleh Hamas, bahwa Israel sudah kalah. Secara opini global, hari ini beda dengan lima atau sepuluh tahun lalu. Media bisa mereka kontrol. Sekarang tidak.

Dunia melihat kekuatan rakyat Palestina, Gaza, khususnya, yang tidak mempan dibombardir. Meski jumlah korban 13,000 lebih, tapi mereka bersabar. Perang darat adalah perang sesungguhnya, di mana Gaza menjadi kuburan bagi tentara Israel. Ribuan tentara Israel mati konyol. People Power berhasil.

Umat Islam ditunjukkan kekuatan akidahnya oleh penduduk Gaza (Palestina/Syam), sebagaimana Nabi jadikan mereka sebagai barometer keislaman umat Islam di akhir zaman. Umat juga tahu, betapa tidak bergunanya penguasa mereka, PBB dan negara besar yang tak bisa hentikan genosida.

Umat juga tahu, bahwa Israel dengan arsenal perangnya, konon terkuat, tak terkalahkan, hanya mitos. Sekarang seluruh dunia tahu, semua itu omong kosong. Israel tampak kuat karena pengkhianatan penguasa kaum Muslim, yang mau serahkan minyak dan air, bahkan kedaulatannya bagi Israel.

###

Kemenangan kecil: (1) Boikot produk Israel sebuah kemenangan; (2) Saham mereka rontok juga sebuah kemenangan; (3) People Power di Barat sebuah kemenangan; (4) Orang mengenal Islam juga kemenangan; (5) Orang jadi tahu sebenarnya Israel seperti apa juga kemenangan; (6) Umat bangkit dari tidurnya juga kemenangan.

Ada ulama yang mengatakan, "Kami malu dengan Syaikh Yasin. Meski beliau tidak bisa bergerak bebas, tetapi kekuatan hati dan imannya mampu menggerakkan manusia di seluruh dunia." Allahu Akbar.

Jadi, kalau ada yang ngaku Ustadz, atau Ngustadz, bilang, "Boikot produk Israel itu urusan Ulul Amri," maka dia juga layak diboikot. Karena masalah boikot adalah muamalah pribadi, bisa dilakukan dengan gerakan pribadi, tidak perlu izin siapa pun. Apalagi, jika terbukti hasil penjualan atau bisnisnya jelas bisa menguatkan negara penjajah yang membantai saudara-saudara kita.

Ini pelajaran berharga dalam peperangan kali ini.[]


Oleh: K.H. Hafidz Abdurrahman, M.A.
Khadim Ma'had Syaraful Haramain 
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar