Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Tips Agar Anak Menerima Nasihat


Topswara.com -- Anak Anda suka melawan bila dinasihati? Jangan cepat emosi, karena itu bisa membuat kita dan anak kita menjadi keras hati. Coba nasihati anak di waktu-waktu seperti yang dicontohkan Nabi di bawah ini. Semoga menjadi solusi.   

𝑷𝒆𝒓𝒕𝒂𝒎𝒂, 𝒔𝒂𝒂𝒕 𝒎𝒂𝒌𝒂𝒏 𝒃𝒆𝒓𝒔𝒂𝒎𝒂. Saat makan, hati cenderung senang karena kebutuhan perutnya terpenuhi, hati pun mudah terbuka untuk berbicara dari hati ke hati. 

Umar bin Abi Salamah menceritakan ketika dirinya masih kecil makan bersama Rasulullah SAW. Tangannya bergerak ke sana kemari di nampan makanan. Rasulullah SAW bersabda: “Hai anak kecil, ucapkanlah basmallah, makanlah dengan tangan kanan, dan makanlah apa yang ada di hadapanmu.” Sejak itu, begitulah caraku makan (HR Bukhari dan Muslim).

𝑲𝒆𝒅𝒖𝒂, 𝒔𝒂𝒂𝒕 𝒃𝒆𝒓𝒂𝒅𝒂 𝒅𝒂𝒍𝒂𝒎 𝒑𝒆𝒓𝒋𝒂𝒍𝒂𝒏𝒂𝒏. Dalam perjalanan, hati anak cenderung senang karena dapat melihat pemandangan dan hati pun lebih mudah terbuka untuk menerima nasihat. 

Ibnu Abbas bercerita kalau dia pernah berpergian bersama Rasulullah SAW.  Ia  membonceng Rasul dengan menaiki bighal (persilangan kuda dengan keledai). Tidak berapa lama, beliau menoleh dan memanggil, “Hai anak kecil.” Aku jawab, “Labbaika, wahai Rasulullah.” Beliau berkata, “Jagalah agama Allah, niscaya Dia menjagamu” (HR Hakim).

𝑲𝒆𝒕𝒊𝒈𝒂, 𝒔𝒂𝒂𝒕 𝒔𝒂𝒌𝒊𝒕. Badan yang terbaring karena sakit dapat melunakkan hati. Begitu pula anak-anak, ketika sakit dan orang tuanya merawatnya dengan penuh kasih sayang, ia akan lebih mudah menerima nasihat.

Anas bercerita, seorang anak Yahudi yang menjadi pelayan Nabi SAW sakit. Nabi SAW datang menjenguknya. Beliau duduk di dekat kepalanya dan bersabda kepadanya, “Masuk Islamlah Engkau.” Dia melihat ke arah bapaknya yang saat itu juga berada di sana. Bapaknya berkata, “Turutilah Abul Qasim (nama panggilan Rasulullah SAW).” Maka dia pun masuk Islam.  Nabi  SAW pergi sambil berdoa, “Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkannya dari api neraka” (HR Bukhari).

𝑲𝒆𝒆𝒎𝒑𝒂𝒕, 𝒌𝒆𝒕𝒊𝒌𝒂 𝒂𝒏𝒂𝒌 𝒕𝒊𝒅𝒂𝒌 𝒎𝒆𝒓𝒂𝒔𝒂 𝒅𝒊𝒏𝒂𝒔𝒊𝒉𝒂𝒕𝒊. Nasihat terbaik adalah dengan menggunakan contoh. Untuk mengajarkan anak, berkali-kali Rasulullah SAW  mencontohkannya terlebih dahulu. Seperti saat mengajarkan shalat. Begitu pula para shahabat mengajarkan doa pada anaknya dengan contoh.

Semoga kita dapat menasihati anak-anak dengan baik sebagaimana yang Rasulullah SAW contohkan dan anak-anak kita menjadi shalih dan shalihah. Aamiin.[] 


𝐉𝐨𝐤𝐨 𝐏𝐫𝐚𝐬𝐞𝐭𝐲𝐨
Jurnalis

𝐷𝑖𝑚𝑢𝑎𝑡 𝑝𝑎𝑑𝑎 𝑟𝑢𝑏𝑟𝑖𝑘 𝑇𝑖𝑝𝑠 𝑛𝑒𝑤𝑠𝑙𝑒𝑡𝑡𝑒𝑟 𝐵𝑎𝑑𝑎𝑛 𝑊𝑎𝑘𝑎𝑓 𝐴𝑙-𝑄𝑢𝑟’𝑎𝑛 (𝐵𝑊𝐴) 𝑒𝑑𝑖𝑠𝑖 65 (𝑁𝑜𝑣𝑒𝑚𝑏𝑒𝑟-𝐷𝑒𝑠𝑒𝑚𝑏𝑒𝑟 2016).
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar