Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Resesi Melawan Fitrah


Topswara.com -- Beberapa negara kapitalis akan mengalami resesi luar biasa. Kali ini bukan resesi ekonomi, melainkan resesi seks. Resesi seks adalah keengganan seseorang atau pasangan suami istri untuk memiliki anak, atau memilih untuk memiliki sedikit anak.

Dilansir dari kompas (28/11/2022) Resesi seks juga terjadi di Korea Selatan. Penduduk Korsel memiliki tingkat kesuburan terendah di dunia dan populasi yang menua dengan cepat. 

Tahun 2021, jumlah pernikahan di Korsel mencapai titik terendah sepanjang masa yaitu 193.000, di negara di mana separuh penduduknya sekarang percaya bahwa pernikahan bukanlah suatu keharusan. Hal itu juga berpengaruh akibat adanya kesenjangan upah gender terburuk di OECD.

Selain itu, dilansir dari detik.com (28/11/2022) Dimulai dari kabar yang mungkin terdengar tak biasa, Cina diterpa resesi seks. Cina sendiri merupakan negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia mencapai 1,4 miliar pada 2021. Namun belakangan, angka kelahiran di Negeri Tirai Bambu mulai menurun.

Tingkat kelahiran Cina merosot menjadi 7,52 kelahiran per 1.000 orang tahun lalu. Menurut Biro Statistik Nasional ini menjadi yang terendah sejak pencatatan dimulai pada 1949, ketika Partai Komunis Cina didirikan.

Inilah ancaman yang nyata ketika seseorang tidak memenuhi gharizatun nau'nya secara benar. Dorongan seksual yang menjadi fitrah manusia itu dipenuhi dengan menikah, dipenuhi dengan memiliki keturunan tetapi di negara kapitalis Korsel, Jepang, tidak demikian. Mereka bahkan enggan untuk menikah, enggan memiliki keturunan sehingga ini resesi yang melawan fitrah manusia, mengapa ini bisa terjadi?

Tentu saja ini akibat dari kesesatan kapitalisme sekular (memisahkan agama dengan dunia) membuat manusia dalam memenuhi gharizatun nau' dengan gaya hidup bebas, LGBT

Bagaimana bisa menghasilkan keturunan, bagaimana bisa menghasilkan ketenangan, ketentraman, jika dalam memenuhi gharizatun nau' hanya disalurkan dengan seks bebas. 

Mereka melakukan seks bebas tetapi tidak mau berkomitmen, tidak mau menikah, menunjukkan manusia yang lahir dalam kapitalisme menjadi rusak, serta cacat dalam proses berpikir dan tingkah laku.

Sedangkan dalam Islam, setiap individu fitrahnya memiliki gharizatun nau' dan dalam proses penyalurannya Islam sangat detail sekali yakni dengan jalan menikah. Sehingga tidak akan mungkin terjadi resesi seks seperti saat ini. Islam menjaga keturunan, kemuliaan, jiwa, dan lain sebagainya. 

Oleh karena itu Islam sangat mendukung akan lahirnya generasi yang faqih fiddin, karena merekalah penerus perjuangan agama Allah, merekalah mujahid dan mujahidah yang akan menyebarkan Islam ke seluruh penjuru dunia. 

Semua itu hanya akan terwujud dalam bingkai khilafah. Khilafah akan menjamin setiap kepala keluarga untuk mendapatkan pekerjaan yang layak. Apabila ada pemuda yang kesulitan untuk menikah dengan alasan biaya yang mahal, maka khilafah akan menjaminnya. 

Tidakkah kita ingin hidup dalam naungan khilafah?


Oleh: Alfia Purwanti
Analisis Mutiara Umat Institute 
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar