Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Kiai Labib: Manusia yang Tidak Berpedoman pada Al-Qur'an Pasti Akan Tersesat


Topswara.com -- Ulama Nasional K.H. Rokhmat S. Labib mengatakan, manusia yang tidak berpedoman pada Al-Qur'an pasti akan tersesat. "Jika manusia hanya mengandalkan akal pikirannya tanpa berpedoman kepada Al-Qur'an, maka sudah pasti dia akan tersesat", tutur Kiai Labib, sapaan akrabnya, dalam acara Nuzulul Qur'an Eksklusif, Ahad, (17/04/2022) di YouTube Khilafah Channel Reborn.

Kiai Labib menilai, manusia itu tidak akan dapat membedakan sesuatu baik buruk, berpahala atau berdosa kecuali dengan mendapatkan petunjuk dari Al-Qur'an. 

"Manusia itu akan tahu baik dan buruk mana yang berpahala mana yang berdosa mana yang mengantarkan pada ridho Allah, mana yang mengantarkan pada murka Allah, mana yang mengantarkan pada surga dan neraka, hanya dengan mendapatkan informasi dan petunjuk dari Al-Qur'an," ungkapnya. 

Ia membeberkan, bahwa Al-Qur'an itu adalah petunjuk dari Allah untuk seluruh umat manusia, dan akan mengantarkan orang yang mengikutinya kepada tempat yang dituju. 

"Al-Qur'an adalah petunjuk dari Allah subhanahu wa ta'ala kepada manusia dan sebenarnya kepada seluruh manusia meski pada faktanya yang menjadikan Al-Qur'an sebagai petunjuk itu adalah hanya orang-orang Muttaqin, dan petunjuk dari Al-Qur'an tersebut akan mengantarkan orang yang mengikutinya kepada tempat yang dituju," jelasnya. 

Ia menyebutkan, makna dari ayat yang terkandung dalam surah Al-Fatihah dan Al-Baqarah yang berarti petunjuk kepada jalan yang lurus bagi orang-orang bertakwa. 

"Ketika kita membaca Al-Qur'an, dalam surah al-fatihah ihdinas siratal mustaqim, ya Allah tunjukkanlah kami ke jalan yang lurus maka Allah jawab di surah al-Baqarah, bahwa petunjuk kepada jalan yang lurus itu adalah Al-Qur'an, yang tidak ada keraguan di dalamnya sedikitpun dan itu petunjuk bagi orang-orang bertakwa," sebutnya. 

Dalam paparannya, ia mengingatkan bahwa petunjuk yang terkandung dalam Al-Qur'an tersebut tidak boleh dipilih-pilih sesuka manusia, dengan mengambil sebagian dan mencampakkan sebagian yang lain. 

"Nah petunjuk dalam Al-Qur'an tentu saja tidak boleh kita pilih-pilih, tidak boleh kita hanya mengambil sebagian lalu kemudian mencampakkan sebagian yang lain mengambil yang enak-enak saja lalu kemudian meninggalkan yang dianggap tidak enak," ujarnya. 

Ia kemudian mengungkapkan, dalam hidup manusia membutuhkan kebahagiaan dan Al-Qur'an itu adalah petunjuk menuju kebahagiaan di dunia dan akhirat. 

"Dalam hidup manusia membutuhkan kebahagiaan, maka Allah memberikan berupa Al-Qur'an, yang jika diikuti maka dia akan mendapatkan petunjuk kepada kebahagiaan di dunia dan di akhirat," ungkapnya. 

Ia menerangkan, ketika suatu negeri yang mencampakkan Al-Qur'an, maka nasib negeri tersebut tidak akan pernah berubah meski berganti-ganti presidennya, justru kesengsaraan yang menimpa negeri tersebut. 

"Sebaliknya, ketika Al-Qur'an justru dicampakkan maka itulah kehinaan, di negeri ini nasibnya tidak akan pernah berubah siapapun pemimpinnya, siapapun presidennya, kalau hukum alquran disingkirkan, maka yang terjadi adalah celaka kepada kesesatan, dan kesengsaraan," lanjutnya. 

Ia mengingatkan, agar umat Islam menjadikan ramadan momentum meningkatkan kepercayaan kepada Al-Qur'an dan menerapkannya dengan jalan Daulah Al-khilafah. 
 
"Maka dari itu bulan Ramadan ini semestinya bagi umat Islam meningkatkan kepercayaan mereka kepada Al-Qur'an, dan untuk menerapkan itu tidak ada jalan lain kecuali dengan Daulah al-khilafah yang disebut Nabi 'ala minhaj nubuwwah," terangnya. 

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa tidak ada alasan bagi umat Islam mengabaikan Al-Qur'an, karena itu, ia pun mengingatkan bagi orang-orang yang memusuhi dan mengkriminalisasi ajarannya maka mereka pasti akan dihinakan oleh Allah. 

"Tidak ada alasan sama sekali bagi kita untuk mengabaikan Al-Qur'an, meninggalkannya, apalagi mencampakkannya dan yang lebih parah dari itu memusuhinya, mengkriminalisasi ajarannya, dan menganggap bahwa Al-Qur'an itu memunculkan masalah, jika ini terjadi maka mereka yang punya sikap itu siap-siap untuk dihinakan oleh Allah subhanahu wa ta'ala di dunia dan di akhirat," tegasnya. 

Ia juga menyampaikan bahwa keharusan mengamalkan dan menerapkan Al-Qur'an yang tidak cukup hanya dilakukan oleh individu tapi membutuhkan negara. 

"Al-Qur'an itu harus diterapkan, harus diamalkan dan pengamalannya itu memang ada yang bisa dilakukan oleh individu, tapi ada sebagian ayat dalam Al-Qur'an yang memang tidak mungkin bisa dijalankan kecuali oleh negara, yang paling jelas ayat tentang hudud, misalnya bagi pezina laki-laki dan pezina perempuan cambuklah mereka 100 kali cambukan, dan ini nggak mungkin bisa dilakukan kecuali oleh negara," terangnya. 

Ia melanjutkan, "oleh karena itu wajib bagi umat Islam untuk menjadikan Al-Qur'an sebagai petunjuk dalam kehidupan, baik pribadi keluarga, masyarakat, dan tidak kalah pentingnya dalam bernegara," pungkasnya. [] Najwa Alifah
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar