Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Aktivis Muslimah Ungkap Menikah Sebagai Ibadah


Topswara.com-- Aktivis Muslimah, Puspita Satyawati mengungkapkan menikah sebagai ibadah. 

"Menikah itu ibadah. Sehingga memenuhi hak dan kewajiban pasangan, juga anggota keluarga lainnya, merupakan bagian ibadah. Maka, pernikahan harus didasarkan semata-mata demi menjalankan perintah Allah SWT dan tuntunan Rasulullah SAW. Bukan karena materi, kecantikan, dan jabatan" tuturnya dalam Parenting Corner "Mendawamkan Cinta untuk Keluarga," di grup WhatsApp Amazing Mom, Jumat (4/2/2022). 

Puspita yang juga mentor di Sekolah Muslimah Bahagia ini melanjutkan bahwa pernikahan akan mudah hancur jika dorongan utama karena materi, kecantikan, dan jabatan. 

"Bukankah semua itu bisa berkurang atau hilang? Jika seseorang menikah karena materi, cintanya akan berkurang saat pasangan hidupnya kesulitan materi atau jatuh miskin. Kalau didasarkan pada jabatan, ia bisa hilang dan berakhir. Bila menikah karena rupa, kecantikan wanita tentu saja akan memudar seiring usia menua," imbuhnya.

Maka ia berpesan agar tiap pasangan memastikan pernikahan dilakukan sebagai bentuk ketaatan hamba kepada Allah SWT. Insya Allah akan langgeng karena yang diharap hanyalah ridha Allah SWT. 

"Saat pasangan Muslim menjalankan pemenuhan hak dan kewajibannya, mestinya tak sekadar demi meraih kesakinahan rumah tangga. Yang lebih utama adalah melaksanakannya sebagai bagian dari ketaatan kepada Allah SWT. Sehingga aktivitasnya bernilai ibadah dan mendapat pahala di sisi Allah SWT. Bukankah Allah SWT adalah ghayatul ghayah (tujuan dari segala tujuan), dan ridha Allah menjadi prioritas peraihan setiap hamba dalam segala aktivitasnya?" ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa Allah SWT telah berfirman, “Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz Dzariyaat: 56) 

Selain itu, ia menyampaikan, menjalankan pernikahan sebagai bagian ibadah karena juga mengimplementasikan ajaran Rasulullah SAW. 

"Rasulullah SAW bersabda, 'Menikah adalah sunahku. Barang siapa yang tidak mengamalkan sunahku, bukan bagian dariku. Maka menikahlah kalian, karena aku bangga dengan banyaknya umatku (di hari kiamat' (HR. Ibnu Majah)," pungkasnya. [] Munamah
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar