Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Tepi Barat Palestina Masih Membara


Topswara.com -- Sampai saat ini Agustus 2026, Palestina masih dijajah Israel. Bahkan semakin brutal. Israel menggunakan segala cara memaksa seluruh warga Palestina meninggalkan tempat tinggalnya. 

Dunia pun bungkam termasuk penguasa negara-negara muslim hanya menonton. Tidak ada yang berani mengirimkan tentaranya untuk membantu menolong saudara muslimnya di Palestina.

Makin Brutal

Wakil Koordinator Khusus PBB untuk Proses Perdamaian Timur Tengah, Ramiz Alakbarov. Di hadapan Dewan Keamanan PBB (DK PBB) dalam pidatonya menyatakan bahwa hingga 10 Agustus 2026, sebanyak 76 warga Palestina syahid di Tepi Barat sepanjang tahun 2026, termasuk 18 anak di bawah umur. Biadapnya Zionis, anak-anak dibawah umur juga tak luput menjadi target sasarannya. 

Belum cukup, Zionis dengan sengaja meningkatkan teror, ribuan serangan, pengusiran, perampasan dan genosida dalam senyap untuk menguasai Tepi Barat sebagaimana mereka berhasil menguasai Gaza. Membuat wilayah Palestina makin berkurang.

Data pun berbicara, antara Januari 2024 dan Juli 2026, PBB memverifikasi kematian 174 anak Palestina di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur. Lebih dari 1.500 anak mengalami luka-luka, dengan hampir separuhnya terluka akibat peluru tajam. 

Selain itu, didapati 355 anak Palestina dari Tepi Barat sedang ditahan dalam tahanan militer Israel. Ini adalah jumlah tertinggi dalam delapan tahun terakhir. 

Bahkan mereka, tentara dan pemukim Israel di Tepi Barat juga terlibat aktif melakukan berbagai serangan ini. Dan serangkaian kejadian di Qusra, dalam beberapa waktu terakhir terus diwarnai bentrokan, aksi pemukim, serta operasi pasukan Israel. Sadis brutal.

Harus Dihentikan

Tahun 1948 Zionis secara terbuka menyatakan berdirinya negara Israel setelah membantai rakyat Palestina. Menduduki mengeklaim wilayah negara Palestina sebagai negaranya. Sejak saat itu segala kezaliman penderitaan dialami rakyat Palestina. Dan sampai detik ini Zionis dengan brutalnya terus melakukannya kepada rakyat Palestina. 

Kenapa tidak ada satu penguasa negeri muslim yang benar-benar mengirimkan tentaranya untuk menolong saudara muslim Palestina dan mengusir Zionis? Jangankan mengirimkan tentara, sekedar mengencam saja mereka masih pikir-pikir ataupun takut. Karena takut dibelangkan Zionis ada paman syam AS. 

Selama ini solusi praktis/semu yang bisa diupayakan adalah boikot produk Israel, mengirim bantuan makanan,minuman dan obat-obatan. Solusi hakiki bagi Palestina yaitu mengusir Zionis belum terlaksana. Kenapa? Karena umat Islam belum memahami Islam sebagai mabda/ideologi. 

Islam dipandang sama seperti agama-agama lain, hanya mengurusi dirinya dengan Allah swt (agama ritual/ibadah madho saja). Hal ini mengakibatkan umat mudah menerima tawaran solusi semu dibandingkan solusi hakiki. 

Persatuan umat muslim pun tersekat-sekat oleh nasionalisme. Padahal faktanya jumlah total umat Islam di dunia mencapai dua milyar. Sayang jumlah yang banyak tetapi seperti buih di lautan. 

Selain itu, umat dicengkram oleh pemikiran sekuler kapitalis. Yang menghambat umat memahami Islam secara utuh. Islam tidak hanya sekedar agama tetapi juga sebagai ideologi. Padahal Islam memiliki model yang khas dalam mengatur menata kehidupan. 

Mulai dari level individu, masyarakat sampai level negara, Islam memiliki seperangkat aturan/sistem. Yang mampu menyelesaikan seluruh problematika kehidupan. Karena ideologi Islam tidak lahir dari kecerdasan akal manusia tetapi lahir dari wahyu Allah SWT yang telah disampaikan oleh Rasulullah SAW.


Oleh: Agung Andayani 
Aktivis Muslimah
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar