Topswara.com -- Hutan menghitam,
langit memerah,
asap menyesakkan napas—
Kalimantan kembali terluka
Pohon-pohon yang dulu menjadi naungan
kini tinggal bara,
sungai hilang jernihnya,
dan bumi dipaksa membayar
harga keserakahan manusia
Bukan semata karena api yang membakar,
Ada ketamakan yang dibiarkan tumbuh oleh akidah yang jauh
Dan tamak yang teramatlah yang tak ragu membakar kehidupan
Hutan laksana mainan
Kekayaan alam menjadi rebutan
Pundi keuntungan lebih menawan
Keselamatan rakyat hanya dapat tempat di pinggiran
Duhai jiwa-jiwa yang merindu berkah
Ketahuilah, Islam tidak membiarkan bumi diserahkan kepada tangan-tangan serakah
Dalam penjagaan Islam,
hutan bukan sekadar angka dalam laporan,
Ia juga bukan ladang kekayaan bagi segelintir orang
Ia adalah amanah Allah yang wajib dijaga
Khalifah yang kini tiada
Tak mungkin ia bergeming kala bumi dirusak
Ia pasti akan hentikan tangan yang menebang tanpa hak,
Takkan biarkan yang menyulut api untuk kekayaan diri
Dengan kewenangannya, hutan terjaga demi kemaslahatan manusia,
dan kebaikan alam akan dirasakan seluruh insan
Oleh: Andini Nisaul Qoumy
Aktivis Muslimah

0 Komentar