Topswara.com -- Makna hakiki Maulid Nabi SAW bukan sekadar mengenang kelahiran tapi membawa risalah Islam yang mengatur kehidupan manusia secara menyeluruh.
“Maulid Nabi Muhammad SAW kerap dimaknai sebagai momentum untuk mengenang kelahirannya. Namun semestinya menjadi momentum untuk memahami kembali misi besar diutusnya dan bagaimana umat Islam seharusnya mengikuti risalah yang beliau bawa” ungkapnya dalam Kajian Muslimah Shalihah, Makna Hakiki Maulid Nabi SAW, Sabtu (29/08/2026) di Cipayung, Depok.
Ia pun menegaskan, Rasulullah SAW datang membawa wahyu Allah SWT untuk membimbing manusia dari kegelapan menuju cahaya Islam. “Beliau membina individu dengan akidah dan ketakwaan, membangun masyarakat yang menjadikan amar makruf nahi mungkar sebagai bagian dari kehidupan, serta memimpin masyarakat Madinah dengan hukum-hukum yang bersumber dari wahyu,” bebernya di hadapan 15 peserta.
Apalagi, jelasnya, Rasulullah SAW diutus untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam, sebagaimana yang disebutkan dalam firman Allah SWT, surah al-Anbiya ayat 107 yang artinya: “Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad), melainkan untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam.”
Ia pun menyatakan, Rasulullah SAW membawa risalah Islam secara kaffah, baik yang mengatur hubungan dengan Tuhannya, dirinya dan sesama manusia.
“Kehidupan Rasulullah SAW menunjukkan, Islam tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Allah dalam perkara ibadah mahdhah, tetapi juga mengatur hubungan manusia dengan sesama dan kehidupan bermasyarakat,” tuturnya.
Rasulullah SAW pun tegasnya, membangun masyarakat berdasarkan akidah Islam, mempersaudarakan kaum Muslim, mengatur hubungan antarmasyarakat, menegakkan keadilan, mengatur perekonomian, menjalankan hukum, serta menjaga keamanan dan kemaslahatan rakyat.
Oleh karena itu, terangnya, harusnya maulid dijadikan sebagai momentum muhasabah umat. Karena sebutnya, Maulid Nabi SAW bukan sekadar tentang bagaimana merayakan kelahiran seorang manusia mulia, tetapi momentum mengenang kembali perjuangannya dalam menyampaikan Islam, memperkuat kecintaan kepada beliau, serta melakukan muhasabah sejauh mana kehidupan kita telah mengikuti risalah yang beliau bawa.
“Rasulullah SAW telah meninggalkan Al-Qur'an dan sunnah sebagai petunjuk bagi umat. Tugas umat bukan hanya mengagumi beliau, tetapi melanjutkan perjuangan dakwah beliau dengan cara yang sesuai dengan tuntunan Islam,” ujarnya.
Maka, jelasnya, makna hakiki Maulid Nabi Muhammad SAW adalah mengembalikan kecintaan kepada beliau dalam bentuk yang paling nyata yakni mengenal risalahnya, mengimani ajarannya, mengikuti sunnahnya, meneladani perjuangannya, dan berusaha menjadikan Islam sebagai pedoman kehidupan.
“Dengan demikian, makna hakiki Maulid Nabi SAW menghidupkan kembali kesadaran umat terhadap risalah yang dibawanya bukan berhenti pada peringatan kelahiran beliau,” pungkasnya. []Mega Marlina

0 Komentar