Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Gencatan Senjata Palsu, Solusi Semu


Topswara.com -- Korban tewas di Gaza terus berjatuhan akibat serangan Israel. Sudah lebih dari seribu jiwa melayang sejak gencatan senjata pada Oktober 2025. Tampak bahwa entitas Zionis Yahudi Israel tak berniat untuk berhenti menyerang Gaza maupun menepati kesepakatan.

Dilansir dari smart171.org (17-6-2026), Israel telah melakukan pelanggaran sebanyak 3.269 kali sepanjang 245 hari sejak gencatan senjata. Bukan hanya menyerang hingga menumbulkan korban tewas dan luka, Israel juga menangkapi warga selama periode gencatan palsu ini. Tak hanya itu. Israel juga melakukan pembatasan bantuan kemanusiaan yang sangat ketat. 

Dari total 147.000 truk bantuan, hanya 52.740 yang diperbolehkan masuk. Israel secara sengaja menahan aliran bantuan logstik dan medis di tengah kondisi buruk dan kelaparan yang parah. Israel memblokir akses kemanusiaan di pintu perbatasan Rafah sehingga banyak korban yang tidak mendapatkan perawatan medis darurat di luar Gaza.

Meski telah melakukan tindakan yang di luar kemanusiaan, Israel tak peduli. Ia terus memborbardir Gaza dengan kejam. Tingkah pongah Israel ini tak lain karena ada pendukung besar di belakangnya, yakni AS. 

Sudah mafhum bahwa Amerika adalah suporter terbesar Israel melalui berbagai bantuan dan kebijakan yang menguntungkan entitas Zionis tersebut. Sokongan dana dari AS pun terus digelontorkan untuk Israel.

Gencatan senjata yang dimediasi AS tak lain memberi peluang bagi Israel untuk lebih menggencarkan serangannya terhadap Gaza. Berulang kali gencatan senjata yang dibuat nyatanya tak pernah membawa kedamaian bagi warga Gaza. 

Gencatan senjata hanya menjadi strategi untuk meredam opini dunia sambil terus memberikan kesempatan bagi Israel untuk menghabisi warga Gaza dengan tingkat yang lebih keji.

Karena itu, mengandalkan AS dalam menghentikan permasalahan Gaza jelas sebuah kesia-siaan. Mana mungkin penjamin Israel itu akan mendukung Gaza yang notabene hendak dikuasai Israel dengan segala cara?

Demikian pula, menggantungkan harapan penyelesaian masalah Gaza yang sebenarnya urusan umat Islam kepada penjajah kafir adalah nyata sebuah kebodohan yang menyengsarakan. Ini merupakan tindakan fatal yang menjerumuskan umat Islam pada kehancuran. 

Langkah ini hanya melanggengkan penjajahan kafir atas kaum muslim sehingga mengalami penderitaan di segala lini kehidupan.

Pelanggaran senjata oleh Israel bukanlah akar masalah Gaza. Namun, keberadaan Israel itulah yang menjadi sumber masalah. Selama Israel masih eksis, maka selama itu pula Gaza akan terus terusik dan teraniaya.

Kondisi ini sejatinya disebabkan umat Islam tidak memiliki pelindung. Umat Islam kehilangan junnah, sang perisai, sehingga musuh leluasa menguasai. 

Ketiadaan Daulah Khilafah Islamiah inilah sesungguhnya akar semua permasalahan yang menimpa umat Islam hingga hari ini. Israel dan AS dengan semena-mena menyerang Gaza dan negeri muslim lainnya karena tidak ada khilafah sebagai perisai pelindung umat.

Dengan begitu, solusi logis sebagaimana yang diperintahkan syariat untuk menyelesaikan masalah Gaza adalah dengan mengembalikan keberadaan khilafah. 

Khilafah merupakan institusi pemersatu yang akan menyatukan seluruh umat dengan segenap potensi kekuatan yang dimiliki. Dengan kekuatan militer yang dihimpunnya, khilafah akan melaksanakan jihad fi sabilillah untuk membebaskan Gaza dari penjajah Israel yang disokong AS.

Mengembalikan khilafah bukan semata solusi logis permasalahan dunia Islam, termasuk Palestina, tetapi juga merupakan kewajiban syar’i yang harus dipenuhi. Inilah jalan keluar yang dijamin keberhasilannya sebab berasal dari Sang Pembuat aturan.

Tidak pantas bagi mukmin untuk mengambil solusi permasalahannya selain yang diperintahkan oleh syariat. Menggantungkan harapan pada kafir penjajah tidak hanya menghasilkan kegagalan nyata, tetapi juga dosa karena mengabaikan titah-Nya. Umat Islam tidak akan pernah mendapatkan kemenangan sejati dan kemuliaan selama mengikuti langkah-langkah kafir penjajah.

Untuk itu, umat Islam semestinya bekerja sungguh-sungguh untuk mengembalikan perisai yang hilang selama ini. Perjuangan mengembalikan khilafah menjadi sesuatu yang urgen dan tidak bisa ditunda lagi. Perjuangan ini tentu saja menjadi proyek bersama seluruh umat Islam hingga fajar Khilafah benar-benar terbit dan memberikan keselamatan dan keberkahan seperti yang telah dijanjikan-Nya.

Khilafah ala minhajin nubuwwah adalah pembebas Palestina dan negeri-negeri muslim yang terjajah. Khilafah adalah pelindung bagi setiap jengkal tanah kaum muslim dan setiap jiwa yang hidup di atasnya. Kebebasan dan kedamaian hakiki akan tercipta tatkala sang perisai umat ini tegak berdiri sebagaimana perintah Ilahi.


Oleh: Nurcahyani 
Aktivis Muslimah 
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar