Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Remaja Muslimah Kaji Ketaatan Nabi Ismail as.


Topswara.com -- Jelang Idul Adha Kajian Remaja, menghadirkan pemerhati remaja sekaligus aktivis dakwah Islam, Kak Nabilah, bahas “Ketaatan Nabi Ismail AS” di kalangan remaja muslimah, yang bertajuk Just Taat No Drama: Kisah Teladan Nabi Ismail Alaihissalam yang diselenggarakan di Selaras Kopi, Sawangan, Depok. Ahad, (17/5/2026).

Nabilah mengungkap kisah ketaatan Nabi Ibrahim AS. dan Nabi Ismail AS. sebagai teladan bagi generasi muda Islam. Ia menyampaikan bahwa banyak remaja saat ini masih merasa berat menjalankan perintah Allah SWT. meskipun bentuk ujian yang dihadapi berbeda dengan ujian yang dialami Nabi Ismail AS.

“Padahal gak ada pedang di leher kita, tetapi berat banget buat taat,” ujar Nabilah.

Ia menjelaskan bahwa ketika Nabi Ismail AS. mulai tumbuh remaja dan mampu membantu ayahnya, Nabi Ibrahim AS. mendapat perintah dari Allah SWT. melalui mimpi untuk menyembelih putranya. Ia menyampaikan bahwa Nabi Ibrahim AS. tidak langsung memaksa anaknya, tetapi terlebih dahulu berdialog dengan Nabi Ismail AS., sebagaimana disebutkan dalam QS. As-Saffat ayat 102.

Dalam ayat tersebut, Nabi Ibrahim AS. berkata, “Wahai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu.”

Nabi Ismail AS. kemudian menjawab, “Wahai Ayahku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu. In syaa Allah, kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.”

Menurut Nabilah, kisah tersebut menunjukkan kesungguhan, ketaatan Nabi Ismail AS. dalam menjalankan perintah Allah SWT. Ia mengatakan bahwa Nabi Ismail AS. tidak membantah maupun menolak perintah tersebut, melainkan menerimanya dengan penuh kesabaran dan keimanan.

“Remaja saat ini ujian berbeda, sulitnya menghadapi ujian seperti menjaga salat lima waktu, menutup aurat, menjauhi pacaran, serta menjaga diri dari pergaulan yang bebas,” sorotnya. 

Ia juga menjelaskan bahwa fenomena beratnya menjalankan ketaatan dipengaruhi oleh lemahnya pemahaman agama, lingkungan, serta media sosial yang semakin jauh dari nilai-nilai Islam.

Selain itu, Nabilah juga menjelaskan tentang qurban bukan sekadar perayaan atau pembagian daging, melainkan bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT. Ia menyampaikan bahwa kata “qurban” memiliki arti dekat sehingga hakikat qurban adalah perjuangan, pengorbanan, dan upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Dalam kesempatan itu, Kak Nabilah juga mengutip hadis Rasulullah SAW., “Barang siapa yang menaati aku, maka sungguh ia telah menaati Allah. Dan barang siapa yang durhaka kepadaku, maka sungguh ia telah durhaka kepada Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Pada akhir kajian, Nabilah mengajak peserta untuk memperkuat keimanan, menuntut ilmu syariat, serta mengamalkan dan menyebarluaskan ilmu yang telah diperoleh kepada lingkungan sekitar. 

Ia juga kembali mengingatkan pentingnya ketakwaan dalam ibadah qurban dengan mengutip QS. Al-Hajj ayat 37 yang menjelaskan bahwa yang sampai kepada Allah SWT. bukanlah darah dan daging qurban, melainkan ketakwaan hamba-Nya.

“Mari, para remaja Muslimah, kita tunjukkan, bersemangat, meneladani ketaatan Nabi Ismail AS. dalam menjalankan perintah Allah SWT,” tutupnya. []Yumna
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar