Topswara.com -- Perbanyaklah Saksi yang Menguntungkanmu di Hadapan Allah
Allah SWT menciptakan manusia bukan sekadar untuk hidup, bekerja, lalu mati. Setiap detik kehidupan kita dicatat dengan sangat teliti. Tidak ada satu langkah pun yang sia-sia. Bahkan bumi yang kita pijak, tangan yang kita gunakan, dan kaki yang kita langkahkan kelak akan berbicara di hadapan Allah SWT.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
يَوْمَئِذٍ تُحَدِّثُ اَخْبَا رَهَا
yauma-izing tuhaddisu akhbaarohaa
"Pada hari itu bumi menyampaikan beritanya,"
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
بِاَ نَّ رَبَّكَ اَوْحٰى لَهَا
bi-anna robbaka auhaa lahaa
"karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang demikian itu) padanya." (QS. Az-Zalzalah: 4–5)
Ayat ini menunjukkan bahwa bumi bukanlah benda mati yang tidak mengetahui apa-apa. Dengan izin Allah, bumi akan mengungkap seluruh peristiwa yang pernah terjadi di atasnya.
Begitu pula anggota tubuh manusia. Allah berfirman:
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
اَلْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلٰۤى اَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَاۤ اَيْدِيْهِمْ وَتَشْهَدُ اَرْجُلُهُمْ بِمَا كَا نُوْا يَكْسِبُوْنَ
al-yauma nakhtimu 'alaaa afwaahihim wa tukallimunaaa aidiihim wa tasy-hadu arjuluhum bimaa kaanuu yaksibuun
"Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; tangan mereka akan berkata kepada Kami dan kaki mereka akan memberi kesaksian terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan." (QS. Ya-Sin 36: Ayat 65)
Dan dalam ayat lain:
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
حَتّٰۤى اِذَا مَا جَآءُوْهَا شَهِدَ عَلَيْهِمْ سَمْعُهُمْ وَاَ بْصَا رُهُمْ وَجُلُوْدُهُمْ بِمَا كَا نُوْا يَعْمَلُوْنَ
hattaaa izaa maa jaaa-uuhaa syahida 'alaihim sam'uhum wa abshooruhum wa juluuduhum bimaa kaanuu ya'maluun
"Sehingga apabila mereka sampai ke neraka, pendengaran, penglihatan, dan kulit mereka menjadi saksi terhadap apa yang telah mereka lakukan."
(QS. Fussilat 41: Ayat 20)
Setiap Tempat Menjadi Arsip Amal
Bayangkan berapa banyak tempat yang pernah kita datangi. Masjid yang kita datangi untuk shalat berjamaah akan menjadi saksi. Mushala tempat kita membaca Al-Qur'an akan menjadi saksi. Rumah yang dipenuhi zikir akan menjadi saksi. Jalan yang kita lalui untuk menghadiri majelis ilmu akan menjadi saksi.
Tempat kita bersedekah, membantu orang lain, menghibur yang berduka, dan menolong yang lemah—semuanya akan bersaksi membela kita.
Namun sebaliknya, tempat-tempat yang menjadi lokasi maksiat juga tidak akan diam. Tempat kita berdusta. Tempat kita menggunjing. Tempat kita menipu. Tempat kita melihat yang haram. Tempat kita mengambil hak orang lain. Semuanya akan berbicara dengan jujur di hadapan Allah. Tidak ada yang bisa disuap. Tidak ada yang bisa dibungkam.
Dakwah Ideologis-Sufistik: Jadikan Seluruh Bumi sebagai Saksi Kebaikan
Seorang mukmin memandang bumi bukan sekadar hamparan tanah, tetapi sebagai saksi perjalanan menuju akhirat. Setiap langkah adalah investasi. Setiap tempat yang dikunjungi hendaknya meninggalkan jejak ibadah, ilmu, dakwah, sedekah, dan akhlak mulia.
Orang yang mengenal Allah akan malu jika suatu tempat hanya mengenalnya sebagai lokasi maksiat. Ia ingin setiap jengkal bumi yang dipijaknya kelak berkata:
"Ya Allah, hamba-Mu ini pernah sujud di atasku. Ia pernah menangis karena takut kepada-Mu. Ia pernah mengajak manusia menuju jalan-Mu."
Inilah hakikat hidup seorang hamba: bukan mengejar banyaknya tempat yang dikunjungi, tetapi banyaknya tempat yang menjadi saksi amal saleh.
Perbanyaklah Saksi yang Menguntungkan Anda
Mulailah memperbanyak saksi-saksi kebaikan: Sujudlah di banyak masjid. Hadirilah majelis ilmu. Datangi orang tua untuk berbakti. Kunjungi kerabat untuk menyambung silaturahmi. Langkahkan kaki menuju tempat-tempat dakwah. Gunakan tangan untuk bersedekah, menolong, dan menebarkan manfaat.
Jadikan media sosial sebagai ladang amal dengan menyebarkan ilmu dan nasihat yang benar. Jangan biarkan bumi lebih banyak mengenal kita sebagai pelaku maksiat daripada sebagai hamba yang taat.
Penutup
Pada Hari Kiamat nanti, harta tidak dapat berbicara membela kita. Jabatan tidak akan menjadi saksi. Popularitas pun lenyap tak berarti.
Yang akan berbicara adalah bumi yang kita pijak, tangan yang kita gunakan, kaki yang kita langkahkan, mata yang kita arahkan, dan lisan yang kita gerakkan.
Karena itu, mulai hari ini, perbanyaklah saksi yang menguntungkan Anda. Jadikan setiap langkah sebagai langkah menuju ridha Allah. Semoga ketika seluruh makhluk menjadi saksi, mereka bersaksi dengan penuh kejujuran:
"Ya Allah, hamba-Mu ini telah memenuhi bumi dengan sujud, dzikir, ilmu, sedekah, dan amal kebajikan. Maka masukkanlah ia ke dalam rahmat dan surga-Mu."
اللهم اجعل الأرض شاهدةً لنا بالطاعة، ولا تجعلها شاهدةً علينا بالمعصية. آمين.
"Ya Allah, jadikanlah bumi sebagai saksi atas ketaatan kami, dan jangan jadikan ia sebagai saksi atas kemaksiatan kami. Amin."
Oleh: Dr. Nasrul Syarif M.Si.
Sekjen Forum Doktor Muslim Peduli Bangsa.

0 Komentar