Topswara.com -- Kabar meninggalnya selebgram baru-baru ini menyita perhatian publik. Muncul pendapat ada kemungkinan salah satu penyebabnya adalah penggunaan whip pink.
Seperti yang diberitakan di wartakota.com (31/01/25)-- Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Taruna Ikrar mengungkapkan bahwa penggunaan Whip Pink yang mengandung nitrous oxide (N2O) berpotensi menimbulkan dampak serius bagi kesehatan dan diduga menjadi salah satu faktor penyebab meninggalnya selebgram Lula Lahfah.
Menurutnya, nitrous oxide memberikan efek euforia dan relaksasi, namun dalam kondisi tertentu dapat menimbulkan ketergantungan, setidaknya ketergantungan secara psikologis.
Pemakaian whip pink atau "gas tawa" (N₂O), yang memiliki kode E942 biasanya digunakan dalam beberapa hal yaitu; 1. bidang medis sebagai agen inhalasi sedasi ringan, analgesic ringan dan pendamping anestesi umum yang pemberiannya selalu disertai dengan oksigen dengan kadar 30-50% untuk mencegah hipoksia. 2. bidang industri pangan, untuk membuat kue sebagai propelan aerosol, pembentukan busa krim dan juga dimanfaatkan sebagai stabilizer tekstur. 3. bidang otomotif bisa untuk meningkatkan tenaga pada beberapa mesin mobil (biasa disebut NOS). (Intelijen.pom.go.id)
Apa akibatnya jika penggunaan gas tawa ini dengan dihirup secara bebas. Menurut Kepala BNN RI, Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, N2O kerap disalahgunakan sebagai zat inhalan untuk menimbulkan efek euforia sesaat, rasa relaks, maupun halusinasi ringan.
Jika digunakan secara berulang atau dalam jangka panjang penyalahgunaan gas tertawa dapat memicu kekurangan oksigen dalam tubuh, kerusakan saraf permanen, serta gangguan metabolisme akibat defisiensi vitamin B12 yang parah. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan komplikasi serius yang membahayakan keselamatan pengguna.
Oleh karena itu penggunaannya harus dibatasi untuk medis dan industri bukan untuk di jual bebas apalagi sekedar gaya-gayaan tanpa memikirkan dampaknya.
Pemuda harusnya menjadi generasi pemimpin, generasi perubah ke arah yang lebih baik, generasi penyelamat dari kerusakan. Pemuda hari ini banyak yang hanya mengejar kesenangan duniawi, gaul bebas, dugem, tawuran, geng motor, gamers, judol, pinjol dan lain sebagainya.
Harus ada edukasi dalam penggunaannya, apalagi seorang influencer yang menjadi tontonan anak muda agar tidak melakukan sesuatu yang bisa menormalisasi tindakan yang bisa membahayakan.
Generasi hari sangat jauh dari harapan pahlawan kemerdekaan dahulu. Dimana Bung Karno pernah berkata, Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia. Ini membuktikan pentingnya peran pemuda seharusnya.
Seharusnya pemuda memiliki pondasi yang kokoh, sebelum berbuat atau memilih sesuatu harus tahu apa akibatnya. Bukan mengejar kesenangan semata.
Ini membuktikan sistem hari ini gagal mendidik generasi. Peradaban kapitalisme yang sekarang berlaku atau sistem yang mengutamakan kepentingan ekonomi atau pemilik modal yang berkuasa, terbukti melahirkan generasi yang sakit. Pemuda tidak mau bekerja keras untuk meraih impiannya menjadi ilmuwan, pemimpin, pakar.
Tetapi menjadi pemuda yang hanya mengejar ketenaran dari sisi ekonomi. Bukan, menjadi apa yang bermanfaat bagi kehidupan bermasyarakat. Ditambah lagi sistem hari ini yang membebaskan kalangan muda untuk bertindak bebas dengan alasan tidak merugikan orang lain, walaupun dia harus merugikan dirinya sendiri.
Seperti kasus meninggalnya selebgram yang memakai produk yang ternyata berbahaya dan mengancam nyawa.
Gambaran pemuda di dalam islam sangatlah berbeda. Negara sangat memperhatikan nasib pemuda. Sehingga di dalam sistem Islam pendidikan menepati posisi yang sangat penting.
Mulai dari pendidikan di dalam keluarga harus bisa menanamkan nilai agama, pendidikan di sekolah juga orientasinya bukan uang tetapi bagaimana mencetak para ulama dan sekaligus ilmuwan.
Negara memberikan edukasi dengan penerapan aturan yang ketat terkait makanan dan minuman yang beredar, media sosial yang menjadi tontonan, games, dan lain sebagainya. Jangan sampai merusak generasi. Sehingga peredaran whip pink yang disalahgunakan ini tidak terjadi.
Pemuda harus kembali ke aturan islam, Dimana sistem islam pernah diterapkan dalam kurun waktu lebih kurang 13 abad lamanya. Terbukti menjadi generasi yang terbaik di masanya. Bukan hanya untuk pemuda islam tetapi juga penduduk di luar islam juga menjadi generasi yang cerdas dan terbaik.
Banyak ulama yang dilahirkan seperti Imam Syafi'i, Imam Hanafi, Imam Hambali, Imam Maliki. Ilmuwan sekaligus ulama seperti Jabir Ibnu Hayyan Bapak Ilmu Kimia dan Kedokteran, Ibnu Wahshiyyah, ahli pertanian, Al Kindi, ahli fisika, kedokteran dan masih banyak lagi generasi yang lahir.
Mereka tidak mengejar ketenaran, tetapi mereka berlomba-lomba menjadi pribadi yang bermanfaat untuk kehidupan manusia dan agamanya.
Pemuda harusnya tidak melakukan hal yang sembrono, apalagi penggunaan barang yang bisa berpotensi membahayakan dirinya. Pemuda harus kembali kepada hukum yang memberikan kehidupan kepada mereka.
Wallahu a'lam bishshawwab.
Oleh: Eni Yulika
Aktivis Muslimah

0 Komentar