Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Pendidikan Para Generasi Terancam Pasca Bencana


Topswara.com -- Bencana sumatra yang terjadi di bulan November 2025 lalu tentunya mengakibatkan banyak kerusakan di wilayah sumatra. Mulai dari rumah, jalan, jembatan, sekolah, rumah sakit dan banyak lagi fasilitas umum yang hancur akibat derasnya banjir bandang dan longsor di 2025 lalu. 

Korban yang tewas dan luka-luka pun mencapai seribu orang lebih karena derasnya air yang membawa kayu gelondongan.

Selain tempat dan jalan yang terbatas perlengkapan sekolah sangat diperlukan saat ini, seperti pakaian, sepatu, alat tulis, tas, dan buku pembelajaran. Untuk itu Pelaksana Tugas Sekretari Aceh Utara ini pun mengajak seluruh lembaga pemerintah daerah lainnya untuk membantu dukungan perlengkapan sekolah tersebut. 

Sampai saat ini perlengkapan yang diterima dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI hanya mencapai 900 unit saja, sementara murid yang membutuhkan perlengkapan ini mencapai 7000 orang. 

Sehingga koordinasi dengan Kemendikdasmen dan semua lembaga di dalam dan luar negeri terus kami lakukan guna memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah dan buku pelajaran tersebut. Ujar Jamaludin selaku Pelaksana Tugas Sekretaris Aceh Utara tersebut.
(Kompas.com 12/01/2026).

Sekolah merupakan tempat yang saat ini dipakai untuk semua orang dalam mencari ilmu, dari mulai sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Sementara dampak yang terjadi pasca bencana banjir di sumatra ini sangatlah parah. 

Banyak relawan dan rakyat di negeri ini akhirnya turun tangan untuk membantu para korban bencana ini, dari mulai makanan, pakaian, tenda pengungsian hingga alat-alat lainnya yang tentunya sangat menjadi kebutuhan korban bencana ini. Mereka kini bertahan hidup dengan mengandalkan bantuan dan alat seadanya. 

Bahkan selama beberapa minggu banyak anak-anak yang akhirnya tidak bisa belajar di sekolah karena kerusakan yang parah akibat bencana ini. Lalu bagaimana nasib generasi penerus ini jika sampai saat ini mereka masih berada dalam kesulitan akibat bencana tersebut?

Sebagian wilayah yang telah di bersihkan dan memungkinkan untuk melakukan proses belajar mengajar kini hanya dilakukan secara bergantian. 

Dengan alat dan perlengkapan seadanya yang diterima, mereka tetap belajar meski harus bergiliran karena keterbatasan fasilitas dan pengajarnya. Pemerintah juga menerapkan kurikulum khusus/darurat yang disesuaikan dengan kondisi wilayah terdampak.

Situasi di sumatra pasca bencana ini telah menciptakan "potret buram" pendidikan meski upaya darurat telah dilakukan agar hak pendidikan generasi penerus ini tidak terabaikan. Namun apakah dengan upaya seperti ini hak pendidikan anak-anak sebagai generasi penerus benar-benar bisa terkoordinir?

Dan apakah bisa segera memulihkan pemenuhan pendidikannya hanya dengan berbekal peralatan dan pengajar yang begitu terbatas?

Dalam undang-undang dasar telah tertulis dengan begitu jelas bahwa visi dari negeri ini adalah "mencerdaskan kehidupan bangsa" dan bunyi dari kalimat di Undang-undang dasar ini merupakan salah satu upaya yang harus dilakukan dalam Islam juga. 

Meningkatkan taraf berpikir, mencerdaskan umat merupakan salah satu yang harus dilakukan dalam Islam sebab di dalam Islam pendidikan merupakan hal nomor 1 yang harus terpenuhi.

Sekolah dan pesantren ini dalam Islam merupakan pilar pembinaan iman dan akhlak bagi generasi penerus. Ketika lembaga-lembaga dan fasilitas ini rusak akibat bencana seperti bencana di sumatra ini yang menjadi terancam bukan hanya sekadar bangunannya saja, namun keberlangsungan pendidikan untuk generasi muda dalam mencari ilmu dan juga moral umat.

Strategi pendidikan dalam Islam yaitu pembentukan pola pikir dan pola jiwa yang islami. Maka dari itu pemulihan fasilitas pendidikan dan proses belajar mengajar tidak boleh di tunda, dan ini merupakan tanggung jawab bagi negara.

Selain orang tua, guru, masyarakat yang berperan dalam mendidik anak-anak, negara merupakan paling utama yang harus berperan dalam pendidikan.
Dalam Islam pendidikan merupakan tanggung jawab negara mulai dari fasilitas, pengajar, dan mengawasi jalannya sistem pedidikan tersebut.

Dalam sistem saat ini negara belum menempatkan pendidikan sebagai prioritas yang utama, dan situasi ini dinilai sebagai dampak dari pengelolaan pendidikan yang belum mandiri dan tangguh. Sementara dalam Islam itu memerlukan perhatian yang khusus untuk memulihkan sektor pendidikan. 

Sebab jika pemulihan ini tidak dilakukan secara cepat dan langsung maka masa depan generasi muda akan teracam hilang. Baik itu pemulihan fisik sekolah ataupun pemulihan mental dari siswa siswinya, negara harus mengelolanya secara komprehensif dan menyeluruh.

Ketika sistem pendidikan ini di kelola secara komprehensif oleh negara dengan sistem yang benar yaitu sitem islam yang menyeluruh maka, pemulihan bencana seperti yang terjadi di berbagai wilayah tersebut tidak akan dilakukan secara lamban dengan dalih yang berbagai macam. Sebab dalam Islam segala sesuatunya akan menjadi pertanggung jawaban pemimpin di yaumul akhir nanti.

Intervensi negara yang dilakukan secara komprehensif dalam Islam adalah yang terpenting, peran negara inilah yang mempunyai wewenang untuk mengharmonisasikan seluruh sektor, baik itu sektor pemerintahan, pendidikan, ekonomi dan lainnya, untuk bahu- membahu memulihkan kondisi pascabencana.

Seperti halnya yang pernah di katakan oleh sahabat nabi Umar bin Khattab, beliau mengatakan sampai tidak bisa tidur karena takut ada jalan yang rusak di Baghdad sehingga bisa menyebabkan keledai terjatuh. 

Begitupun yang terjadi dengan bencana banjir bandang kemarin bukan hanya bencana yang secara alami terjadi namun banyaknya tangan tangan manusia yang serakah di negeri ini yang tidak pernah mempedulikan dampak terbesar yang terjadi karena keserakahan mereka yang hanya mementingkan kepentingan pribadinya dan kepentingan para kapitalis kelas kakap.

Oleh sebab itu sistem Islam merupakan satu-satunya yang dapat memperbaiki kerusakan di negeri ini. Dengan sistem Islam pengelolaan lahan dan sumber daya alam yang ada akan di atur sesuai dengan aturan dan syariat Islam dengan adil. 

Begitupun dalam pendidikan para generasi penerus ini akan dididik sesuai dengan akidah Islam sehingga bisa menjadi para generasi yang berkepribadian Islam yang akan melanjutkan peradaban sesuai dengan hukum Islam yang telah di tetapkan syariat. Sebab hanya sistem Islam yang memiliki paradigma ruhiah yang akan menyejahterakan rakyat dengan sistem buatan Allah SWT.
(MMC_Reborn).

Wallahu'alam bisshawwab.


Oleh: Yayan Sri Purwanti 
Aktivis Muslimah 
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar