Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Sepilis dan Bahayanya

Topswara.com -- Apa itu sepilis? Dalam tulisan disini sepilis bukan penyakit terinfeksi bakteri treponema. Tetapi singkatan dari sekularisme, pluralisme dan liberalisme.

Sepilis ini sangat berbahaya, karena sepilis merupakan pemahaman yang mengancam dan mencabut akidah Islam. Karenanya sejak tahun 2025 Majelis Ulama Indonesia menfatwakan keharaman sepilis bagi umat Islam.

Sekularisme

Sekularisme adalah pemahaman yang memisahkan kehidupan dunia atau sosial dari aturan dan nilai-nilai agama. Karena itu muncul ungkapan-ungkapan, urusan politik jangan bawa-bawa agama, urusan undang-undang jangan bawa-bawa agama, bahkan agama dianggap bertentangan dengan kebhinekaan, padahal justru kita menegakkan agama demi menjaga bangsa ini supaya tidak hancur.

Sementara pluralisme adalah pemahaman yang menyamakan semua agama dalam kebenaran. Apapun agamanya sama-sama menuju kebahagian di surga. Kebenaran agama bersifat nisbi tidak ada yang mutlak kebenarannya. Untuk itu, katanya, tidak ada yang berhak mengklaim paling benar agamanya.

Kemudian, liberalisme adalah pemahaman yang tidak mau tunduk kepada Al-Qur’an, misalnya dengan menghalalkan yang haram, mengharamkan yang halal.

Apa bahayanya ?

Pemahaman sekularisme jelas kontra dengan ajaran Islam. Sekularisme mencampakkan sebagian ajaran Islam terutama yang terkait aspek sosial, ekonomi dan pendidikan. Kalaulah aspek-aspek tersebut disinggung hanya moralitasnya. Politik harus adil dan jujur tetapi syariat lainnya tak dipakai. 

Begitu juga ekonomi, pendidikan hanya subtansinya sementara syariatnya tak dipakai apalagi dijadikan sistem yang baku dalam bernegara. Itulah sekularisme.

Padahal didalam Al-Quran secara tegas menyeru orang-orang beriman untuk melaksanakan ajaran Islam secara kaffah, totalitas, tanpa membeda-bedakan ajaran yang satu dengan ajaran yang lain.Baik aqidah, ibadah, mu'amalah semuanya diatur dalam Islam. Mulai dari masuk toilet sampai masuk istana diatur dalam ajaran Islam yang termaktub dalam Al-Quran dan Sunnah Rasul. 

Dalam ayat berikut ditegaskan :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al Baqarah: 208).

Apapun yg datang dari Allah SWT dan RasulNya Saw kita terima dengan sami’na waatha’na yakni kita perhatikan, kita taati dan laksanakan dengan ikhlas mengharap ridha Allah SWT.

Simak dan renungkan firman Allah SWT betikut:
وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَّلَا مُؤْمِنَةٍ اِذَا قَضَى اللّٰهُ وَرَسُوْلُهٗٓ اَمْرًا اَنْ يَّكُوْنَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ اَمْرِهِمْ ۗوَمَنْ يَّعْصِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ فَقَدْ ضَلَّ ضَلٰلًا مُّبِيْنًاۗ

“Dan tidaklah pantas bagi laki-laki yang mukmin dan perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada pilihan (yang lain) bagi mereka tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh, dia telah tersesat, dengan kesesatan yang nyata”.( Q.S.Al-Ahzab 36).

Jadi jelas jika kita berpedoman hanya parsial dari syariat Islam itu berarti mengikuti langkah setan karena menentang ketentuan Allah dan Rasul-Nya, alias sesat yang nyata.

Pluralisme

Pluralisme ialah suatu paham yang meyakini semua agama sama dan benar, sehingga siapapun termasuk nabi dan Rasul tidak berhak mengklaim ajarannya yang paling benar.

Berdasarkan paham ini bahwa kebenaran agama bersifat nisbi tidak mutlak, termasuk kebenaran Islam. Padahal dalam Al-Quran ditegaskan bahwa hanya Islamlah agama yang benar yang diridhai Allah Ta'ala. Ini ayatnya :

اِنَّ الدِّيْنَ عِنْدَ اللّٰهِ الْاِسْلَامُ

”Sesungguhnya agama (yang benar) di sisi Allah hanyalah Islam” (QS. Âli ‘Imrân [3]: 19). 

وَمَنْ يَّبْتَغِ غَيْرَ الْاِسْلَامِ دِيْنًا فَلَنْ يُّقْبَلَ مِنْهُ

”Siapa saja yang mencari agama selain Islam tidak akan diterima”(QS. Âli ‘Imrân [3]: 85).

Allah Ta'ala melarang keras mencampur ajaran yang benar dengan yang bathil. Ini firmanNya :

وَلَا تَلْبِسُوا الْحَقَّ بِالْبَاطِل

”Janganlah kalian mencampuradukkan antara yang haq dan yang batil” (QS. al-Baqarah [2]: 42).

Sementara dalam pemahaman pluralisme ini, agama apa saja benar selama berserah diri pada Tuhan. Imbasnya tidak sedikit umat Islam yang agamanya campursari, sinkretisme. Ada sekumpulan jamaah masjid bershalawat di gereja bersama-sama dengan umat Kristiani. 

Ada umat Islam yang pawai bersama umat Kristen membawa patung bunda Maria. Dan juga ada umat Islam yang natalan bersama umat Kristiani. Bahkan ada yang baca tasbih secara nyaring dibawah candi Prambanan Yogyakarta. Na'udzubillahi mindzalik.

Jelas paham pluralisme itu menafikan ayat Al-Qur'an diatas yang menegaskan bahwa agama yang benar adalah Islam.

Liberalisme 

Liberalisme memahami agama secara liberal bebas tidak sesuai dengan kaidah yang sudah ada. Paham ini menempatkan akal diatas wahyu.Tak heran produknya banyak yang menyimpang dari ajaran yang sebenarnya. 

Menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal karena standarnya bukan nash Al-Qur'an dan Sunnah Rasul, seperti LGBT, pornografi atau pornoaksi, perzinahan, pelacuran. pemurtadan, aliran sesat dan penistaan. Termasuk paham bolehnya nikah beda agama, rambut wanita bukan aurat, dan lainnya.

Paham liberalisme agama ini punya jaringan intelektual yakni Jaringan Islam Liberal (JIL) sebagai forum diskusi kaum intekektual yang berpaham liberal.

Pemahaman liberal ini sangat berbahaya bagi umat Islam karena secara masif propaganda kebebasan individual demi HAM termasuk dalam menafsirkan ayat-ayat Al-Quran.

Salah satu contoh : ayat "al-Islam" dalam ayat "innaddiina 'indallahi al-Islam".(QS.Ali Imran :19). Menurut mereka "al-Islam" diartikan penyerahan diri. Padahal makna yang benar "al-Islam" adalah diinul Islam. Sehingga ayat itu menurut paham liberal adalah "bahwa sesungguhnya agama disisi Allah adalah penyerahan diri", padahal yang benar adalah "Sesungguhnya agama yang diridhai Allah adalah agama Islam".

Untuk itu umat Islam harus membentengi diri dari serangan jaringan Islam liberal ini yang senantiasa propaganda untuk kebebasan demi HAM Barat tanpa memperdulikan syariat Islam.

Liberalisme ini memuja hawa nafsu tanpa menghiraukan syariat. Padahal Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لَا شَرِيكَ لَهُ ۖ وَبِذَٰلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ

"Katakanlah: “Sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb semesta alam, tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)”. [al-An’âm/6:162-163]

Pahami Islam

Agar kita terhindari dari penyakit sepilis, maka kita wajib membentengi diri dengan akidah yang kokoh. Caranya pahami Islam dengan baik dengan ulama yang cukup kompeten.

Rasulullah saw bersabda :
مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِى الدِّينِ

“Barangsiapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allah, maka Allah akan membuatnya faham tentang agamanya.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Mu’awiyah bin Abi Sufyan).

Dengan tafaqquh fiddiin seorang muslim akan selamat akidahnya dari propaganda sepilis yang kian marak, tidak terjebak dalam kekafiran dan kemusyrikan, benar ibadahnya mengikuti petunjuk Rasul dan baik akhlaknya sesuai syariat Islam

Disamping itu juga penting harus selektif memilih lembaga pendidikan baik sekolah, perguruan tinggi maupun pesantren. Jangan sampai lembaga pendidikan yang terinfeksi sepilis menjadi lembaga yang dipilihnya. Hancur akidah !

Wal'iyadzu billah mindzalik.


Oleh: Abdul Mukti 
Pemerhati Kehidupan Beragama 
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar