Topswara.com -- Kak Ayu Ratih, M.Pd., di Kajian Remaja di Depok kajian membahas “Overthinking dan jalan kembali kepada Allah” dalam materi yang bertajuk Lengah Dikit Overthinking, Finding Your Way Back to Allah yang digelar di Masjid Al-Qohar, Jalan Raya Muchtar, Kota Depok, Ahad (18/1/2026).
“Overthinking bukan masalah yang harus didalami dan dihayati secara berlebihan, tetapi cukup dijadikan renungan agar bisa mengambil langkah yang lebih baik ke depannya,” ujar Ayu dalam pemaparannya.
Ia menjelaskan, fenomena overthinking yang makin meningkat di berbagai kalangan usia berdampak pada arah hidup yang menjadi tidak terkondisikan, sehingga diperlukan pemahaman yang benar agar seseorang tidak terjebak terlalu jauh dalam pikirannya sendiri.
“Overthinking akan terus mengakar apabila seseorang tidak memahami hakikat kehidupan ini,” paparnya.
Menurut Ayu, kondisi tersebut juga diperparah dengan munculnya fenomena pop corn brain di kalangan pemuda, yang menyebabkan fokus menjadi sulit dipertahankan.
“Banyak solusi yang ditawarkan hari ini bersumber dari pemikiran Barat, salah satunya konsep healing,” ungkapnya.
Ia memaparkan bahwa solusi-solusi tersebut lahir dari cara pandang kapitalistik, sehingga umat perlu memilah dan memilih solusi yang ditawarkan para ahli di masa kini.
“Islam memberikan solusi dalam menghadapi overthinking, Islam solusi semua masalah,” tegas Ayu.
Lalu ia menyandarkan penjelasannya pada Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 216 yang artinya, “...boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal itu tidak baik bagimu. Dan Allah mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui.”
Ayu menyebutnya, yang seharusnya tak dipikirkan secara berlebihan bisa menjadi penyebab utama atas masalah overthinking itu.
“Maka, dalam Islam sudah ada pemahaman bahwa Allah-lah yang mengetahui apa yang terbaik bagi hamba-Nya. Kita sebagai manusia, cukup memahami hakikat kehidupan ini diciptakan untuk apa, dengan menjadikan wahyu Allah sebagai sandaran yang kuat,” tegasnya.
Ayu juga menyampaikan langkah-langkah praktis menghadapi overthinking, di antaranya mengenali pemicu pikiran berlebih, melibatkan Allah dalam setiap persoalan, memperbanyak mengingat Allah, menyerahkan hasil usaha kepada-Nya, serta menyusun rencana agar tidak terjebak dalam overthinking dalam waktu lama.
“Ini pentingnya menjadikan wahyu Allah sebagai sandaran hidup dalam menghadapi berbagai persoalan remaja” tandasnya. []Sumayyah

0 Komentar