Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Peristiwa Penting di Bulan Ramadhan (Bagian 16) Penaklukan Kota Mekah

Topswara.com -- Di antara peristiwa yang terjadi pada hari ke 20 bulan Ramadan adalah penaklukan kota Makkah Al-mukaromah tahun 8 H oleh Nabi SAW. Diawali oleh tindakan kaum Quraisy yang melanggar perjanjian antara mereka dan Rasulullah SAW. Mereka membantu Bani Bakar untuk menyerang Bani Khuza'ah,  sekutu Rasulullah SAW. Hal ini  menyalahi isi perjanjian yang dibuat. 

Begitu berita pelanggaran ini sampai kepada Rasulullah SAW, beliau memerintahkan para sahabatnya untuk bersiap-siap. Beliau menyembunyikan rencana ini dari kaum Quraisy untuk mengejutkan mereka, sehingga tidak bisa melawan. Beliau juga menghindari pertumpahan darah di Tanah Haram.

Rasulullah SAW mengajak keluar seluruh kabilah yang telah masuk Islam, sehingga beliau berhasil menghimpun pasukan dengan total jumlah 10.000 tentara. Mereka berangkat menuju Makkah. Beliau keluar dari Madinah pada 10 Ramadan tahun 8 H.

Pasukan itu tidak membayangkan untuk menyerang dan menyerbu Makkah. Karenanya mereka berangkat tanpa persiapan nyata yang sebenarnya dan memadai. Rasulullah SAW mengepung Makkah dan memerintahkan para sahabatnya agar masing-masing orang menyalakan api pada malam hari.

Sejatinya, Quraisy tengah menunggu-nunggu reaksi Rasulullah SAW atas pengkhianatan yang mereka lakukan, sehingga ketakutan menjalar di hati kaum musyrikin. Dan benar, kaum Quraisy gentar dan ketakutan. Mereka mengetahui bahwa Rasulullah SAW tengah mengepung Makkah dan mereka tidak bisa bergerak.

Beberapa saat sebelum pasukan kaum muslimin masuk, maka Rasulullah SAW mengutus seseorang untuk berseru: "Barangsiapa masuk ke rumah Abu Sufyan maka dia aman. Barang siapa menutup pintu rumahnya maka dia aman. Dan barangsiapa masuk ke Masjidil Haram maka dia aman." (Mu'jam Kabir, Thabrani 6/495)

Kemudian kaum muslimin bergerak ke dalam Kota Makkah. Mereka masuk melalui dua sisi Makkah dan tidak mendapatkan perlawanan yang berarti. Dua kelompok pasukan Islam bertemu di lapangan thawaf di Masjidil Haram, sekeliling Ka'bah. Rasulullah SAW thawaf mengelilingi Baitullah lalu masuk ke dalam Ka'bah dan salat di dalamnya. Kemudian beliau keluar dan berdiri di pintu Ka'bah, sementara kaum Quraisy melihat ke arah beliau.

Beliau memerintahkan agar mereka berkumpul. Lalu beliau berseru: "Wahai sekalian kaum Quraisy. Menurut kalian, tindakan apa yang hendak aku lakukan terhadap kalian?" Mereka menjawab, " Tindakan yang baik. Engkau saudara yang mulia. Putra saudara yang mulia." Beliau bersabda: "Pergilah. Kalian semua bebas." 

Rasulullah SAW memerintahkan agar patung-patung disingkirkan dari Tanah Haram. Beliau juga memerintah Bilal naik ke atas Ka'bah untuk mengumandangkan azan. Beliau bersabda, "Tidak ada hijrah setelah penaklukan."

Demikianlah Makkah berislam dengan jalan damai, tanpa perlawanan. Tanpa tetesan darah. Dengan ditaklukkannya Makkah, maka runtuhlah kekuasaan syirik di Jazirah Arab. Masjidil Haram kembali ke posisinya sebagai masjid suci dan Islam menempati singgasana kekuasaan. 

Memimpin umat manusia, Muslim maupun non-Muslim dalam kesatuan. Kedamaian. Kesejahteraan. Tetakwaan. Itulah hakikat Islam sebagai sebuah sistem hidup untuk seluruh umat manusia.

Di sadur dari buku Berjudul Peristiwa-peristiwa Penting di Bulan Ramadan karya DR Abdurrahman Al-Baghdady.


Oleh: Kholda Najiyah
Founder Salehah Institute
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar