Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Di Sana Ada Palestina, di Situ Ada Rohingnya, di Sini Ada Kita, Terus Apa Solusinya? Pasti Khilafah!


TopSwara.com – Problem, bahkan the big problem, bahkan the bighest problem, mendatangi umat Islam bagaikan hantaman ombak di pantai. Susul menyusul tak terputus.

Belum lagi selesai masalah palestina sejak 75 tahun lalu. Muncul masalah Kashmir, Turkistan Timur alias Xinjiang, Moro, Pattani, India, Syuriah, Irak, Kurdi dan seterusnya. Satu belum selesai ditimpa yang lain. Berlapis lapis. Bertumpuk tumpuk. Berkelindan menjadi jalinan problem yang campur aduk susah sekali diselesaikan. 

Seperti saat ini, ketika seluruh mata dunia sedang tertuju kepada genosida terhadap Palestina kemudian menyeruak ke permukaan masalah pengungsi Rohingya. Menimpali problem besar negeri ini yakni masalah amburadul nya pemilihan penguasa baru ditengah ketidakbecusan penguasa lama. Ditengah kehidupan masyarakat negeri ini yang makin sulit dan kacau balau.

Masih banyak umat Islam bahkan tokohnya yang tertipu oleh penjajah. Yakni jebakan penjajah yang menjadikan PBB sebagai perangkap ilusi solusi internasional bagi berbagai persoalan bangsa bangsa. Disinilah banyak tokoh umat Islam yang masih berharap bahwa lewat PBB akan diselesaikan problem umat Islam diberbagai negeri. Seperti problem genosida palestina oleh penjajah israel. Atau problem Rohingya yang ditindas oleh penjajaha. Myanmar. Padahal PBB memang sudah dirancang untuk melayani kepentingan penjajah khususnya Amerika, perancis, inggris, Rusia dan China, sebagai pemilik hak veto sebagai anggota tetap dewan keamanan. 

Oleh karena itu tugas utama PBB adalah melanggengkan dan mengamankan penjajahan oleh paling tidak lima negara penjajah dan konconya termasuk entitas penjajah Israel. 

Karenanya, ketika kita menyerahkan urusan umat Islam kepada PBB maka ujungnya adalah kekalahan umat Islam dan Makin kokoh nya penjajahan mereka. Lihatlah hasil kerja PBB di Afghanistan, Kashmir, Moro, Libanon, termasuk Palestina. Apa kerjanya PBB kalo bukan melegitimasi perampokan dan penjajahan tanah Palestina yang dilakukan oleh penjajah Israel sejak 1948? Bagaimana mungkin PBB yang bercokol tiap hari di palestina tapi hasilnya adalah lepasnya 90 persen tanah Palestina? Sementara jutaan pengungsi Palestina di luar negeri pun sejak itu tak bisa kembali lagi? Juga penindasan yang bengis bahkan genosida pun malah pendapat legitimasi dari PBB itu karena veto satu negara penjajah yakni Amerika.

Pasti, umat Islam membutuhkan satu lembaga yang memiliki kekuatan dominan secara internasional. Yang mampu menyatukan kekuatan umat Islam sedunia. Mampu memimpin umat ini untuk menyatukan energi hingga berbagai problem di atas bisa diselesaikan oleh umat Islam sendiri dengan mengabaikan PBB bentukkan penjajah itu. 

Tentu yang dibutuhkan bukan PBB Islam. Bukan oki yang bisanya cuman o i see terhadap berbagai problem umat. Yang kita butuhkan adalah pemimpin yang riil. Satu pemimpin yang memiliki kekuatan komando hingga bisa memerintahkan pasukan Islam menyerang penjajah Israel laknatullahi alayhim. Pasukan Islam yang bisa membebaskan Kashmir dari penjajah India. Membebaskan Syuriah dari penjajahan Bashar As'ad nushoiriyah. Membebaskan Rohingya dari penjajah Myanmar. 

Satu pemimpin yang perintahnya wajib ditaati umat Islam karena dia melaksanakan syariat Islam secara kaffah. Menyatukan umat secara riil apapun mazhabnya. Apapun organisasinya. Apapun suku dan bangsanya. Menjadi umat Islam yang satu dibawah naungan Laa ilaaha illaaLlaah Muhammadur rasulullah.

Pada saat itulah umat islam akan mampu berdiri tegak meratakan Islam sebagai rahmatan Lil alamin. Meratakan keamanan dan kesejahteraan kepada seluruh manusia tanpa membedakan agama, suku maupun bangsanya.

Pada saat itulah PBB akan kehilangan eksistensi nya seiring hilangnya eksistensi para Penjajah. Mereka tak bisa lagi memveto keputusan kita. Mereka tak bisa lagi menipu kita bahkan tak bisa lagi menipu manusia sedunia seperti hari ini.
Dan institusi yang satu itu adalah khilafah. Sementara pemimpin yang satu itu adalah Khalifah, Amirul Mukminin yang dibait oleh umat Islam untuk melaksanakan Al-Qur'an dan As-Sunnah secara totalitas.

Kemudian, jika bukan khilafah lalu apa solusi tuntas untuk kita bisa membebaskan Palestina? Sekaligus membebaskan Rohingya, Kashmir, Xinjiang dan semua negeri Islam yang terjajah? Coba, pakaikan akal sehat kita sebelum Allah mencabutnya. Pasti jawabannya hanya satu yakni khilafah. Dan insyaallah itu tak kan lama lagi. 

قَرَأْتُ بِخَطِّ أَبِي الْحُسَيْنِ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ الرَّازِيِّ ، أنا أَبُو الْحَسَنِ أَحْمَدُ بْنُ عُمَيْرِ بْنِ جَوْصَا ، أَنْبَأَنَا أَبُو عَامِرٍ مُوسَى بْنُ عَامِرٍ ، أَنْبَأَنَا الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ ، أَنْبَأَنَا مَرْوَانُ بْنُ جَنَاحٍ ، عَنْ يُونُسَ بْنَ مَيْسَرَةَ بْنِ حَلْبَسٍ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” هَذَا الأَمْرُ كَائِنٌ بَعْدِي بِالْمَدِينَةِ ، ثُمَّ بِالشَّامِ ، ثُمَّ بِالْجَزِيرَةِ ، ثُمَّ بِالْعِرَاقِ ، ثُمَّ بِالْمَدِينَةِ ، ثُمَّ بِبَيْتِ الْمَقْدِسِ ، فَإِذَا كَانَ بِبَيْتِ الْمَقْدِسِ فَثَمَّ عُقْرُ دَارِهَا ، وَلَنْ يُخْرِجَهَا قَوْمٌ فَتَعُودَ إِلَيْهِمْ أَبَدًا ” . يَعْنِي بِقَوْلِهِ بِالْجَزِيرَةِ : أَمْرٌ مَرْوَانَ بْنَ مُحَمَّدٍ الْحَمَّارَ ، وَبِقَوْلِهِ بِالْمَدِينَةِ : بَعْدَ الْعِرَاقِ ، يَعْنِي بِهِ الْمَهْدِيَّ يَخْرُجُ فِي آخِرِ الزَّمَانِ ، ثُمَّ يَنْتَقِلُ إِلَى بَيْتِ الْمَقْدِسِ وَبِهَا يُحَاصِرُهُ الدَّجَّالُ ، وَاللَّهُ أَعْلَمُ

Perkara ini (khilafah) akan ada sesudahku di Madinah (Yastrib), lalu di Syam, lalu di Jazirah, lalu di Iraq, lalu di Madinah (Konstantinopel), lalu di Al-Quds (Baitul Maqdis). Jika ia ada di al-Quds, pusat negerinya akan ada di sana dan siapa pun yang memaksanya (ibu kota) keluar dari sana (al-Quds), ia tak akan kembali ke sana selamanya.

Hadis ini dikeluarkan oleh Ibnu Asakir dalam kitab tarikhnya (Tarikh Dimasyq, 1/185) dan Nu’aim bin Hammad dalam kitabnya (al-Fitan, 276)

Selamat berjuang sobat, semoga kita istiqamah. Semoga Allah segera memberikan ampunan dan pertolongan-Nya.

Wallahu a'lam. []


Oleh: Ustaz Abu Zaid
Ulama Aswaja
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar