Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Kutukan atau Pengerahan Pasukan?


Topswara.com -- Media Barat selalu mengulang-ulang opini bahwa terbunuhnya warga sipil, wanita dan anak-anak Israel oleh pejuang Gaza dalam serangan 7 Oktober 2023 adalah tindakan terorisme. Namun sebaliknya, terbunuhnya jutaan warga sipil, wanita dan anak-anak di Gaza sejak tahun 1948 oleh tentara IDF sebagai tindakan membela diri. 

Padahal Israel-lah terorisnya. Mereka merampas tanah Palestina, memaksa penduduknya untuk masuk ke dalam gudang sempit didalam rumah mereka sendiri. Lalu para penjajah bersenang-senang dan menjarah semua harta penghuni rumah dengan pongahnya, karena para pemimpin dunia telah setuju dengan agenda Zionisme mereka.

Penduduk Palestina dikurung di Tepi Barat dan Jalur Gaza, di mana semua akses kebutuhan hidup mereka sangat dibatasi. Hanya cukup untuk tetap hidup dan merasakan penderitaan yang tiada terperi. Jutaan penduduk terkonsentrasi pada dua tempat sempit yang terisolir dan hanya bisa berharap pada bantuan luar negeri. 

Dalam kurungan itu mereka diserang, disiksa, diperkosa, dibombardir berkali-kali dan dengan intensitas yang sangat tinggi. Gaza adalah penjara sekaligus ladang pembantaian terbesar didunia. Sekitar dua juta penduduknya, setengahnya adalah anak-anak dan balita. Lalu, manusia macam apa yang tega untuk mengurung dan menyiksa para balita di dalam penjara?

Dibawah penindasan binatang Zionis, penduduk Palestina sudah tidak percaya pada perundingan yang selalu saja berujung pada perundungan. Dibawah penguasa antek Zionis, penduduk Gaza sudah tidak berharap pada pemimpin negara-negara bangsa, yang tidak takut kepada Penguasa Alam Semesta. Mereka hanya percaya bahwa Allah SWT menyayangi mereka, dan ridha terhadap segala qadha'-Nya.

Yang mereka tunggu adalah kedatangan tentara Allah yang takut kepada Tuhannya. Yang mereka harapkan adalah kedatangan saudara mereka seiman tanpa sekat negara bangsa. Yang mereka rindukan adalah penguasa yang bisa membebaskan mereka dari segala penderitaan dan kenistaan yang ditebarkan oleh Zionis Israel dan sekutunya.

Kutukan dan bantuan sekadarnya bukanlah hal yang mereka butuhkan. Pengiriman tentara untuk membebaskan penduduk Palestina jauh lebih mereka butuhkan. Hal itu hanya bisa diwujudkan dalam sebuah ikatan persaudaraan umat Islam di yang disadari oleh para pemimpin mereka. Hal itu hanya bisa terjadi bila kematian, luka, kelaparan dan penderitaan penduduk Palestina mengguncang jiwa pemimpin umat Islam di negeri-negeri Muslim.

Hanya dengan kembalinya kemuliaan Islam dalam sebuah Institusi legal formal, yang bisa mengusir Zionis Israel dari tanah Syam. Hanya dengan Khilafah Islam, tentara kaum muslimin bisa digerakkan secara global untuk membebaskan rakyat Palestina dari penderitaan. Hanya dengan jihad, Zionis Israel bisa dienyahkan dari tanah suci tiga agama samawi.


Oleh: Dash Shameel 
(Penulis dan Pengamat Sejarah)
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar