Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Madrasah Nabi Mencetak Generasi Hebat


Topswara.com -- Ketika Nabi pertama kali diutus dan menyampaikan pidato pertama di atas Bukit Shafa, Nabi mengatakan bahwa seorang pemimpin tidak boleh membohongi rakyatnya. 

Itu merupakan garis tegas yang menjadi patokan Nabi, para sahabat, dan orang lain dalam melihat Nabi. Ya, Nabi benar-benar membuktikan satunya kata dan perbuatan. Itulah syarat pemimpin dan syarat pendidik, guru (digugu lan ditiru).

Kemudian Nabi menyampaikan pidato berikutnya di atas Jabal Ajyad, yang menjadi fondasi madrasahnya, “Katakanlah satu kata, yang jika kalian mengatakannya maka seluruh bangsa Arab akan tunduk kepada kalian dan orang non-Arab akan membayar jizyah kepada kalian.” Apa itu? Kalimat tauhid. “La ilaha Illa-llah Muhammad Rasulullah.”

Tauhid itulah yang menjadi fondasi, kaidah, dan visi madrasah Nabi. Inilah yang menentukan jawaban, “Dari mana, mau ke mana, untuk apa?” Dari sini mereka tahu bahwa hidup ini memiliki misi, yaitu mengabdi kepada Allah dan visi, yaitu mendapat rida dan janah-Nya.

Dengan fondasi, misi, dan visi ini maka hidup generasi yang dididik oleh Nabi pun terarah, fokus, dan sukses. Lihat, Ali, Zubair, Ja’far, Abdullah bin Mas’ud, Saad bin Abi Waqqash, masing-masing telah menjelma menjadi sosok yang luar biasa. Mereka adalah produk madrasah Nabi.

Mereka tidak hanya hebat secara mental, spiritual, tetapi juga secara fisik. Ini karena Islam sebagai sistem sangat memerhatikan semua aspek itu. 

Puasa dan salat misalnya, tidak hanya melatih fisik, tetapi menguatkan spirit dan mental kaum muslim. Para pakar motivasi mengatakan, rahasia sukses itu ada pada disiplin. Disiplin itu dilatih di dalam salat, baik sendiri maupun berjemaah

Islam adalah sistem kehidupan. Islam tidak hanya memerhatikan aspek spiritual, tetapi juga materi, fisik, dan emosional (nonfisik). Jika sistem ini diterapkan secara menyeluruh dalam kehidupan seorang muslim maka generasi yang pernah dicetak oleh madrasah Muhammad ini akan lahir kembali. Mereka secara fisik kuat. Secara spiritual juga luar biasa. Mental dan emosional mereka juga luar biasa. Wajar jika mereka menjadi juara dan memimpin dunia.


Oleh: K.H. Hafidz Abdurrahman
Khadim Ma'had Syaraful Haramain
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar