Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Siapkah Negara Menghadapi Covid Varian Baru?


Topswara.com -- Di akhir tahun 2019, Mancanegara di hebohkan dengan virus yang muncul dari Cina yang di kenal dengan Covid-,19.

Virus Corona yang bertahan kurang lebih dua tahun, membuat kegiatan di kerjakan di rumah yang di sebut Work From House (WFH). Namun eksistensi Covid-19 mulai redup, dikarenakan mayoritas masyarakat sudah di vaksin dan kekebalan tubuh ataupun imunitas masyarakat meningkat.

Hal tersebut membuat masyarakat mulai mengabaikan 3M (menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak) Sayangnya, yang namanya virus pasti ada tidak akan hilang dengan berjalannya waktu. 

Tentu virus akan terus bermutasi kemudian beradaptasi lalu merubah bentuk genetiknya. Hal tersebut menghasilkan beberapa varian virus baru dari Corona yang namanya di kenal dengan Alpha varian Inggris, Beta varian Afrika, Gamma varian Brazil, Delta varian India, Tetapi varian Filipina, Kappa Varian India dan beberapa varian Virus Corna lainnya.

Beberapakali berganti nama tentu virus semakin kuat, cara kita melawat virus tersebut tentu dengan meningkatkan imunitas tubuh.

Tetapi cara meningkatkan imutas tubuh tentu dengan memakan makanan yang banyak mengandung vitamin serta protein. Tetapi hal tersebut percuma jika kita terus berinteraksi dengan seseorang yang mengidap virus tersebut dikarenakan kekebalan tubuh tidak selamanya bagus, pasti ada kalanya menurun.

Di beberapa negara seperti Inggris, Singapura, Italia, Jepang dan beberapa negara lainnya mulai mengkarantinakan pendatang dari negara yang munculnya varian virus Corona. Saat ini virus varian baru sudah mengawatirkan, karena munculnya beberapa orang yang terkena virus varian baru tersebut.

Virus tersebut, ada karena oleh-oleh dari orang yang melakukan perjalanan ke negara yang terdapat virus varian itu.

Seharusnya pendatang yang melakukan perjalanan keluar negeri di karantina terlebih dahulu. Jangan langsung dibiarkan pulang, karena tidak tahu oleh-oleh virus apa saja yang dibawa mereka.

Bahkan dilontarkan dari CNBC Indonesia reserch, Lonjakan kasus terlihat jelas dalam sepekan terakhir. Pada pekan tersebut (15-22 April 2023), kasus Covid-19 bertambah 7.015 atau naik 18 persen dibandingkan pekan sebelumnya (5.938). Jumlah kasus sepekan terakhir juga dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan pada pekan terakhir Maret 2023 yang tercatat 3.660.

Tentu angka diatas bukan main-main, melihat banyaknya masyarakat yang terkena virus varian baru tersebut. Dalam Islam, jika suatu tempat atau daerah terkena wabah penyakit. Daerah tersebut di non-aktifkan terlebih dahulu. Maksudnya masyarakat yang berada di daerah tersebut tidak boleh keluar dan orang yang berada di luar daerah tersebut tidak boleh masuk. Dan aktivitas lainnya di berhentikan sementara.

Rasullulah SAW bersabda sebagai berikut:

عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ إِذَا سَمِعْتُمْ بِالطَّاعُونِ بِأَرْضٍ فَلَا تَدْخُلُوهَا وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلَا تَخْرُجُوا مِنْهَا

Diriwayatkan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa beliau berkata: “Jika kalian mendengar adanya tha’un di suatu daerah, maka jangan memasuki daerah tersebut; dan ketika kalian berada di dalamnya (daerah yang terkena tha’un), maka jangan keluar dari daerah tersebut.”
(HR. Bukhari dan Muslim). 

Setelah daerah yang terkena wabah ditutup, pemerintah mengirimkan tenaga medis ke daerah tersebut untuk mengobati masyarakat yang terkena wabah serta memeriksa kondisi kesehatan masyarakat yang tidak terkena wabah.

Selama daerah tersebut di tutup, masyarakat tidak perlu khawatir dengan masalah pangan dan kesehatan. Semua di jamin oleh pemerintah sampai kondisi semua masyarakat di daerah tersebut sehat.

Dengan demikian, Islam mengajarkan bagaimana cara kita sebagai seorang Muslim menerima suatu musibah atau bencana yang menimpa baik bencana alam maupun bencana non alam seperti wabah virus Covid varian baru. 

Cara yang diajarkan Islam itu adalah menerima bencana itu dengan penuh kesabaran sebagai bentuk keimanan kita atas kekuasaan Allah SWT seraya kita berusaha mengatasinya dengan mencegah penyebarannya, membantu mereka yang tertimba musibah, serta berusaha mencari solusi untuk pengobatannya. 

Islam mengajarkan dengan musibah atau bencana itu maka akan menjadi ladang amal yaitu dengan sikap saling menolong antar sesama muslim maupun sikap saling menolong yang melintasi agama, etnis, bahkan negara.


Oleh: Sarah Michaela 
Aktivis Dakwah
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar