Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Mewujudkan Generasi Rabani Bervisi Akhirat


Topswara.com -- Selain berjuang mengembalikan kehidupan Islam dalam bingkai khilafah, umat Islam harus tetap berupaya mewujudkan generasi rabani bervisi akhirat. Walaupun umat Islam hidup di dalam kehidupan yang tidak islami, tetapi dakwah Islam harus terus diprioritaskan. Terlebih hari ini umat Islam berada di bulan Ramadhan. Bulan Ramadhan adalah bulan mulia, bulan Al-Qur'an, bulan dakwah, bulan jihad, dan bulan perjuangan. Alangkah ruginya jika umat Islam tidak mengisi bulan Ramadhan ini dengan dakwah dan dakwah. 

Berikut ini adalah catatan dalam mewujudkan generasi rabani bervisi akhirat. Pertama, menanamkan akidah yang benar. Lurusnya akidah di dalam benak kaum Muslim adalah kunci keberhasilan dakwah. Apabila seseorang telah meyakini Allah SWT dengan sebenar-benarnya keyakinan, maka syariat atau aturan seberat apa pun akan dilakukan dengan sekuat tenaga. Karena ia memahami ini adalah perintah Allah SWT bukan perintah manusia.

Kedua, mengajaknya untuk terikat dengan hukum syarak. Setelah memiliki akidah yang mantap, harapannya akidah itulah yang akan mendorongnya untuk taat kepada hukum syarak. Di setiap tingkah laku, tutur kata, dan diamnya mereka senantiasa dikaitkan dengan Islam. Ketika ia keluar dari tuntutan syarak sama saja ia telah melakukan kemaksiatan yang mendatangkan dosa dan kemurkaan Allah SWT. 

Ketiga, memahamkan solusi dari problematika kehidupan adalah diterapkan Islam secara kaffah. Pola pikir dan pola sikap generasi hari ini perlu diarahkan kepada Islam secara terus-menerus. Mereka harus memahami munculnya problematika kehidupan karena tidak diterapkan Islam, sehingga ketika mereka menghadapi berbagai tantangan kehidupan mereka akan mencari solusi Islam. 

Keempat, mengajaknya untuk menjadi penyeru kebaikan atau pengemban dakwah Islam. Amalan terbaik para nabi dan rasul adalah mengemban risalah Islam di sepanjang kehidupan mereka. Oleh karena itu, dakwah ini adalah amalan nabi dan rasul yang harus diikuti dan diteladani oleh generasi hari ini. Mereka tidak hanya menjadi pelaku kebaikan, tetapi juga penyeru kebaikan. Ketika mereka bisa menjadi pengemban dakwah, harapannya ia bisa mengurai permasalahan kehidupan dari aspek individu, masyarakat, maupun negara yang ia temui hari ini. 

Kelima, mengupayakan lingkungan dan kehidupan islami. Penting generasi hari ini menciptakan kehidupan Islam di berbagai lini kehidupan. Sembari mereka berjuang mengembalikan tegaknya khilafah Islam, mereka juga perlu menciptakan kehidupan Islam dalam aktivitas setiap harinya, yakni dari lini keluarga, komunitas maupun jemaah dakwah yang ia ikuti.

Keenam, mengikuti kajian intensif. Kajian Islam intensif adalah salah satu cara untuk membersihkan pemikiran kita dari ideologi kufur selain Islam. Tidak hanya itu, dengan mengkaji Islam ini akan menguatkan keimanan dan ketakwaan kita sehingga ketika beradu dengan pemikiran kufur dan godaan syahwat dunia tetap kukuh memegang tali-tali agama Allah SWT. Inilah pentingnya mengkaji dan memberikan kajian Islam, yakni salah satu cara membersihkan diri dari cengkeraman pemikiran sekuler liberal. 

Apabila generasi hari ini mampu melaksanakan keenam poin di atas dan senantiasa menjaganya dalam kehidupan sehari-hari, niscaya mereka akan menjadi pribadi unggul yang mampu hidup di dalam kegelapan sistem kapitalisme sekuler hari ini. Mereka bisa menyalakan cahaya di tengah gelapnya dunia dan mereka bisa membuat cahaya Islam makin terang benderang dengan dakwah yang mereka lakukan. Begitulah generasi rabani yang memiliki visi akhirat.

Surah Al-Imran Ayat 110
كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ ۗ وَلَوْ ءَامَنَ أَهْلُ ٱلْكِتَٰبِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُم ۚ مِّنْهُمُ ٱلْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ ٱلْفَٰسِقُونَ

Artinya: Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. (TQS. Al-Imron: 110).[] Ika Mawarningtyas 
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar