Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Begini Waktu Shalat Ideal bagi Ibu yang Memiliki Anak Kecil

Topswara.com – Menjawab pertanyaan seorang jamaah, ketika waktu shalat tiba, sebaiknya mendahulukan shalat tetapi tidak khusyuk atau menenangkan anak, Ulama Nasional Ustaz Adi Hidayat, Lc., M.A. mengatakan terdapat waktu shalat yang ideal bagi seorang ibu yang memiliki kebutuhan.

“Jikalau anak menangis butuh perhatian dan itu bagian dari kewajiban, jangan dipaksakan. Kemudian mohon maaf ditinggal dulu, ketika dia sudah mulai menenangkan anaknya tenangkan, selesai, kemudian melaksanakan shalat, dan itulah waktu shalat yang ideal bagi seorang ibu yang memiliki kebutuhan (anak kecil) di dalamnya,” tuturnya dalam video pendek berjudul Shalat Dulu atau Ngurus Anak Dulu? – Ustaz Adi Hidayat di kanal YouTube Adi Hidayat Official, Jumat (11/11/2022).

Ia menjelaskan terkait shalat tepat waktu, “Shalat tepat waktu dicintai Allah dan Rasulnya dalam kondisi normal dan standar, dalam kondisi yang kita dilibatkan pada kondisi tertentu yang tidak ideal, tidak standar maka dalam bab fiqih namanya pengecualian disebut dengan darurat. Maka kaidahnya berbunyi darurat itu menjadikan yang tadinya tidak ideal menjadi boleh, bahkan terkadang wajib dilakukan yang kalau dipaksakan ikut konsep awal (shalat tepat waktu) jadi dosa,” terangnya.

“Contoh ada yang dokter di sini, misal dokternya akan melakukan tindakan, tindakan itu berlangsung dari mulai jam 13:00 sampai 19:00, 6 jam operasi, dia ikut dari dzuhur (shalat) tetapi akan lewat asar. Maka sekalipun dia bukan di perjalanan dia jamak dzuhur dengan asarnya jangan sampai ketika dia sedang membedah lihat jantungnya baru mau solusi diberikan tahapan-tahapan pengobatan, asar berkumandang, shalat tepat pada waktunya, mohon maaf ya, shalat dulu, itu bisa celaka. Maka yang dia (dokter) lakukan apa? Dia jamak sebelumnya, dia jamak dengan asar, selesai itu dia dapatkan magrib,” jelasnya.

Ia menegaskan, berbahagia seorang ibu, ibu biasa dalam masa sucinya baca Qur’an, puasa, shalat sunah, tiba-tiba muncul masa haidnya. Begitu masa haidnya itu tiba tidak membaca Al-Qur’an, tidak shalat, itu pahala bacaan Qur’an dan shalat sunah dan yang lain diberikan sempurna tanpa dikurangi sedikit pun. 

“Makanya kalau sedang masa suci perbanyak amal shalih, sebab kalau sudah tiba masa menepouse itu sudah normal lagi seperti laki-laki. Kenapa nanti ada masa haid, ada toleransi di situ, ada kemuliaan,” pungkasnya. [] Alfia Purwanti
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar