Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Cinta Itu Fitrah, Menjaga Pandangan Itu Perintah


Topswara.com -- Mencintai seseorang itu fitrah, boleh, dan tentunya normal. Wajar bahwa setiap manusia itu tertarik dengan lawan jenisnya entah dari segi sikap, perhatian, ketampanan atau kecantikan, kepribadian orangnya, dan lain sebagainya. 

Karena Allah menciptakan manusia disertakan naluri, salah satunya yaitu naluri melestarikan keturunan atau dalam bahasa Arab gharizah nau'. Makanya kalau ada seseorang tertarik dengan lawan jenis itu wajar yang tidak wajar itu ketika seseorang tidak memiliki rasa ketertarikan. 

Membahas soal cinta, apakah kita pernah berpikir apa itu cinta dan bagaimana cara memenuhinya?

Sebelum saya jelaskan lebih detail, saya mau kupas dikit demi sedikit dari yang definisi cinta itu apa. Cinta itu menurut saya "sebelum mengkaji" cinta adalah rasa yang muncul terhadap lawan jenis dan harus segera memilikinya, memiliki di sini dalam artinya pacaran ya kaya anak muda saat ini, katanya kalau enggak pacaran enggak afdol alias enggak laku, cupu, dan lain sebagainya.

Nah, setelah saya mengkaji Islam lebih dalam nih, ternyata itu perspektif yang salah besar itu hanyalah hawa nafsu yang didorong oleh setan agar terjerumus ke dalam jalan yang salah. 

Namun setelah mengkaji, definisi cinta itu rasa yang tumbuh ketika kita telah memiliki sebuah ikatan yang sah atau disebut pernikah, dimana dalam sebuah tindakan kesehariannya akan mendapatkan sebuah pahala sebab menikah adalah bagian dari separuh agama. Beda dengan pacaran, kalau pacaran, pegangan tangan aja dosa, apalagi yang lebih dari itu. 

Lalu bagaimana cara memenuhi cinta yang tumbuh ?

Sebagai umat Islam kita harus paham dengan cara pemenuhan perkara cinta ini, sebab cinta itu bisa merusak segalanya jika dengan pemenuhan yang salah. Tetapi jika cinta di salurkan dengan cara yang benar maka cinta itu akan menghadirkan sebuah ibadah dan berladang pahala. 

Cara memenuhi cinta dalam pandangan Islam yaitu menikah. 

"Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam), dan (Allah) menciptakan pasangannya (Hawa) dari (diri)-nya; dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak." (QS An Nisa : 1)

Jika belum mampu untuk menikah maka tundukan pandangan, supaya terjaga dari fitnah dan dosa besar. Sebab yang namanya cinta itu membuat orang buta, bahkan sampai rela bagi-bagi, ngeri banget perkara cinta ini jika salah dalam cara pemenuhannya.

"Katakanlah kepada orang-orang mukmin laki-laki: hendaklah mereka itu menundukkan sebagian pandangannya dan menjaga kemaluannya" (QS An Nur : 24)

Memandang lawan jenis dengan perasaan yang gejolak atau syahwat itu saja dosa apalagi dengan pemenuhan yang salah. Kita sebagai umat Islam seharusnya paham mana yang baik untuk kita dan mana yang buruk untuk kita, hidup itu soal pemilihan mau jalan lurus atau jalan bengkok semua dalam Islam itu telah dijelaskan detail dengan caranya. Lalu apa lagi yang diragukan dalam Islam, wanita dalam Islam saja diistimewakan, apalagi soal pernikahan sebuah ibadah yang tiada putusnya.

Jadi, pada intinya menikah itu jalan satu-satunya dalam memenuhi sebuah cinta, bukan lewat pacaran yang pada dasarnya Allah telah melarang seseorang mendekati zina. Pacaran sendiri itu termasuk dalamnya. 

Sebagai hambanya atau bisa disebut budaknya Allah kita harus taat dan tunduk terhadap perintah dan menjauhi larangan-Nya, sebab Allah itu maha tau apa yang kita perbuat. Jika cinta menghadirkan kemurkaan Allah kenapa harus dilanjutkan? 

Ingat Allah itu yang menciptakan langit dan bumi serta isinya kalau saja kita berbuat keburukan sekecil apapun, Allah bisa marah. Contoh saja seorang polisi yang melarang pengendara ketika lampu merah untuk berhenti bukan malah jalan, seorang polisi pasti marah besar pun di kasih sanksi alias tilangan. Lalu bagaimana tindakan Allah yang memiliki alam semesta ini ? Coba renungkan, sebelum menyesal dikemudian. 
"Allah with me"



Oleh: Indah Setyorini
Aktivis Muslimah
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar