Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Wacana Kenaikan BBM Nyaring, Masyarakat Jadi 'Panic Buying'


Topswara.com -- Kediri, 31 Agustus 2022 terjadi antrian panjang di beberapa SPBU di kota Kediri hingga malam hari. Ada SPBU yang kehabisan stok pertalite. Bahkan ada yang memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan. Ada oknum yang sengaja membeli pertalite dengan jumlah banyak dengan cara bolak balik ke SPBU. 

Panic buying yang terjadi di atas dikarenakan adanya isu rencana kenaikan BBM oleh Pemerintah. Padahal pengumuman resmi kapan mulai kenaikan harga BBM dari Pemerintah belum ada. Masih berita yang belum jelas, tapi sudah membuat sedikit gejolak di masyarakat.

Dan ternyata hingga hari ini, 1 September 2022 harga BBM di SPBU masih belum mengalami perubahan.

Test The Water

Sudah beberapa kali kasus seperti di atas terjadi. Pemerintah dengan sengaja menyebarkan isu yang belum jelas untuk memancing reaksi rakyat. Kali ini tentang rencana kenaikan harga BBM. Pengumuman resmi belum ada, tetapi karena sudah ada isu yang sudah disebar di media, masyarakat jadi panik. Akibatnya tindakan 'panic buying' pun terjadi.

Hal ini wajar, mengingat kenaikan harga BBM pastinya akan diikuti dengan kenaikan harga-harga kebutuhan pokok yang lain. Padahal saat ini harga beberapa bahan pokok sudah tinggi. Pasti akan naik lagi paska kenaikan harga BBM.

BBM memang menjadi kebutuhan dasar dan tinggi masyarakat, apalagi sekarang kepemilikan kendaraan bermotor semakin tinggi. Salah satu sebabnya karena dipermudahnya rakyat untuk mendapatkan kendaraan bermotor melalui mekanisne kredit bank. Semakin banyak kendaraan bermotor yang ada, semakin tinggi pula kebutuhan akan BBM.

BBM Murah Hak Rakyat

Indonesia termasuk penghasil minyak mentah. Meski sudah tak sebanyak dulu lagi, tetapi masih ada. Muncul juga sumber daya alam lain baru yang belum dieksplorasi. Sungguh Indonesia sangat kaya. Sehingga ironis sekali kalau sampai rakyat Indonesia harus membayar mahal untuk mendapatkan BBM.

UUD 1945 sendiri juga telah mengamanatkan bahwa SDA Indonesia akan digunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Kalaupun rakyat harus membeli, maka tentu dengan harga yang murah yang tidak sampai memberatkan mereka.

Jadi rencana kenaikan harga BBM oleh pemerintah harus dikaji ulang. Pemerintah harusnya mencari cara yang lain agar subsidi BBM tidak membebani APBN negara. Pemerintah harus mempertimbangkan dampak negatif yang pasti akan timbul dari kenaikan harga BBM ini.

Pemerintah juga harusnya merubah sistem ekonomi yang cenderung memihak kepada pemilik modal kepada sistem ekonomi yang berpihak pada masyarakat luas. Sistem ekonomi yang akan memaksimalkan SDA milik umum ini untuk digunakan demi kemaslahatan warga negara, bukan demi menambah pundi- pundi kekayaan swasta dan penguasa. Dan sistem ekonomi yang adil itu hanya ada dalam Islam.

Wallahu a'lam bishshowab


Oleh: Salma Azizah
Aktivis Muslimah
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar