Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Koalisi Tanpa Tipu-Tipu


Topswara.com -- Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menggelar acara Milad ke 20 di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (29/5). Sejumlah elite parpol hadir dalam acara tersebut di antaranya PKB, PPP, Demokrat dan Golkar. Saat Sekjen PKS Habib Aboe Bakar Alhabsyi berpidato, ia berbicara kemungkinan berjodoh dengan parpol lain untuk Pilpres 2024. PKS masih mengamati tokoh mana paling menarik untuk dipinang sebagai capres. 

Zulhas Ajak PKS Gabung Koalisi Indonesia Bersatu. Dalam Pemilu 2024 mendatang, kata Aboe Bakar, PKS akan mengusung pasangan capres-cawapres yang potensial menang. Hal ini karena PKS ingin agar periode berikutnya berada di dalam pemerintahan. "Kami sudah tak mau lagi di luar pemerintahan. Kita akan rebut dengan kemenangan. Kita ingin mengusung bukan lagi mendukung," Ucap Aboe Bakar (Merdeka, 29/5/2022)

Jalan Tempuh Koalisi Partai
Nampaknya perayaan milad ke-20 Partai Keadilan Sejahtera menjadi ajang konsolidasi internal sekaligus penjajakan koalisi partai politik serta dukungan terhadap tokoh potensial calon presiden pada Pemilihan Umum 2024. 

Tak hanya pimpinan partai politik, sejumlah tokoh yang digadang-gadang menjadi calon presiden ataupun calon wakil presiden juga dikumpulkan dan diminta untuk menyampaikan pidato kebangsaan di hadapan ribuan kader dan simpatisan.

Salah satu pimpinan partai politik (parpol) yang hadir pada puncak perayaan Milad Ke-20 PKS di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (29/5/2022) siang, adalah Muhaimin Iskandar, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang juga digadang-gadang menjadi calon presiden (capres). Hadir pula Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono, Wakil Ketua Umum Partai Golkar Firman Soebagyo, Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arwani Thomafi, dan fungsionaris Partai Nasdem Rachmat Gobel.

Dua tokoh yang kerap digadang-gadang menjadi capres dan calon wakil presiden (cawapres), yakni Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan serta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, juga hadir dalam acara itu. Tak hanya menyaksikan prosesi milad, para tokoh politik itu juga didaulat untuk menyampaikan pidato kebangsaan.

Jalan Tempuh Koalisi Partai

Terbentuknya koalisi partai sesungguhnya menggambarkan lemahnya ideologi partai. Setiap partai memiliki ideologi partai dengan asas dan tujuan yang ingin diraih. Namun, saat parpol berbanding menjadi koalisi, fungsi kontrol akan menjadi melemah atau pragmatis dan merupakan ideologi yang menjadi asas. 

Pragmatisme sikap politik bisa berubah setiap saat, sering berpindah tempat dan waktu demi mendapatkan posisi. Idealisme partai luntur, karna target jabatan dan kedudukan yang ingin di capai. 

Pemikiran yang sekuler inilah yang menjadikan bagaimana asas dalam tujuan hidupnya adalah materi dan materi saja. 
Apalagi dalam sistem demokrasi saat ini, partai memiliki fungsi legislasi, yaitu membuat aturan, fungsi inilah yang dapat disalah gunakan ketika terjadi koalisi. 

Jumlah besar di manfaatkan untuk menguasai juara mayoritas. Demi kepentingan legislasi inilah UUD untuk melanggengkan kekuasaan sebagaimana yang kita lihat saat ini. Partai dalam sistem demokrasi sangat berbeda dengan partai dalam Islam.

Partai politik dalam Islam

Dalam Islam keberadaan kelompok atau partai di perintahkan allah sebagaimana dalam firman nya yakni dalam QS. Ali 'Imran Ayat 104, “Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung. 

Kelompok atau partai menjelaskan dua fungsi yaitu beraktivitas menyeru pada Islam dan melaksanakan amar ma'ruf nahi Munkar, agar dapat melaksanakan dua fungsi tersebut, partai harus memiliki ikatan anggota yang kuat. Ikatan kuat hanya terwujud ketika bersandar pada akidah Islam. 

Dengan demikian Islam haruslah berasaskan pada akidah Islam karna ketika kita melakukan amar makruf nahi Munkar itu standar nya harus syariat islam. Amar Maruf nahi munkar di tujukan pada ummat dan penguasa yang menjalankan terwujudnya menjalankan dan mengurus umat. 

Aktivitas yang termasuk aktivitas politik, inilah yang harusnya menjadi aktivitas partai politik Islam. Keberadaan partai politik sebagai tujuan kiyan fikriyah. Yang akan melakukan politik pada edukasi Islam. Menyampaikan aspirasi rakyat kepada pemerintah dan fungsi agregasi. Peran penting dalam politik keberlangsungan pemerintahan adalah fungsi aspirasi politik yang jadi mandul jika terjebak dalam koalisi demi kekuasaan. 

Olehnya itu, partai politik Islam hanya melihat dan menerapkan sistem Islam. Dimana dalam membangun kesadaran umat itu dengan menggencarkan akidah Islam di tengah tengah Masyarakat, agar pengetahuan akan politik dalam Islam secara kaffah atau secara keseluruhan itu dapat di di indera lebih jeli. 

Dalam politik Islam tidak ada menggunakan istilah koalisi yang demi kepentingan berkuasa semata, akan tetapi kepemimpinan dalam Islam bertugas dengan seluruh jiwa harta nya untuk mencegah dari yang keburukan dan menggerakkan serta menjalankan dakwah pada ummat.

Pemimpin dalam Islam, selalu memberikan dan membimbing ummat tentunya berlandaskan dari Al-Qur'an dan assunah, maka akan terbentuk generasi yang cemerlang dan kuat akan menggencarkan suara demi kebenaran Al Islam. Karena hanya sistem Islam lah yang dapat membahagiakan ummat, menjaga ummat, dan membawa ummat nya untuk masuk kesyurganya allah kelak. Wallahu alam bishawab[].



Oleh: Sukmawati 
(Mahasiswi UHO)
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar