Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Indonesia dan Teroris


Topswara.com -- Indonesia kembali disibukkan perkara teroris. Pasalnya Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) menemukan tiga tersangka teroris dari Partai Umat di Sumatra.  Dicurigai menyusupkan ide ide radikal yang merusak, barang bukti lainnya masih ditelusuri.

Dr Irfan Idris, berkomentar. Isu semacam ini amat meresahkan. Mereka akan menyebarkan anti pancasila dan pikiran radikal lainnya. 

Singkatnya, tiga orang tersangka tadi dianggap sudah berbaiat dengan  Jamaah Islamiyah (JI) yang dicap radikal oleh pemerintah. Irfan juga beranggapan, bahwa partai yg dimasuki bukan masalah utama tapi individu antar individu yang mereka incar. Dia juga sempat mengungkit tentabg gerakan teroris di Suriah dan menghubungkannya dengan kejadian ini.

Sebenarnya kalau mau kita ambil kesimpulan paling tajam. Indonesia sedang darurat identitas. Sebagai negara muslim terbanyak didunia. Apakah benar? Melihat kaum muslim di negeri pertiwi ini justru disudutkan oleh pihak-pihak diatas. 

Kenyataan bahwa BNPT menangkap tersangka teroris yang notabene seorang Muslim, dan kasus yang dibuat densus 88 yang juga menyasar orang beragama Islam. Amat membuktikan. Bahwa kasus terorisme ini sedang menukik kearah Islam.

Sekian tahun, perkara teroris yang ditudingkan seputar khilafah, jihad, jilbab. Hal yang amat erat, melekat dengan Islam. Berbagai penolakan terhadap syariat Islam secara terang-terangan maupun tersembunyi. Konspirasi negeri ini sangat meresahkan.

Para pendengki itu tak pernah berhenti agar Islam semakin dibawah dan direndahkan. Agama mulia nan diagungkan, diserang dengan kalimat radikal dan fanatik. Sedangkan mereka yang berbicara, mengabaikan permasalahan dunia yang sesungguhnya.

Dunia sedang tercekik oleh sistem kapitalis. Dengan oligarki, demokrasi, feminisme yang dijunjung maupun akar ini, semuanya merusak.

Mencoreng nama Islam dengan keburukan mereka. Mengadu domba umat Islam dengan perkara tidak penting. Menghasut pikiran para pemuda Islam agar tidak radikal, agar tidak fanatik dengan agama. Menanamkan paham bahwa teroris adalah seorang yang taat agama. Bagi orang yang berpikir, seharusnya dapat menyimpulkan.

Kapitalis tidak ingin Islam bangkit. Islam dengan kesejahteraan melingkupi bumi. Karena dengan itu mereka akan terdiam, kedengkian mereka tak terbalaskan, asas manfaat mereka terhenti. 

Bagi mereka agama hanyalah sampingan, mereka menyudutkan Islam karena paham bahwa Islam tak sekedar agama yang membimbing ibadah ritual tapi juga sistem yang bisa mengatur seperempat dunia pada masanya.

Tak sepantasnya kata teroris tersemat dengan kata Islam.



Oleh: Azizah Huurun'iin
Sahabat Topswara dan Siswi SMAIT Al-Amri Probolinggo
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar