Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Begini Tanggapan UIJ tentang Maraknya Fenomena Pelakor dan Senior

Topswara.com-- Menanggapi fenomena pelakor (perebut/pemburu laki orang) maupun senior (senang istri orang), Direktur Siyasah Institute Ustaz Iwan Januar memastikan ada kelemahan iman, tidak muncul rasa khauf (takut kepada Allah).

"Orang yang senang menjadi pelakor maupun senior itu dipastikan memang ada kelemahan iman, tidak muncul perasaan khauf, perasaan takut kepada Allah," tuturnya dalam kajian serial Rumahku Surgaku bertajuk Silent Pelakor dan Senior di kanal YouTube Cinta Qur'an, Senin (14/8/2021).

Ia menyebutkan, pelakor itu menurut orang-orang zaman now, pemburu laki orang, kalau senior itu senang istri orang.

"Dua-duanya na'udzubillah min dzalik, jangan sampai masuk keluarga kita, apalagi terbesit menjadi seorang senior maupun pelakor. Kenapa? Karena ini bukan perbuatan yang Allah ridha," ungkapnya.

Dalam Islam itu ia menjelaskan, hubungan pria dan wanita itu sudah ada kanalnya. "Sudah syariat khusus, yaitu pernikahan," tegasnya.

Ia menilai, kalau sudah memang sama-sama suka, sama-sama tertarik, Allah halalkan dengan jalan pernikahan, bukan dengan yang lain. Jadi Allah Maha Adil, Allah Maha Tahu manusia itu punya tabiat senang pada lawan jenis. Allah yang menciptakan manusia dan Allah juga yang memberikan naluri itu kepada manusia.

"Kelemahan akidah yang terjadi sekarang, sehingga masuk pemikiran sekularisme, kerusakan agama dan kehidupan termasuk hubungan antarteman, juga sesama Muslim dan Muslimah akhirnya enggak dipakai lagi standar pahala, dosa, kemudian takut nanti azab Allah enggak ada lagi," bebernya.

Menurutnya, yang terpenting terpuaskan syahwatnya, terpuaskan nafsunya.Hal itu yang dijadikan tolak ukur sekarang, karena memang agama sudah disingkirkan dalam kehidupan.

"Bahwa orang-orang yang melakukan tindakan ini, sama-sama sudah berumah tangga. Itu karena kenapa? Itu karena kurang bersyukur. Kurang bersyukur atas karunia Allah dari pernikahannya sendiri," jelasnya.

Ia menambahkan, perempuan atau laki-laki yang kemudian direbut, mereka enggak berpikir bahwa mereka sudah mendapat yang luar biasa. Punya pasangan yang baik, punya juga anak-anak, kehidupan rumah tangga yang baik, di mata masyarakat juga baik. Tapi kemudian karena kurang bersyukur sehingga terjebak di dalam hubungan pelakor dan senior itu.

"Karena tidak sedikit mendengar bahwa membawa-bawa agama susah gitu kan? Akhirnya enggak bawa-bawa agama, akhirnya muncullah orang-orang yang punya mental senior dan pelakor ini, karena akidahnya lemah," pungkasnya.[] Munamah
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar