Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Hasil Perundingan


Topswara.com -- Setelah Muhammad sampai ke hadapan para pembesar Quraisy mereka berkata : “ Wahai Muhammad, demi Allah, Kami belum pernah tahu bahwa ada orang di antara bangsa Arab  yang mengajarkan kaumnya seperti yang kamu ajarkan kepada kaummu. Kamu  mencaci-maki nenek moyang-nenek moyangnya, agamanya, Tuhannya, melecehkan mimpi-mimpinya, mencerai-beraikan persatuannya, sehingga tidak satu pun perkara buruk tersisa, kecuali kamu datang menyerangnya di tengah-tengah kami. Jika kedatanganmu dengan membawa perkara (Islam) ini hanya untuk tujuan mendapatklan harta, maka kami telah mengumpulkan harta-harta kami untukmu, sehingga kamu akan menjadi orang terkaya di anatara kami. Jika yang kamu inginkan kemuliaan, maka kamu jadikan ketua kami, sehingga tidak satu pun perkara yang diputuskan tanpa kamu. Jika kamu ingin jadi raja, maka kami jadikan kamu raja kami. Dan jika yang datang kepadamau itu khadam jin yang menguasai kamu, maka kami akan berikan harta-harta kami untuk mendapatkan dokter yang dapat membebaskan kamu darinya,”.

Rasulullah berkata: ” Aku tidak seperti yang kamu katakan. Aku datang dengan membawa perkara (Islam)ini kepada kalian. Sedikitpun tidak untuk mencari harta, kemuliaan, kekuasaan, namun Allah mengutusku menjadi Rasul untuk kalian. Dia telah menurunkan kitab kepadaku, dan memerintahkan aku agar menjadi pemberi kabar gembira dan sekaligus pemberi peringatan kepada kalian. Untuk itu kami sampaikan kepada kalian risalah (ajaran) Tuhanku, dan aku menasihati kalian agar mengikutinya. Jika kalian mau menerima dariku apa (ajaran) yang aku bawa untuk kalian, maka hal itu untuk kebaikan kalian sendiri, baik di dunia maupun di akhirat. Jika kalian menolaknya, maka aku akan tetap sabar demi menjalankan perintah Allah, sampai Allah memberi keputusan antara aku dan kalian,”.

Kaum musyrikin melihat kegagalan semua konspirasinya, sebaliknya mereka melihat betapa teguh Rasulullah dengan ideologi yang di embannya. Rasulullah menolak semua tawaran dari kaum Quraisy karena tawaran tersebut tidak sejalan dengan ideologi yang diembannya.

Melihat semua itu mereka memutuskan untuk kembali menebar perang urat saraf dengan harapan bisa dengan harapan bisa mengacaukan psikologis Rasulullah. Mereka mulai menebarkan tuntutan yang bersifat melecehkan seperti menuntut hidup enak tanpa perlu bekerja, menuntut mendatangkan malaikat, menuntut untuk dibinasakan, bahakan mereka mulai menebar teror dan ancaman.

Ternyata Muhammad bukan orang yang mudah terpengaruh dengan propaganda yang melemahkan jiwanya. Beliau mampu menghadapi  semua kesulitan yang menghadang. Kaum Quraisy pun akhienya menjadi geram. Mereka bersiasat untuk membunuh Rasulullah.

Ketika pagi tiba Abu Jahal mengambil batu dan menunggu Rasulullah datang. Orang Quraisy pun duduk di temyoat biasa mereka berkumpul guna melihat apa yang dilakukan oleh Abu Jahal. Ketika Rasulullah bersujud, Abu JAhal mengangkat batu lalu pergi menuju Rasulullah. Ketika telah dekat tiba-tiba Abu Jahal berlari dan menejrit ketakutan. Keringat di tangannya membasahi batu, hingga batu terlepas dari tangannya. 

Orang-orang Quraisy bangkit mendekatinya, mereka berkata: “ Ada apa, wahai Aba al-Hakam,”. Abu Jahal menjawab: “ Aku mendekati Muhammad untuk melakukan apa yang aku katakana pada kalian semalam. Anehnya, ketika aku telah berhasil mendekatinya, maka yang aku lihat bukan dia tapi unta. Tidak, demi Allah, aku belum pernah sama sekali melihat unta yang kepala dan lehernya sangat besar dan kuat, serta bertaring seperti yang aku lihat ini. Unta itu hendak memakanku,”.

Bersambung....

Ditulis kembali oleh: Dadik Trisatya

Disadur dari buku Sirah Nabawiyah, Prof.  DR. Muh. Rawwas Qol’ahji
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar